Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Evolusi Investasi Teknologi dan Strategi IPO

Share

Cerita mengenai dinamika investasi di bidang teknologi, strategi penawaran umum perdana (IPO) dan restrukturisasi korporat yang membentuk pasar serta mendorong inovasi dalam dunia bisnis.

20 Jan 2026, 11.45 WIB

Moonshot AI China Tembus Valuasi Rp 80.16 triliun (US$4,8 Miliar) dengan Dukungan Alibaba dan Tencent

Moonshot AI China Tembus Valuasi Rp 80.16 triliun (US$4,8 Miliar)  dengan Dukungan Alibaba dan Tencent
Moonshot, sebuah startup teknologi AI asal China yang dikenal lewat chatbot Kimi, berhasil meningkatkan valuasinya secara signifikan menjadi US$ 4,8 miliar dalam beberapa pekan. Kenaikan ini terjadi hanya setelah perusahaan tersebut menutup pendanaan senilai US$ 4,3 miliar pada bulan Desember. Hal ini menunjukkan minat yang besar dari investor terhadap perkembangan AI di China. Menurut laporan CNBC International, pendanaan Moonshot AI akan segera selesai karena banyaknya permintaan dari investor. Para investor bersaing untuk memperoleh saham di perusahaan ini karena prospek perkembangan AI di China sangat menjanjikan, apalagi perusahaan-perusahaan AI China tengah berlomba untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Beberapa perusahaan AI China seperti Zhipu dan MiniMax yang sudah melakukan IPO di bursa Hong Kong berhasil membawa harga saham mereka terus naik secara signifikan. Zhipu yang dikenal juga sebagai Knowledge Atlas memiliki kapitalisasi pasar senilai US$ 13 miliar, sementara MiniMax mencapai US$ 15,2 miliar pada penutupan pasar terbaru. Produk chatbot AI buatan perusahaan China sangat populer di dalam negeri karena adanya pembatasan akses terhadap produk asal Amerika Serikat seperti ChatGPT dan Gemini. Hal ini memberikan peluang besar bagi perusahaan AI lokal untuk menguasai pasar dalam negeri serta menarik investasi besar dari dalam maupun luar China. Selain itu, Moonshot AI mendapat dukungan dari dua raksasa teknologi China, Alibaba dan Tencent. Kedua perusahaan teknologi besar ini ikut berpartisipasi dalam tahapan pendanaan terakhir yang menunjukkan kepercayaan tinggi mereka terhadap potensi Moonshot dalam mengembangkan teknologi AI dan bersaing di pasar global.
18 Des 2025, 18.00 WIB

Mengapa Perusahaan Harus Beralih Dari ERP Lama ke Solusi Harga Modern

Mengapa Perusahaan Harus Beralih Dari ERP Lama ke Solusi Harga Modern
Saat ini, model pendapatan perusahaan berubah drastis karena teknologi baru dan tuntutan pelanggan yang menginginkan fleksibilitas. Contohnya, Netflix yang bertransformasi dari penyewaan DVD ke streaming harus mengubah total infrastruktur harga mereka. Perubahan ini mencerminkan bagaimana perusahaan sekarang harus menata ulang strategi monetisasi mereka agar sesuai dengan ekonomi modern. ERP tradisional yang menggabungkan berbagai fungsi keuangan dan back-office dulunya efektif karena harga dan model bisnis yang seragam. Namun, model harga yang kini semakin kompleks dengan variasi seperti harga berbasis konsumsi dan paket tiered membuat ERP menjadi terlalu kaku dan menyulitkan pertumbuhan perusahaan. Banyak perusahaan kemudian memilih unbundling, yaitu memisahkan ERP menjadi solusi khusus yang fokus pada fungsi tertentu seperti harga atau kontrak. Pendekatan ini memberikan kebebasan memilih teknologi terbaik yang sesuai kebutuhan, meningkatkan kecepatan implementasi, dan memudahkan adaptasi terhadap perubahan pasar yang cepat. Meski demikian, perpindahan ke solusi khusus membawa tantangan seperti kebutuhan integrasi data yang kuat agar tidak terjadi silo data, risiko keamanan karena tambahan platform, serta kebutuhan pelatihan bagi karyawan agar mereka dapat mengoperasikan sistem baru dengan efektif. Perencanaan perubahan yang matang sangat penting untuk meminimalkan gangguan operasional. Dengan adanya automasi dan AI yang mulai diintegrasikan dalam solusi khusus, operasi pendapatan dapat menjadi lebih efisien dan inovatif. Di masa depan, perusahaan yang dapat beradaptasi dengan model harga customer-centric dan teknologi terbaru akan lebih mampu mempertahankan pelanggan dan mempercepat pertumbuhan bisnisnya.
18 Des 2025, 15.39 WIB

Indeks Saham Teknologi Hong Kong Turun Karena Kekhawatiran Gelembung AI

Indeks Saham Teknologi Hong Kong Turun Karena Kekhawatiran Gelembung AI
Pasar saham Hong Kong bergerak sideways pada hari Kamis, dengan indeks Hang Seng Tech turun 0,7 persen akibat kekhawatiran investor mengenai potensi gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, indeks Hang Seng utama sedikit naik 0,1 persen di tengah sentimen pasar yang hati-hati. Beberapa saham besar mengalami penurunan cukup signifikan, termasuk Xiaomi yang turun 2,5 persen dan Alibaba yang turun 1,3 persen. Penurunan juga terjadi pada saham Baidu dan Pop Mart, seiring kekhawatiran tentang keberlanjutan laba mereka di tengah persaingan dan kondisi pasar saat ini. Sebaliknya, saham China Petroleum dan Chemical Corp, juga dikenal sebagai Sinopec, melonjak 6,5 persen dan China Merchants Bank naik 2,4 persen, menunjukkan adanya minat pada sektor energi dan perbankan di tengah ketidakpastian pasar teknologi. Sentimen negatif di Hong Kong juga dipengaruhi oleh penurunan pasar saham AS, khususnya Nasdaq 100 yang merosot hampir 2 persen. Kejatuhan Oracle setelah mitranya menolak membiayai proyek data center senilai 10 miliar dolar AS menjadi sinyal negatif bagi sektor teknologi, terutama yang berbasis AI. Para analis menyatakan bahwa perhatian investor mulai bergeser setelah beberapa perusahaan AI gagal memenuhi ekspektasi tinggi. Pasar menunggu adanya katalis baru atau laporan ekonomi seperti inflasi untuk bisa mengembalikan kepercayaan dan menstabilkan harga saham.
18 Des 2025, 15.00 WIB

Desember Ramai IPO, Pertanda Kebangkitan Pasar Modal Hong Kong

Desember Ramai IPO, Pertanda Kebangkitan Pasar Modal Hong Kong
Hong Kong sedang mengalami lonjakan besar dalam kegiatan penawaran umum perdana (IPO) di bulan Desember, yang menjadi bulan tersibuk dalam empat tahun terakhir. Setidaknya 15 perusahaan dijadwalkan melantai dalam beberapa minggu terakhir tahun ini, meskipun biasanya pasar melemah karena libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu IPO terbesar berasal dari Insilico Medicine, sebuah perusahaan bioteknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempercepat pengembangan obat. Insilico menargetkan penggalangan dana sebesar HKRp 38.41 triliun ($2,3 miliar) atau sekitar 326,6 juta dolar AS. Selain Insilico, ada juga perusahaan seperti CiDi yang fokus pada teknologi mobil otonom dan Nuobikan yang bergerak di bidang solusi AI. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih sangat tertarik pada sektor teknologi dan kesehatan meskipun musim liburan. Dalam 18 hari pertama bulan Desember, sudah ada 12 perusahaan yang sukses mencatatkan sahamnya di bursa, dan total dana yang terkumpul sangat besar mencapai hampir HKRp 242.15 triliun ($14,5 miliar) . Tahun ini secara keseluruhan 114 perusahaan sudah melakukan IPO dengan total dana sekitar HKRp 4.78 quadriliun ($286,3 miliar) . Data dan tren ini menunjukkan bahwa pasar IPO Hong Kong mulai pulih dari masa-masa lesu sebelumnya dan bisa menjadi sinyal baik untuk masa depan penggalangan dana dan pertumbuhan startup di kawasan ini.

Baca Juga

  • Perlombaan Investasi AI Global dan Strategi Nasional yang Berbeda

  • Regulasi Keuangan Global dan Penindasan Pengelakan Fiskal

  • Evolusi Investasi Teknologi dan IPO

  • Evolusi Investasi Teknologi dan Strategi IPO

  • Transformasi Layanan Keuangan Digital dan Publik