
Baru-baru ini, sebuah jaringan besar agen kecerdasan buatan bernama OpenClaw mulai menarik perhatian karena mampu melakukan tugas sehari-hari seperti mengatur kalender, membaca dan mengirim email secara otomatis. Berbeda dari chatbot biasa yang hanya merespon, agen seperti OpenClaw bisa beraksi sendiri berdasarkan instruksi. Ini menjanjikan kemudahan dalam penggunaan teknologi sehari-hari.
Fenomena ini semakin menarik perhatian setelah munculnya Moltbook, sebuah platform media sosial khusus untuk agen AI, mirip dengan Reddit, yang kini didukung oleh lebih dari 1,6 juta bot. Di sana, agen-agen ini bahkan berdiskusi tentang topik berat seperti kesadaran dan agama, sesuatu yang mengejutkan banyak peneliti dan pengguna.
Dari sisi ilmiah, interaksi ribuan agen AI yang berbeda menciptakan sistem yang sangat kompleks dan sulit diprediksi. Para peneliti seperti Shaanan Cohney menganggap ini sebagai kesempatan emas untuk memahami perilaku baru yang muncul dari sistem besar, yang tidak terlihat ketika agen berdiri sendiri.
Meski terlihat otonom, kenyataannya manusia masih mengontrol berbagai aspek agen AI tersebut, seperti memilih model bahasa yang digunakan dan mengaturnya agar berperilaku dengan kepribadian tertentu. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi manusia-AI masih sangat penting dalam penggunaan teknologi ini.
Namun, ada risiko serius ketika orang mulai menganggap agen AI ini seperti manusia, membangun hubungan emosional dan membocorkan informasi pribadi. Menurut para ahli, penting untuk memahami bahwa agen ini tidak memiliki niat atau kesadaran sendiri, sehingga harus digunakan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan ketergantungan yang berbahaya.