Startup Fable Gunakan AI Untuk Hidupkan Kembali Cuplikan Film Hilang Orson Welles
Courtesy of TechCrunch

Startup Fable Gunakan AI Untuk Hidupkan Kembali Cuplikan Film Hilang Orson Welles

Menjelaskan mengapa startup Fable berusaha merekonstruksi cuplikan hilang film klasik dengan AI, memahami motivasi dibalik proyek kontroversial ini, dan membahas tantangan serta kritik yang dihadapi dalam upaya ini.

09 Feb 2026, 02.36 WIB
245 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Proyek rekonstruksi footage hilang dari 'The Magnificent Ambersons' menggunakan AI memicu perdebatan tentang nilai dan keaslian seni.
  • Cinta dan penghormatan terhadap karya Orson Welles menjadi motivasi utama bagi pendiri Fable, Edward Saatchi.
  • Tantangan teknis dan etis dalam menggunakan teknologi untuk merekonstruksi film klasik mencerminkan kompleksitas hubungan antara seni, kehilangan, dan teknologi.
New York, Amerika Serikat - Fable, sebuah startup teknologi, berencana merekonstruksi bagian hilang dari film klasik "The Magnificent Ambersons" karya Orson Welles menggunakan AI generatif. Proyek ini didasari oleh kecintaan sang pendiri, Edward Saatchi, pada karya Welles dan keinginan mengembalikan visi orisinal film yang pernah dipotong secara drastis oleh studio.
Film "The Magnificent Ambersons" sebelumnya mengalami pemotongan selama 43 menit setelah preview yang mengecewakan, diikuti dengan penambahan adegan penutup yang dibuat studio tanpa persetujuan Welles. Potongan rekaman asli tersebut akhirnya dihancurkan, menjadikan film ini sebagai salah satu misteri besar dalam dunia sinema.
Fable bekerja sama dengan filmmaker Brian Rose yang sebelumnya mencoba merekonstruksi film ini menggunakan animasi berdasarkan foto dan naskah asli. Bedanya, Fable menggunakan teknologi AI canggih untuk merekam adegan live action dan kemudian menerapkan elemen digital untuk menghidupkan kembali para aktor asli beserta suara mereka.
Namun, proyek ini menghadapi berbagai tantangan teknis seperti kesalahan digital hingga kesulitan meniru pencahayaan khas Welles. Selain itu, ada kritik dari ahli dan keluarga Welles tentang otentisitas dan nilai seni hasil rekonstruksi, yang dianggap sebagai interpretasi baru, bukan pengganti karya asli.
Meskipun begitu, Saatchi berusaha menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Welles dan Warner Bros. untuk mendapatkan izin resmi. Proyek ini memperlihatkan dilema penting antara pemanfaatan teknologi canggih untuk seni klasik dan mempertahankan makna serta keaslian karya asli di era modern.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/08/okay-im-slightly-less-mad-about-that-magnificent-ambersons-ai-project/

Analisis Ahli

Simon Callow
"Menganggap proyek ini sebagai ide yang hebat karena merefleksikan penghormatan besar pada karya Orson Welles dan memberikan kesempatan bagi penonton melihat visi yang hilang."
Melissa Galt
"Mengkritik proyek ini karena dianggap tidak mewakili kebenaran asli karya dan lebih merupakan interpretasi baru yang mungkin bertentangan dengan prinsip keaslian yang dianut oleh aktris Anne Baxter."

Analisis Kami

"Menggunakan AI untuk merekonstruksi karya klasik mungkin tampak seperti terobosan kreatif, tapi sejatinya ini menantang nilai esensial dari seni yang lahir dari keterbatasan dan kemanusiaan. Proyek ini memperlihatkan bahwa teknologi tidak bisa begitu saja menggantikan ataupun memperbaiki kehilangan seni tanpa melewati persoalan mendalam tentang otentisitas dan makna asli karya."

Prediksi Kami

Kemungkinan besar film rekonstruksi ini akan menjadi bahan kontroversi yang menarik perdebatan panjang antara penggemar seni sinema dan perkembangan teknologi AI, serta berpotensi hanya dirilis terbatas atau sebagai arsip tanpa distribusi luas.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari proyek yang dipimpin oleh Edward Saatchi dan Fable?
A
Tujuan proyek ini adalah untuk merekonstruksi footage yang hilang dari 'The Magnificent Ambersons' menggunakan teknologi AI generatif.
Q
Mengapa 'The Magnificent Ambersons' dianggap sebagai film yang hilang yang berharga?
A
'The Magnificent Ambersons' dianggap berharga karena pemotongan yang signifikan dan hilangnya footage asli yang disutradarai oleh Orson Welles, yang diyakini memiliki visi yang lebih baik.
Q
Siapa Brian Rose dan apa kontribusinya terhadap proyek ini?
A
Brian Rose adalah seorang pembuat film yang telah berusaha selama bertahun-tahun untuk merekonstruksi footage hilang dari film ini dan kini bekerja sama dengan Fable.
Q
Apa tantangan yang dihadapi dalam rekonstruksi footage menggunakan AI?
A
Tantangan dalam rekonstruksi termasuk mengatasi kesalahan yang jelas dan mereproduksi estetika pencahayaan serta bayangan yang kompleks dari karya Welles.
Q
Bagaimana reaksi dari keluarga Orson Welles terhadap proyek ini?
A
Keluarga Orson Welles, termasuk putrinya Beatrice, menunjukkan skeptisisme tetapi juga mengakui bahwa mereka menghargai pendekatan yang hormat terhadap proyek ini.