
Fractal Analytics, perusahaan AI pertama di India yang melakukan penawaran umum perdana (IPO), mengalami penurunan harga saham pada hari pertama perdagangan di bursa. Sahamnya dibuka di harga 876 rupee per saham, lebih rendah dari harga penawaran awal 900 rupee, dan akhirnya ditutup di 873,70 rupee. Ini menandai penilaian pasar sekitar 148,1 miliar rupee ehk sekitar 1,6 miliar dolar AS.
Meskipun demikian, Fractal sebelumnya sempat mencapai valuasi yang jauh lebih tinggi di pasar swasta, yakni sekitar 2,4 miliar dolar AS pada Juli 2025. Perusahaan ini berhasil menjadi unicorn AI pertama di India pada Januari 2022 setelah mendapatkan investasi sebesar 360 juta dolar AS dari TPG. Hal ini menunjukkan perkembangan pesat bisnisnya dalam beberapa tahun terakhir.
Fractal memfokuskan bisnisnya pada penjualan perangkat lunak AI dan analitik data kepada perusahaan besar di sektor keuangan, ritel, dan kesehatan. Sebagian besar pendapatan berasal dari pasar luar negeri, seperti Amerika Serikat. Sejak 2022, Fractal bertransformasi dari perusahaan analitik data tradisional menjadi perusahaan AI.
Perusahaan mencatat pendapatan operasional sebesar 27,65 miliar rupee atau sekitar 304,8 juta dolar AS pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan berbalik dari kerugian bersih 547 juta rupee menjadi laba bersih 2,21 miliar rupee atau 24,3 juta dolar AS pada periode yang sama.
Fractal berencana menggunakan dana hasil IPO untuk membayar utang anak perusahaannya di AS, investasi riset dan pengembangan, pemasaran, ekspansi infrastruktur kantor di India, serta возможные akuisisi. IPO ini dilakukan dengan ukuran yang disesuaikan turun lebih dari 40% dari rencana awal karena kondisi pasar yang kurang stabil.