
LandSpace, perusahaan peluncuran roket swasta yang berbasis di Beijing, baru saja menyelesaikan tahap penting dalam proses initial public offering (IPO) dengan regulator China. Langkah ini menempatkan LandSpace selangkah lebih dekat untuk mendaftar di Star Market Shanghai, pasar modal yang mirip dengan Nasdaq dan berfokus pada teknologi tinggi.
Proses pembimbingan IPO nyaris selalu menjadi langkah awal sebelum perusahaan resmi mengajukan permohonan pencatatan saham. Dengan melewati tahap ini, LandSpace menunjukkan kesiapan mereka untuk mendapatkan modal besar melalui bursa saham, sebuah hal yang krusial untuk mendukung perkembangan teknologi peluncuran ulang yang ingin dikembangkan.
Sektor teknologi peluncuran roket, terutama yang menitikberatkan pada kemampuan penggunaan ulang (reusable launch technology), menarik minat besar dari investor global. Hal ini didorong oleh rencana besar SpaceX, perusahaan roket terbesar dunia, yang berencana melakukan IPO pada tahun 2026 dengan target valuasi yang sangat tinggi, mencapai 1,5 triliun dolar AS.
Selain LandSpace, banyak perusahaan roket swasta China lainnya seperti Galactic Energy, Space Pioneer, i-Space, dan CAS Space juga mulai mempersiapkan diri untuk memasuki pasar modal melalui proses pembimbingan IPO. Beberapa perusahaan seperti Adaspace Technology dan Fortunetone Technology memilih untuk mendaftar di bursa saham Hong Kong.
Industri roket komersial di China kini berada dalam tahap percepatan untuk mendapatkan pendanaan besar. Pendanaan ini sangat dibutuhkan untuk membiayai uji peluncuran berulang, meningkatkan kapasitas produksi, dan akhirnya mencapai teknologi peluncuran ulang yang efisien dan kompetitif di panggung global.