Fokus
Finansial

Inovasi Layanan Keuangan dan Publik Digital

Share

Kumpulan berita yang membahas transformasi digital di sektor keuangan dan layanan publik, mulai dari fintech, inovasi regulasi, hingga peningkatan layanan melalui teknologi digital.

17 Feb 2026, 11.31 WIB

BNI Kembangkan wondr by BNI, Platform Transaksi Digital dengan 12 Juta Pengguna

BNI Kembangkan wondr by BNI, Platform Transaksi Digital dengan 12 Juta Pengguna
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengembangkan sebuah platform transaksi digital bernama wondr by BNI yang dirancang khusus untuk melayani kebutuhan transaksi pribadi pengguna secara lebih optimal. Hingga akhir tahun 2025, platform ini berhasil menarik lebih dari 12 juta pengguna aktif yang bertransaksi secara rutin, menunjukkan peningkatan keaktifan dibandingkan platform sebelumnya. Platform wondr by BNI menawarkan beberapa fitur utama yang membantu nasabah memonitor keuangan mereka seperti fitur Insights, mempermudah pembayaran dengan fitur Transaksi, dan mendukung perencanaan keuangan serta investasi melalui fitur Growth. Selain itu, fitur multicurrency memungkinkan nasabah bertransaksi dalam 12 mata uang asing secara real-time tanpa dikenakan biaya administrasi. Fitur multicurrency pada wondr by BNI sangat berguna bagi nasabah yang melakukan transaksi lintas negara, karena kartu debit tersebut dapat digunakan di lebih dari 32 negara dengan mata uang yang otomatis disesuaikan. Hal ini merefleksikan peningkatan peran masyarakat Indonesia sebagai warga global yang lebih aktif. Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan transformasi digital ini berjalan seiring dengan penguatan organisasi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta optimasi jaringan kantor. Strategi ini juga menjadi bagian dari adaptasi bank terhadap tekanan ekonomi global dan fluktuasi suku bunga yang terjadi sepanjang 2025. Secara keseluruhan, inisiatif wondr by BNI turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan pendanaan berbasis dana murah, serta memperkuat posisi BNI di sektor perbankan digital. Dengan transformasi ini, BNI optimis dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
17 Feb 2026, 09.00 WIB

Hong Kong Berlomba Kembangkan Produk Token Emas Berbasis Blockchain

Hong Kong Berlomba Kembangkan Produk Token Emas Berbasis Blockchain
Hong Kong sedang mengalami perkembangan pesat dalam penggunaan teknologi blockchain untuk investasi emas. HSBC baru saja menghadirkan fitur transfer baru pada token emas ritel yang dimilikinya, memungkinkan masyarakat untuk mengirimkan token emas sebagai hadiah selama Tahun Baru Imlek. Fitur ini menggabungkan tradisi memberikan emas untuk membawa keberuntungan dengan kemudahan teknologi digital. Token emas yang dihadirkan merupakan kepemilikan sebagian dari emas fisik yang disimpan dengan aman di brankas resmi. Produk ini sudah mendapatkan izin dari regulator setempat, yaitu Hong Kong Securities and Futures Commission, dan telah mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS dalam volume perdagangan selama dua tahun terakhir. Tidak hanya bank seperti HSBC, tetapi juga manajer aset, perusahaan fintech, dan perusahaan cryptocurrency berlomba-lomba merilis produk token emas yang inovatif untuk memberi kemudahan dan transparansi pada investor. Transformasi ini menyelesaikan masalah tradisional seperti akses, penyimpanan, dan proses jual beli emas yang rumit. Kenaikan harga emas dan minat investor akan beragam aset membuat token emas semakin menarik. Selain itu, berkembangnya stablecoin serta digital money membuat pergerakan dana dan investasi semakin mudah, mendukung terciptanya ekosistem pasar aset digital yang lebih sehat di Hong Kong. Pemerintah Hong Kong juga mendukung penciptaan ekosistem emas digital, termasuk perdagangan, penyimpanan, dan proses kliring, serta berencana menyetujui penerbit stablecoin pertama di kota itu pada bulan Maret. Hal ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan digital di Asia.
19 Des 2025, 06.20 WIB

Mengenal SLIK OJK: Cara Cek dan Perbaiki Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman

Mengenal SLIK OJK: Cara Cek dan Perbaiki Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman
Sistem BI Checking kini sudah diganti dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem ini menjadi dasar penting bagi lembaga keuangan untuk menilai kelayakan seseorang saat mengajukan kredit, termasuk dari bank dan perusahaan pembiayaan. Selain lembaga keuangan formal, layanan pinjaman online P2P Lending pun wajib melaporkan data ke SLIK. Akibatnya, riwayat kredit dari pinjaman online juga tercatat di SLIK dan mempengaruhi skor kredit seseorang. Hal ini berpengaruh pada peluang untuk mengajukan kredit seperti KPR. Skor kredit di SLIK dibagi menjadi lima kategori, dari skor 1 yang paling baik hingga skor 5 yang menandakan kredit macet. Hanya peminjam dengan skor 1 dan 2 yang umum bisa mendapat persetujuan kredit dengan mudah. Peminjam dengan skor lebih buruk harus memperbaiki catatan kredit terlebih dahulu. Untuk memeriksa skor kredit, masyarakat bisa mendaftar secara mandiri melalui laman idebku.ojk.go.id dengan memasukkan data pribadi dan mengunggah foto identitas. Hasilnya biasanya dikirimkan melalui email paling lambat satu hari setelah permohonan diproses. Jika memiliki catatan kredit buruk yang disebabkan oleh tunggakan, satu-satunya cara adalah melunasi kewajiban tersebut agar data SLIK dapat diperbarui dalam waktu maksimal 30 hari. Bila terjadi kesalahan data, masyarakat dapat melaporkan ke pihak terkait untuk perbaikan.