Fokus
Finansial

Evolusi Investasi Teknologi Global dan IPO

Share

Cerita ini mengkaji strategi investasi, restrukturisasi korporasi dan dinamika IPO di sektor teknologi global yang melibatkan perusahaan-perusahaan inovatif dan pasar modal internasional.

17 Feb 2026, 01.53 WIB

Andreessen Horowitz Rajin Cari Startup AI di Stockholm untuk Investasi Masa Depan

Andreessen Horowitz Rajin Cari Startup AI di Stockholm untuk Investasi Masa Depan
Andreessen Horowitz, firma modal ventura besar asal Amerika Serikat, semakin intens mencari peluang investasi di ekosistem startup luar negeri tanpa membuka kantor lokal. Gabriel Vasquez, salah satu partner mereka, bahkan melakukan sembilan kali perjalanan dari New York ke Stockholm dalam satu tahun untuk menemukan startup berpotensi tinggi seperti Dentio. Pendekatan ini menunjukkan bahwa mereka berupaya memahami pasar dan perkembangan inovasi di berbagai belahan dunia secara mendalam. Dentio adalah startup asal Swedia yang mendapatkan pendanaan pre-seed sebesar 2,3 juta dolar AS dari a16z. Startup ini fokus membantu praktik dokter gigi mengelola pekerjaan administratif menggunakan teknologi kecerdasan buatan, khususnya model bahasa besar (LLM). Ide ini bermula karena pengalaman pribadi salah satu pendirinya yang ibunya adalah dokter gigi dan merasakan beban administratif yang cukup besar, sehingga mereka ingin membantu memudahkan pekerjaan tersebut lewat solusi AI. Startup ini merupakan bagian dari ekosistem SSE Labs, sebuah inkubator di Stockholm School of Economics, yang telah melahirkan beberapa perusahaan teknologi sukses di Swedia. Bersama itu, pendiri Dentio juga mendapat dukungan dari program inovasi di KTH Royal Institute of Technology. Ini membuktikan bagaimana kolaborasi antar institusi pendidikan setempat dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan startup inovatif. Andreessen Horowitz tidak hanya mengandalkan kunjungan langsung tetapi juga membangun jaringan dengan pendiri startup sukses dari Swedia, seperti Fredrik Hjelm dan Johannes Schildt, untuk membantu mereka menemukan talenta terbaik di wilayah tersebut. Strategi ini efektif untuk memetakan ekosistem dan menyingkap peluang investasi dengan akurat serta cepat. Dentio sangat menekankan aspek keamanan dan perlindungan data dengan memproses data di Swedia dan Finlandia sesuai regulasi ketat Uni Eropa, yang menjadi nilai jual penting di pasar Eropa. Mereka yakin solusi mereka tidak hanya akan berfungsi di Swedia tetapi juga akan dapat diperluas ke negara lain di Eropa dan bahkan dunia, membawa potensi pertumbuhan dan sukses yang besar.
13 Jan 2026, 10.45 WIB

Brin dan Page Pindah dari California Karena Pajak Kekayaan Baru, Apa Dampaknya?

Brin dan Page Pindah dari California Karena Pajak Kekayaan Baru, Apa Dampaknya?
Sergey Brin dan Larry Page, dua pendiri Google yang kini menjadi orang terkaya dunia, telah memutuskan untuk meninggalkan California sebagai respons terhadap rencana pajak kekayaan baru yang akan diberlakukan di negara bagian tersebut. Pajak ini ditargetkan kepada warga dengan aset lebih dari 1 miliar dolar AS dan bertujuan untuk menutup defisit anggaran. Pada bulan Desember 2025, 15 entitas bisnis yang mengelola investasi dan kepentingan mereka di California dibubarkan atau dialihkan ke negara bagian lain seperti Nevada dan Delaware. Salah satu entitas yang dialihkan adalah T-Rex LLC yang berubah menjadi T-Rex Holdings dan memindahkan kantor menjadi di Reno, Nevada. Jika referendum pajak tersebut disahkan pada November 2026, ketentuannya akan berlaku retroaktif sejak 1 Januari 2026. Ini berarti para miliarder harus sudah tidak berdomisili di California sebelum akhir Desember 2025 untuk menghindari pajak tersebut. Selain mengalihkan entitas bisnis, Larry Page juga membentuk kendaraan investasi baru di Delaware, termasuk untuk riset influenza dan proyek mobil terbang. Meski demikian, aktivitas bisnis sebenarnya dari entitas-entitas ini belum jelas dan mereka menggunakan struktur LLC yang fleksibel dan minim keterbukaan publik. Sementara itu, pengacara selebritas Alex Spiro memperingatkan Gubernur California bahwa penerapan kebijakan ini dapat memicu perpindahan modal dan inovasi ke negara bagian lain. Hal ini menunjukkan bahwa pajak kekayaan mungkin berdampak negatif terhadap ekosistem bisnis di California dalam jangka panjang.
04 Jan 2026, 13.00 WIB

Kebijakan Baru CSRC Dongkrak Penjualan Saham Perusahaan Teknologi di Cina

Kebijakan Baru CSRC Dongkrak Penjualan Saham Perusahaan Teknologi di Cina
Pada tahun 2025, pasar saham di daratan Cina mengalami kebangkitan berkat pelonggaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pengawas Sekuritas China (CSRC). Setelah membatasi jumlah penawaran umum perdana (IPO) dan memperketat pemeriksaan pada tahun sebelumnya, CSRC mulai menyetujui lebih banyak perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di bursa. Perubahan ini terutama memberi peluang bagi perusahaan teknologi pra-laba untuk melakukan IPO, sejalan dengan upaya pemerintah Cina untuk mengganti produk teknologi impor dengan hasil dalam negeri. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah perusahaan pengembang GPU yang menjadi pesaing Nvidia. Dalam setahun, sebanyak 115 perusahaan berhasil menghimpun dana hingga 128 miliar yuan atau sekitar 18,3 miliar dolar AS melalui IPO di bursa saham Shanghai, Shenzhen, dan Beijing. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan total IPO pada 2024 yang mencapai sekitar 67,4 miliar yuan. Beberapa perusahaan teknologi dengan profil tinggi yang berhasil melantai di bursa termasuk Moore Threads Technology dan MetaX Integrated Circuits, yang ikut mengangkat kembali semangat pasar modal. Selain itu, pasar saham Hong Kong juga turut ramai dengan IPO dari perusahaan besar Cina, menciptakan tren positif di kawasan tersebut. Para analis memperkirakan bahwa kebijakan baru ini akan mendorong percepatan IPO di tahun-tahun mendatang. Reformasi tambahan diharapkan membuat pasar modal Cina semakin inklusif dan berlapis, sehingga membuka lebih banyak peluang bagi berbagai jenis perusahaan untuk mendapatkan pendanaan publik.
26 Des 2025, 16.28 WIB

LandSpace Dekati IPO di Shanghai, Dorong Industri Roket Swasta China Melesat

LandSpace Dekati IPO di Shanghai, Dorong Industri Roket Swasta China Melesat
LandSpace, perusahaan peluncuran roket swasta yang berbasis di Beijing, baru saja menyelesaikan tahap penting dalam proses initial public offering (IPO) dengan regulator China. Langkah ini menempatkan LandSpace selangkah lebih dekat untuk mendaftar di Star Market Shanghai, pasar modal yang mirip dengan Nasdaq dan berfokus pada teknologi tinggi. Proses pembimbingan IPO nyaris selalu menjadi langkah awal sebelum perusahaan resmi mengajukan permohonan pencatatan saham. Dengan melewati tahap ini, LandSpace menunjukkan kesiapan mereka untuk mendapatkan modal besar melalui bursa saham, sebuah hal yang krusial untuk mendukung perkembangan teknologi peluncuran ulang yang ingin dikembangkan. Sektor teknologi peluncuran roket, terutama yang menitikberatkan pada kemampuan penggunaan ulang (reusable launch technology), menarik minat besar dari investor global. Hal ini didorong oleh rencana besar SpaceX, perusahaan roket terbesar dunia, yang berencana melakukan IPO pada tahun 2026 dengan target valuasi yang sangat tinggi, mencapai 1,5 triliun dolar AS. Selain LandSpace, banyak perusahaan roket swasta China lainnya seperti Galactic Energy, Space Pioneer, i-Space, dan CAS Space juga mulai mempersiapkan diri untuk memasuki pasar modal melalui proses pembimbingan IPO. Beberapa perusahaan seperti Adaspace Technology dan Fortunetone Technology memilih untuk mendaftar di bursa saham Hong Kong. Industri roket komersial di China kini berada dalam tahap percepatan untuk mendapatkan pendanaan besar. Pendanaan ini sangat dibutuhkan untuk membiayai uji peluncuran berulang, meningkatkan kapasitas produksi, dan akhirnya mencapai teknologi peluncuran ulang yang efisien dan kompetitif di panggung global.
19 Des 2025, 21.37 WIB

Krafton Luncurkan Dana Investasi Rp60 Triliun untuk Kembangkan Startup di India

Krafton, perusahaan game asal Korea Selatan yang terkenal dengan judul PUBG dan BGMI, berencana meluncurkan dana investasi besar untuk pasar India. Dana ini diberi nama Unicorn Growth Fund dan merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan internet Naver serta investor Mirae Asset. Tujuan utama dana ini adalah untuk memperluas investasi di berbagai startup teknologi di India, salah satu pasar digital terbesar di dunia. Dana Unicorn Growth Fund ini akan mengelola investasi hingga 60 miliar rupee atau setara dengan sekitar 669,3 juta dolar AS dalam periode empat tahun. Pada awal peluncuran, dana ini diperkirakan memiliki modal sekitar 30 miliar rupee. Krafton sendiri akan menyumbangkan 12,3 miliar rupee di tahap pertama, dengan komitmen investasi dari Naver yang hampir setara. Investasi dari dana ini tidak hanya fokus pada sektor gaming, tetapi juga menjangkau bidang lain seperti konten dan fintech. Krafton sebelumnya telah menanamkan modal lebih dari 200 juta dolar AS di India, termasuk investasi di perusahaan fintech Cashfree dan beberapa platform gaming dan konten populer seperti Nodwin Gaming dan Pratilipi. Krafton juga sempat menghadapi tantangan ketika BGMI dilarang oleh pemerintah India sebelum akhirnya diizinkan kembali. Selain peluncuran dana investasi, Krafton melakukan berbagai penyesuaian operasional di India. Termasuk berhenti bekerja sama dengan Tencent dan memindahkan server India ke cloud Microsoft Azure untuk memenuhi kekhawatiran regulasi. Semua usaha ini menunjukkan keseriusan Krafton dalam membangun kehadiran jangka panjang yang kuat di pasar India. Dengan dana investasi ini, Krafton berharap dapat memperluas cakupan investasinya ke lebih banyak startup teknologi di India dengan ukuran investasi antara 10 hingga 30 juta dolar AS. Strategi ini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekosistem teknologi India serta memperkuat posisi Krafton sebagai pemain utama dalam industri digital Asia.