Kebijakan Baru CSRC Dongkrak Penjualan Saham Perusahaan Teknologi di Cina
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Jan 2026
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Reformasi CSRC berhasil meningkatkan jumlah IPO di China secara signifikan.
Perusahaan teknologi baru, termasuk yang bersaing dengan Nvidia, mulai melakukan penawaran saham perdana.
Dukungan kebijakan diharapkan akan berlanjut dan mempercepat pertumbuhan pasar modal di tahun-tahun mendatang.
Pada tahun 2025, pasar saham di daratan Cina mengalami kebangkitan berkat pelonggaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pengawas Sekuritas China (CSRC). Setelah membatasi jumlah penawaran umum perdana (IPO) dan memperketat pemeriksaan pada tahun sebelumnya, CSRC mulai menyetujui lebih banyak perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di bursa.
Perubahan ini terutama memberi peluang bagi perusahaan teknologi pra-laba untuk melakukan IPO, sejalan dengan upaya pemerintah Cina untuk mengganti produk teknologi impor dengan hasil dalam negeri. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah perusahaan pengembang GPU yang menjadi pesaing Nvidia.
Dalam setahun, sebanyak 115 perusahaan berhasil menghimpun dana hingga 128 miliar yuan atau sekitar 18,3 miliar dolar AS melalui IPO di bursa saham Shanghai, Shenzhen, dan Beijing. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan total IPO pada 2024 yang mencapai sekitar 67,4 miliar yuan.
Beberapa perusahaan teknologi dengan profil tinggi yang berhasil melantai di bursa termasuk Moore Threads Technology dan MetaX Integrated Circuits, yang ikut mengangkat kembali semangat pasar modal. Selain itu, pasar saham Hong Kong juga turut ramai dengan IPO dari perusahaan besar Cina, menciptakan tren positif di kawasan tersebut.
Para analis memperkirakan bahwa kebijakan baru ini akan mendorong percepatan IPO di tahun-tahun mendatang. Reformasi tambahan diharapkan membuat pasar modal Cina semakin inklusif dan berlapis, sehingga membuka lebih banyak peluang bagi berbagai jenis perusahaan untuk mendapatkan pendanaan publik.
Analisis Ahli
Wang Zhengzhi
Kebijakan tahun 2025 yang mendorong IPO akan mempercepat penjualan saham baru di tahun 2026 dan menciptakan pasar modal yang lebih inklusif serta multilapis di Cina.

