
Hong Kong sedang mengalami perkembangan pesat dalam penggunaan teknologi blockchain untuk investasi emas. HSBC baru saja menghadirkan fitur transfer baru pada token emas ritel yang dimilikinya, memungkinkan masyarakat untuk mengirimkan token emas sebagai hadiah selama Tahun Baru Imlek. Fitur ini menggabungkan tradisi memberikan emas untuk membawa keberuntungan dengan kemudahan teknologi digital.
Token emas yang dihadirkan merupakan kepemilikan sebagian dari emas fisik yang disimpan dengan aman di brankas resmi. Produk ini sudah mendapatkan izin dari regulator setempat, yaitu Hong Kong Securities and Futures Commission, dan telah mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS dalam volume perdagangan selama dua tahun terakhir.
Tidak hanya bank seperti HSBC, tetapi juga manajer aset, perusahaan fintech, dan perusahaan cryptocurrency berlomba-lomba merilis produk token emas yang inovatif untuk memberi kemudahan dan transparansi pada investor. Transformasi ini menyelesaikan masalah tradisional seperti akses, penyimpanan, dan proses jual beli emas yang rumit.
Kenaikan harga emas dan minat investor akan beragam aset membuat token emas semakin menarik. Selain itu, berkembangnya stablecoin serta digital money membuat pergerakan dana dan investasi semakin mudah, mendukung terciptanya ekosistem pasar aset digital yang lebih sehat di Hong Kong.
Pemerintah Hong Kong juga mendukung penciptaan ekosistem emas digital, termasuk perdagangan, penyimpanan, dan proses kliring, serta berencana menyetujui penerbit stablecoin pertama di kota itu pada bulan Maret. Hal ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan digital di Asia.