Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Inovasi AI dan Transformasi Industri

Share

Pengembangan dan tantangan dalam ekosistem AI yang meliputi berbagai inovasi serta regulasi di industri teknologi modern.

18 Feb 2026, 03.45 WIB

Kolaborasi AI dan Nuklir Percepat Energi Nuklir Maju di Amerika

Kolaborasi AI dan Nuklir Percepat Energi Nuklir Maju di Amerika
Idaho National Laboratory dan NVIDIA menjalin kerja sama untuk mempercepat pengembangan reaktor nuklir maju di Amerika Serikat dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI). Tujuan utama mereka adalah memperpendek waktu pengembangan hingga setengah dan mengurangi biaya operasional lebih dari 50 persen. Inisiatif ini bagian dari misi Genesis yang dipimpin oleh Departemen Energi Amerika untuk mengembangkan platform komputasi sains yang kuat dan inovatif. Program bernama Prometheus ini akan memanfaatkan teknologi seperti generative AI, digital twins, dan agent-based workflows untuk merancang dan memvalidasi desain reaktor nuklir tanpa harus langsung membangun fisiknya. Data dari operasi laboratorium dan reaktor sebelumnya akan digunakan untuk melatih model digital twins tersebut agar semakin akurat dan terpercaya. NVIDIA menyediakan infrastruktur AI dan platform komputasi GPU yang mempercepat simulasi kode-kode nuklir penting seperti MOOSE, BISON, Griffin, dan Pronghorn. Kolaborasi ini menggunakan superkomputer kelas dunia milik Departemen Energi untuk melatih model AI dan mensimulasikan reaktor dalam skala besar sehingga proses desain dan pengujian bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Selain mempercepat pengembangan energi nuklir, kolaborasi ini juga merespons meningkatnya kebutuhan listrik yang berasal dari infrastruktur AI yang terus berkembang. Dengan menggabungkan desain reaktor nuklir yang didukung AI dan pusat data AI yang digerakkan oleh energi nuklir, mereka berharap menciptakan siklus saling mendukung antara kedua teknologi tersebut. Penggunaan AI juga diharapkan membantu reformasi regulasi dan meningkatkan adopsi teknologi nuklir di industri, bergandengan dengan peran berbagai pemangku kepentingan seperti pengembang reaktor, utilitas, dan investor. Program ini dianggap sebagai momen penting untuk mempercepat deployment energi nuklir yang lebih terjangkau dan aman demi masa depan teknologi dan energi nasional.
18 Feb 2026, 02.26 WIB

Apple Siapkan Kacamata Pintar dan Perangkat AI Inovatif untuk Tahun 2027

Apple Siapkan Kacamata Pintar dan Perangkat AI Inovatif untuk Tahun 2027
Apple sedang mengembangkan kacamata pintar pertamanya yang dijadwalkan mulai diproduksi pada Desember 2026 dan diluncurkan pada tahun 2027. Kacamata ini akan menghadirkan kamera beresolusi tinggi dan fitur AI, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan Siri menggunakan konteks visual. Meskipun kacamata ini tidak memiliki layar, pengguna dapat melakukan panggilan telepon, memutar musik, dan mendapatkan informasi berdasarkan lingkungan sekitar, seperti bahan dalam makanan atau landmark. Apple merancang frame kacamata secara internal dengan komponen tertanam di dalamnya, sehingga tidak akan bergantung pada kabel eksternal seperti pada prototipe awal. Ini menandakan kualitas pengerjaan yang tinggi dari Apple. Selain kacamata pintar, Apple juga mengembangkan pendant AI yang berfungsi sebagai kamera selalu aktif dan mikrofon untuk menyambut perintah Siri. Perangkat ini diprediksi bisa diluncurkan lebih awal dari kacamata pintar, sekitar tahun depan. Apple juga berencana meluncurkan AirPods terbaru yang dilengkapi dengan kamera beresolusi rendah serta dilengkapi kemampuan AI untuk menganalisis lingkungan pengguna, meningkatkan fungsi dan interaktivitas perangkat ini secara signifikan.
18 Feb 2026, 01.33 WIB

WordPress Hadirkan Asisten AI Baru untuk Mempermudah Edit Situs Web

WordPress Hadirkan Asisten AI Baru untuk Mempermudah Edit Situs Web
Mulai hari Selasa, pengguna WordPress dapat menikmati fitur asisten AI baru yang terintegrasi langsung dalam editor situs dan pustaka media. Dengan fitur ini, pengguna bisa meminta AI untuk mengedit teks, menerjemahkan, serta membuat dan mengedit gambar dengan mudah. Fitur ini bertujuan untuk membuat pengelolaan situs menjadi lebih cepat dan efisien tanpa perlu pengetahuan teknis berat. Asisten AI ini hadir dengan sidebar khusus di editor situs WordPress, di mana pengguna bisa berinteraksi serta memberikan perintah untuk mengubah isi situs, mulai dari membuat halaman baru hingga mengubah font dan desain. Menariknya, teknologi AI ini menggunakan mesin pengolahan gambar canggih bernama Google Nano Banana yang memungkinkan pembuatan dan pengeditan gambar yang berkualitas. Selain lewat sidebar, pengguna juga bisa berinteraksi dengan AI lewat fitur terbaru block notes yang dikenalkan di update WordPress versi 6.9 pada Desember lalu. Di block notes ini, pengguna dapat meninggalkan komentar dan tag ‘@ai’ untuk memberi perintah langsung, seperti mengedit blok teks tertentu atau memberikan ide untuk judul artikel. Fitur asisten AI tidak langsung aktif secara otomatis untuk semua pengguna. Pengguna yang ingin menggunakan AI harus mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan situs dengan mengaktifkan opsi 'AI tools'. Namun, bagi situs yang dibuat menggunakan pembuat situs AI yang diluncurkan WordPress tahun lalu, fitur AI tools sudah aktif secara default sehingga bisa langsung digunakan. Dengan hadirnya asisten AI ini, WordPress memperbesar kemampuannya dalam menghadirkan solusi teknologi yang memudahkan pembuatan dan pengelolaan situs. Ke depan, fitur seperti ini diharapkan dapat menjadikan proses pengembangan situs lebih produktif dan menghemat waktu, terutama bagi pengguna yang tidak memiliki keahlian teknis mendalam.
18 Feb 2026, 01.00 WIB

Peluncuran Sonnet 4.6 dengan Kapasitas Besar dan Kemampuan AI Meningkat

Peluncuran Sonnet 4.6 dengan Kapasitas Besar dan Kemampuan AI Meningkat
Anthropic baru saja meluncurkan versi terbaru model mereka, Sonnet 4.6, yang dirancang untuk memberikan kemampuan lebih baik dalam pengkodean, mengikuti instruksi, dan penggunaan komputer secara umum. Pembaruan ini konsisten dengan siklus empat bulanan mereka untuk memperbaiki layanan kecerdasan buatan. Yang paling menarik dari Sonnet 4.6 adalah peningkatan kapasitas konteksnya, yang kini mencapai satu juta token. Ini berarti model dapat memahami dan mengelola lebih banyak informasi dalam satu permintaan, seperti seluruh kode sumber, kontrak panjang, atau banyak makalah riset sekaligus. Sonnet 4.6 telah menjadi model default untuk pengguna paket Free dan Pro, menunjukkan kepercayaan Anthropic pada kemampuan model ini. Peluncuran ini juga mengikuti peluncuran model Opus 4.6 dan akan diikuti oleh pembaruan pada model Haiku dalam beberapa minggu mendatang. Model ini juga meraih skor tertinggi di benchmark seperti OS World untuk penggunaan komputer dan SWE-Bench untuk pemrograman, serta mengukir skor 60,4% pada tes ARC-AGI-2 yang mengukur kecerdasan buatan mirip manusia. Meski unggul dari banyak model, Sonnet 4.6 masih kalah dari beberapa pesaing teratas seperti Opus 4.6 dan GPT 5.2. Secara keseluruhan, Sonnet 4.6 menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi kecerdasan buatan dan membuka peluang untuk penggunaan yang lebih luas dalam bidang pengkodean, bisnis, dan riset ilmiah. Pengguna dapat menantikan pembaruan lebih lanjut yang akan meningkatkan performa dan kapabilitas AI ini.
18 Feb 2026, 00.22 WIB

Mistral AI Akuisisi Koyeb untuk Kembangkan Infrastruktur Cloud AI di Eropa

Mistral AI Akuisisi Koyeb untuk Kembangkan Infrastruktur Cloud AI di Eropa
Mistral AI, perusahaan teknologi asal Prancis dengan nilai valuasi 13,8 miliar dolar AS, mengumumkan akuisisi pertamanya dengan membeli Koyeb, startup Paris yang fokus pada deployment aplikasi AI secara serverless. Langkah ini memperkuat strategi Mistral sebagai pesaing OpenAI yang ingin menawarkan solusi AI lengkap dari pengembangan model hingga infrastruktur cloud. Koyeb didirikan pada tahun 2020 oleh tiga mantan karyawan Scaleway dan dikenal membantu developer menyederhanakan proses deploy model AI tanpa harus mengelola server sendiri. Sebelum akuisisi, Koyeb sudah mendukung deployment model Mistral dan lainnya dengan pendekatan serverless yang makin penting untuk kebutuhan AI yang semakin berat. Dengan bergabung ke Mistral, tim dan teknologi Koyeb akan diintegrasikan ke dalam layanan Mistral Compute yang diluncurkan pada Juni 2025. Hal ini memungkinkan Mistral untuk mempermudah deployment model langsung di hardware klien, mengoptimalkan pemakaian GPU, dan skalabilitas proses inference AI. Mistral juga berinvestasi besar-besaran dengan menyuntikkan 1,4 miliar dolar AS untuk membangun data center di Swedia, demi memperkuat alternatif infrastruktur cloud AI yang berdaulat di Eropa, bukan bergantung pada penyedia asal Amerika Serikat. Koyeb sendiri akan fokus melayani klien enterprise saja seiring transisi ini. Dengan akuisisi ini, Mistral semakin menegaskan posisinya sebagai penyedia ekosistem AI yang lengkap dan berdaulat di Eropa. Perusahaan juga terus melakukan perekrutan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan produk-produk AI masa depan yang lebih canggih.
17 Feb 2026, 23.44 WIB

Pentingnya Pengelolaan Memori dalam Infrastruktur AI yang Mahal dan Kompleks

Biasanya saat membahas biaya pembangunan infrastruktur AI, perhatian utama jatuh pada Nvidia dan GPU yang mereka produksi. Namun, ada faktor lain yang sama pentingnya, yaitu harga chip memori DRAM yang kini melonjak hingga 7 kali lipat dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini menjadi tantangan besar bagi para hyperscaler atau perusahaan besar yang membangun banyak data center baru dengan investasi miliaran dolar. Seiring dengan kenaikan harga memori, pengelolaan data agar dapat diakses dengan efisien oleh model-model AI jadi sangat penting. Jika pengelolaan memori dilakukan dengan baik, kueri AI bisa dilakukan dengan jumlah token yang lebih sedikit, sehingga biayanya turun dan performa meningkat. Ini menjadi masalah krusial yang bisa menentukan apakah perusahaan bisa bertahan atau tidak di bisnis AI. Pembahasan menarik datang dari Dan O’Laughlin dan Val Bercovici, yang mengupas bagaimana caching prompt pada model Anthropic seperti Claude dapat menghemat biaya. Mereka menjelaskan ada opsi untuk menyimpan prompt di memori cache mulai dari 5 menit hingga 1 jam, dengan biaya yang berbeda. Manajemen yang tepat memastikan data penting tetap ada di cache dan menghindari pembuangan data yang masih dibutuhkan. Selain Anthropic, startup seperti TensorMesh juga mengerjakan optimasi cache di lapisan teknologi AI yang lebih rendah. Lebih jauh lagi, para engineer dan pengguna akhir AI kini semakin pintar dalam mengatur 'model swarms' atau kumpulan model AI agar bisa memanfaatkan memori cache bersama secara optimal. Semua inovasi ini punya potensi besar untuk menurunkan biaya pemrosesan, membuka peluang bisnis baru. Kesimpulannya, manajemen memori akan menjadi bagian penting untuk keberhasilan AI ke depan. Dengan harga memori yang semakin mahal dan kebutuhan operasional yang terus meningkat, kemampuan mengelola memori adalah kunci efisiensi dan daya saing. Perusahaan yang mampu melakukannya akan menjadi pionir di era AI yang semakin berkembang dan terjangkau.
17 Feb 2026, 20.00 WIB

Kelahiran Kembali Music Mouse: Alat Musik Digital Ikonik dari Laurie Spiegel

Music Mouse adalah sebuah alat musik khusus yang diciptakan pada tahun 1986 oleh Laurie Spiegel, seorang pionir musik elektronik. Alat ini memungkinkan pengguna untuk membuat melodi dan harmoni dengan menggerakkan mouse komputer pada sebuah grid XY yang unik, yang pada masa itu adalah inovasi baru karena mouse komputer baru mulai populer bersama keluarnya Macintosh 128K. Laurie Spiegel merupakan seorang komposer dan teknolog yang sangat berpengalaman, dengan karya seperti album legendaris The Expanding Universe dan lagu Harmony of the Worlds yang dibawa oleh Voyager Golden Record. Dia juga memiliki latar belakang kuat dalam eksperimen digital dan sintesis suara sejak awal kariernya di Bell Labs. Bersama dengan perusahaan Eventide, Laurie Spiegel berhasil menghidupkan kembali Music Mouse dalam versi terbaru yang kompatibel dengan komputer modern. Versi ini menawarkan mesin suara lebih canggih dengan patch Yamaha DX7 serta fitur MIDI yang memungkinkan integrasi dengan Digital Audio Workstation (DAW) atau perangkat synthesizer eksternal. Laurie Spiegel menegaskan bahwa Music Mouse bukanlah program berbasis AI atau algoritma generatif, melainkan sebuah instrumen cerdas yang menolong manusia dalam proses bermusik tanpa mengambil alih kreativitasnya. Alat ini memberikan kebebasan ekspresi dan dukungan musik yang membuat proses memainkan musik menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Menurut Spiegel, komputer kini menjadi instrumen rakyat yang memungkinkan siapa saja untuk bereksperimen dan mengembangkan musik mereka secara personal dengan mengadaptasi dan memodifikasi karya yang mereka miliki. Music Mouse membantu menjembatani gap antara pengetahuan musik yang terbatas dan kemampuan untuk menciptakan musik yang bermakna bagi penggunanya.
10 Feb 2026, 21.00 WIB

ByteDance Hadirkan Seedream 5.0, Saingan Murah Nano Banana dari Google

Perusahaan teknologi besar dari China dan Amerika Serikat kini bersaing ketat dalam mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan gambar profesional dengan biaya rendah. ByteDance, induk dari TikTok, meluncurkan model terbaru mereka, Seedream 5.0, untuk menjawab tantangan ini dengan fitur-fitur unggulan. Seedream 5.0 dilengkapi dengan kemampuan penalaran yang lebih kuat dan akurasi yang meningkat, membuat model ini dapat memahami serta menanggapi perintah teks dari pengguna dengan lebih baik. Fitur pengeditan yang ditingkatkan juga memungkinkan pengguna untuk memperbaiki bagian-bagian tertentu dari gambar tanpa perlu mengulang dari awal. Peluncuran model ini bertepatan dengan rilis model terbaru Alibaba Cloud, Qwen-Image-2.0, yang semakin memperlihatkan kompetisi teknologi AI generatif yang semakin intens di China. ByteDance berupaya menghadirkan alternatif yang lebih murah namun kompetitif dibandingkan dengan Google Nano Banana Pro. Model Seedream 5.0 saat ini tersedia dalam versi beta pada platform Jimeng dan CapCut, yang merupakan platform pembuatan konten AI buatan ByteDance dengan cakupan pengguna domestic dan global. Hal ini mempermudah akses bagi individu dan bisnis untuk mencoba teknologi generatif gambar terbaru. Dengan kemajuan ini, persaingan dalam teknologi AI semakin meningkatkan kualitas dan menurunkan biaya produksi konten digital, sehingga memungkinkan lebih banyak pengguna menciptakan karya visual berkualitas tinggi tanpa memerlukan keahlian khusus atau biaya besar.
09 Feb 2026, 06.58 WIB

Super Bowl LX: AI Jadi Bintang Baru di Tengah Pertandingan dan Iklan

Super Bowl LX akan segera digelar dengan pertandingan seru antara Seattle Seahawks dan New England Patriots. Selain aksi di lapangan, acara ini juga menawarkan hiburan dengan penampilan Bad Bunny sebagai bintang pertunjukan paruh waktu. Teknologi AI mulai mendapatkan perhatian besar selama jeda iklan Super Bowl, mengikuti jejak iklan tahun lalu dari Google Gemini yang sempat tampil kurang tepat dalam memaparkan statistik keju. Tahun ini, akan ada iklan dari platform AI Anthropic yang secara cerdas mengambil kesempatan untuk menyindir pesaingnya, terutama OpenAI, menunjukkan adanya persaingan sengit di dunia teknologi AI. Adanya kemungkinan iklan yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI juga semakin mendekati kenyataan, menandai terobosan baru dalam dunia periklanan, yang sebelumnya dikapitalisasi oleh tren seperti cryptocurrency beberapa tahun lalu. Super Bowl LX akan disiarkan secara langsung melalui NBC dan Peacock pada tanggal 8 Februari pukul 18:30 ET, yang memungkinkan jutaan penonton menyaksikan evolusi teknologi secara real-time dalam bentuk iklan dan hiburan.
09 Feb 2026, 02.36 WIB

Startup Fable Gunakan AI Untuk Hidupkan Kembali Cuplikan Film Hilang Orson Welles

Fable, sebuah startup teknologi, berencana merekonstruksi bagian hilang dari film klasik "The Magnificent Ambersons" karya Orson Welles menggunakan AI generatif. Proyek ini didasari oleh kecintaan sang pendiri, Edward Saatchi, pada karya Welles dan keinginan mengembalikan visi orisinal film yang pernah dipotong secara drastis oleh studio. Film "The Magnificent Ambersons" sebelumnya mengalami pemotongan selama 43 menit setelah preview yang mengecewakan, diikuti dengan penambahan adegan penutup yang dibuat studio tanpa persetujuan Welles. Potongan rekaman asli tersebut akhirnya dihancurkan, menjadikan film ini sebagai salah satu misteri besar dalam dunia sinema. Fable bekerja sama dengan filmmaker Brian Rose yang sebelumnya mencoba merekonstruksi film ini menggunakan animasi berdasarkan foto dan naskah asli. Bedanya, Fable menggunakan teknologi AI canggih untuk merekam adegan live action dan kemudian menerapkan elemen digital untuk menghidupkan kembali para aktor asli beserta suara mereka. Namun, proyek ini menghadapi berbagai tantangan teknis seperti kesalahan digital hingga kesulitan meniru pencahayaan khas Welles. Selain itu, ada kritik dari ahli dan keluarga Welles tentang otentisitas dan nilai seni hasil rekonstruksi, yang dianggap sebagai interpretasi baru, bukan pengganti karya asli. Meskipun begitu, Saatchi berusaha menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Welles dan Warner Bros. untuk mendapatkan izin resmi. Proyek ini memperlihatkan dilema penting antara pemanfaatan teknologi canggih untuk seni klasik dan mempertahankan makna serta keaslian karya asli di era modern.
Setelahnya

Baca Juga

  • Integrasi AI dalam Layanan Bisnis

  • Ekosistem Elektronik Konsumen yang Berkembang

  • Tantangan Mobilitas Otonom

  • Guncangan Politik dan Ekonomi China

  • Inovasi Mobilitas Otonom dan Listrik