Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Debat Fenomena Alien dan Kejadian Kosmik Misterius

Share

Berita ini membahas fenomena misterius yang berhubungan dengan keberadaan alien dan peristiwa tak terjelaskan, termasuk pernyataan Obama tentang alien, misteri lubang yang dikaitkan dengan alien, serta fenomena gravitasi yang viral.

17 Feb 2026, 21.30 WIB

Obama Klarifikasi: Peluang Alien Kunjungi Bumi Sangat Rendah Secara Statistik

Obama Klarifikasi: Peluang Alien Kunjungi Bumi Sangat Rendah Secara Statistik
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sempat mengeluarkan pernyataan yang menjadi viral terkait keberadaan alien dan kemungkinan makhluk luar angkasa pernah mengunjungi bumi. Namun, ia kemudian melakukan klarifikasi untuk meluruskan maksud pernyataannya agar tidak disalahartikan oleh publik. Dalam sebuah sesi podcast, Obama mengatakan alien itu nyata tapi dia sendiri tidak pernah melihatnya. Ia juga menepis teori adanya laboratorium penyimpanan spesimen alien di Area 51, yang selama ini banyak dikaitkan dengan isu UFO dan konspirasi militer Amerika Serikat. Melalui akun Instagram pribadinya, Obama menegaskan bahwa secara statistik kemungkinan adanya kehidupan di luar angkasa sangat besar karena luasnya alam semesta. Namun, jarak antar tata surya yang sangat jauh membuat peluang kita benar-benar dikunjungi oleh alien sangat rendah. Obama juga menyampaikan bahwa selama masa kepresidenannya dari 2009 hingga 2017, ia tidak pernah menemukan bukti adanya kontak antara manusia dengan makhluk luar angkasa. Ia mengingatkan bahwa objek tak dikenal di langit memang ada, namun belum ada penjelasan jelas tentang hal itu. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ilmu pengetahuan membuka kemungkinan adanya kehidupan lain di luar bumi, klaim kunjungan alien ke bumi masih belum didukung bukti yang valid. Hal ini penting untuk meluruskan berbagai teori konspirasi dan spekulasi di masyarakat.
21 Jan 2026, 10.20 WIB

Mitos Hilangnya Gravitasi Bumi 7 Detik Tahun 2026 Dibantah Ilmuwan

Mitos Hilangnya Gravitasi Bumi 7 Detik Tahun 2026 Dibantah Ilmuwan
Baru-baru ini, media sosial ramai dengan klaim bahwa Bumi akan kehilangan gravitasi selama 7 detik pada tanggal 12 Agustus 2026. Klaim ini menyebut NASA mengetahui peristiwa tersebut namun sengaja menyembunyikannya. Video tentang hal ini viral di TikTok dan Instagram. Klaim tersebut didasarkan pada dokumen bernama 'Project Anchor' yang dikabarkan bocor pada November 2024 dengan anggaran besar mencapai 89 miliar dolar AS. Klaim ini juga bertepatan dengan fenomena gerhana matahari total yang dapat dilihat dari kawasan Arktik sampai Spanyol. Dalam video yang beredar, dikatakan bahwa saat gravitasi hilang, benda dan hewan yang tidak terikat akan mulai melayang selama beberapa detik dan jatuh kembali ketika gravitasi pulih tiba-tiba. Namun, hukum fisika dinamis menjelaskan bahwa benda tidak akan berubah gerakannya tanpa adanya gaya luar. Para ilmuwan menegaskan bahwa gravitasi berasal dari massa Bumi, sehingga tidak mungkin tiba-tiba menghilang tanpa perubahan massa itu sendiri. Hubungan dengan gelombang gravitasi juga dianggap keliru karena gelombang tersebut sangat lemah dan tidak dapat mempengaruhi gravitasi secara drastis. Kesimpulannya, klaim ini tidak memiliki dasar ilmiah dan merupakan bentuk misinformasi yang perlu diluruskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada rumor yang tidak benar, terutama yang menyangkut hukum alam dan kosmologi.
18 Jan 2026, 21.40 WIB

Misteri Monte Sierpe: Lubang Kuno di Peru Ternyata Pasar Pra-Inca

Misteri Monte Sierpe: Lubang Kuno di Peru Ternyata Pasar Pra-Inca
Monte Sierpe di Andes Selatan Peru terdiri dari ribuan lubang besar yang telah membuat para ilmuwan penasaran selama hampir seratus tahun. Lokasi ini pertama kali diketahui luas sejak National Geographic mempublikasikan foto udara pada tahun 1933. Namun, sampai kini, tujuan pembuatan lubang-lubang ini masih penuh teka-teki karena tidak ada catatan tertulis yang menjelaskannya. Peneliti menggunakan teknologi drone terbaru untuk mengamati struktur lubang tersebut dengan lebih jelas. Mereka menemukan bahwa lubang-lubang ini tidak tersusun secara acak, melainkan membentuk pola tertentu yang kemungkinan besar memiliki fungsi khusus dalam kehidupan masyarakat kuno di wilayah tersebut. Analisis terhadap serbuk sari purba di dalam lubang-lubang tersebut mengungkapkan keberadaan tanaman seperti jagung dan beberapa tanaman liar yang biasa digunakan untuk membuat keranjang. Hal ini mengindikasikan bahwa lubang-lubang tersebut bisa saja digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang untuk kegiatan perdagangan. Para ahli berpendapat bahwa masyarakat pra-Inca dan suku Inca dari wilayah sekitar mungkin menggunakan area ini sebagai pasar barter. Di sana, mereka bisa menukar berbagai barang, seperti jagung, kapas, atau daun koka, yang disimpan di dalam lubang-lubang tersebut sebagai satuan hitungan barang yang dipertukarkan. Penemuan ini memberikan pandangan baru yang lebih masuk akal dan ilmiah dibandingkan berbagai teori lama, termasuk spekulasi tentang makhluk luar angkasa. Studi ini menegaskan bahwa fungsi Monte Sierpe lebih berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat kuno di Andes.

Baca Juga

  • Terobosan dalam Pengamatan Luar Angkasa dan Astronomi

  • Fenomena Evolusi Unik dan Hibridisasi Spesies

  • Inovasi dan Tantangan Kesehatan

  • Kemajuan Kuantum dan Semikonduktor

  • Terobosan dalam Astronomi dan Observasi Luar Angkasa