Luhut Yakin AI Bisa Percepat Reformasi Pasar Modal dan Pajak Indonesia
Courtesy of CNBCIndonesia

Luhut Yakin AI Bisa Percepat Reformasi Pasar Modal dan Pajak Indonesia

Mendorong penggunaan teknologi AI untuk mempercepat reformasi pasar modal dan perpajakan demi peningkatan pendapatan negara dan transparansi sistem keuangan.

13 Feb 2026, 10.41 WIB
63 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan AI di sektor keuangan dapat mempercepat reformasi dan meningkatkan efisiensi.
  • Reformasi perpajakan dapat meningkatkan jumlah pembayar pajak dan memungkinkan penurunan tarif pajak.
  • Interaksi manusia yang berkurang dapat mengurangi potensi penyimpangan dalam sistem keuangan.
Jakarta, Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Pandjaitan, mengatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa mempercepat reformasi di sektor keuangan Indonesia. Ia percaya teknologi ini akan membantu memperbaiki bursa saham dan sistem perpajakan dengan lebih cepat dan efektif.
Luhut sudah menyampaikan usulan penggunaan AI ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga membagikan rencana tersebut kepada perwakilan dari Morgan Stanley untuk mendapatkan dukungan dan masukan terkait penerapan teknologi ini.
Salah satu fokus utama adalah reformasi pasar modal. Luhut ingin melibatkan sumber daya manusia muda yang mengerti teknologi dan keuangan serta menggunakan AI untuk memodernisasi sistem dan membuatnya lebih efisien dan aman dari kecurangan.
Selain itu, teknologi AI juga berperan dalam memperbaiki sistem perpajakan. Dengan AI, jumlah pembayar pajak diharapkan meningkat dan tarif pajak bisa diturunkan secara bertahap, sehingga penerimaan pajak tetap luas dan adil.
Luhut juga menekankan bahwa penggunaan AI bisa mengurangi interaksi manusia yang berpotensi menyebabkan penyimpangan. Dengan sistem yang berbasis AI, transparansi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan dan pajak akan lebih terjaga.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260213102306-37-710893/luhut-mau-pakai-ai-bursa-saham-beres-tarif-pajak-bisa-turun

Analisis Ahli

Economist Senior
"Penggunaan AI di sektor keuangan akan membantu regulasi menjadi lebih ketat dan sistematis, mempercepat adaptasi terhadap perubahan ekonomi global."
Tax Specialist
"Reformasi perpajakan dengan AI memungkinkan pengawasan lebih baik dan pengumpulan data real-time yang dapat meningkatkan kepatuhan pajak."

Analisis Kami

"Langkah pemerintah mengintegrasikan AI dalam reformasi keuangan adalah upaya tepat yang bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi praktik korupsi yang selama ini menjadi kendala. Namun, keberhasilan implementasi bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kesiapan infrastruktur digital nasional."

Prediksi Kami

Dengan penerapan AI, sistem keuangan Indonesia akan menjadi lebih transparan dan efisien, memperluas basis pembayar pajak, serta menurunkan tarif pajak secara bertahap tanpa mengurangi penerimaan negara.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diyakini oleh Luhut Pandjaitan mengenai teknologi AI?
A
Luhut Pandjaitan yakin bahwa teknologi AI dapat mempercepat reformasi di sektor keuangan.
Q
Siapa yang menerima usulan penggunaan AI dari Luhut?
A
Usulan tersebut diterima oleh Presiden Prabowo Subianto.
Q
Apa tujuan dari reformasi yang diusulkan oleh Luhut?
A
Tujuan dari reformasi adalah untuk memperbaiki sektor keuangan, termasuk bursa saham dan perpajakan.
Q
Bagaimana teknologi AI dapat membantu meningkatkan pendapatan pajak?
A
Teknologi AI dapat membantu meningkatkan jumlah pembayar pajak dan memungkinkan penurunan tarif pajak secara bertahap.
Q
Apa dampak utama dari penerapan teknologi AI menurut Luhut?
A
Dampak utama penerapan teknologi AI adalah mengurangi interaksi manusia dan potensi penyimpangan.