
Courtesy of NatureMagazine
Meningkatnya Paper AI Berkualitas Rendah Tantang Dunia Ilmu Komputer
Mengungkap tantangan besar yang dihadapi dunia ilmu komputer akibat ledakan jumlah paper AI berkualitas rendah dan palsu serta kebijakan dan upaya yang sedang dilakukan untuk menjaga integritas penelitian.
13 Feb 2026, 07.00 WIB
131 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI slop dapat mengganggu kualitas dan integritas publikasi ilmiah.
- Peningkatan adopsi AI meningkatkan produktivitas peneliti, tetapi juga membawa risiko pengajuan makalah berkualitas rendah.
- Langkah-langkah baru diperlukan untuk mengatasi lonjakan jumlah pengajuan dan memastikan evaluasi yang efektif dari makalah ilmiah.
Daejeon, Korea Selatan - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan, khususnya model bahasa besar (LLM), telah membuat penulisan makalah ilmiah menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Namun, hal ini juga memicu ledakan jumlah makalah dengan kualitas rendah atau bahkan palsu yang dikenal sebagai AI slop, terutama dalam bidang ilmu komputer. Fenomena ini membuat proses peer review menjadi sangat berat dan sulit mengendalikan kualitas penelitian.
International Conference on Machine Learning (ICML) tahun 2026 mencatat lebih dari 24.000 makalah yang masuk, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini menimbulkan tantangan besar bagi sistem review yang ada saat ini, dimana peninjau harus menilai ribuan makalah dalam waktu terbatas. Hal ini menyebabkan banyak makalah yang tidak mengalami proses evaluasi mendalam dan validasi yang ketat.
Masalah lain adalah banyak makalah yang penulisnya tidak melakukan verifikasi atas hasil yang dihasilkan AI. Banyak paper yang sepenuhnya dibuat oleh AI, bahkan mengandung informasi palsu atau halusinasi, yang sulit dideteksi secara manual. Peningkatan pengajuan makalah ini juga tercermin dari lonjakan pengajuan di arXiv dan peningkatan penolakan yang signifikan.
Berbagai langkah telah diambil untuk mengatasi masalah ini. Beberapa konferensi menerapkan kebijakan baru, seperti membatasi jumlah makalah yang dapat diajukan oleh satu penulis dan mengenakan biaya untuk pengajuan lebih dari satu makalah. Ada juga gagasan untuk mengubah model publikasi ilmiah dari konferensi tahunan ke model jurnal yang berjalan terus menerus demi mengurangi tekanan peer review dalam satu waktu.
Jika masalah AI slop tidak segera diatasi, kepercayaan masyarakat dan komunitas ilmiah terhadap hasil penelitian di bidang ilmu komputer bisa terkikis. Hal ini menimbulkan risiko serius bagi perkembangan ilmu dan teknologi, mengingat semakin tinggi peran AI dalam penelitian masa depan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03967-9
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03967-9
Analisis Ahli
Seulki Lee
"Meningkatnya volume dan kualitas lemah dari paper AI mengancam kepercayaan terhadap penelitian, sehingga sistem peer review harus beradaptasi dengan cepat untuk mempertahankan integritas ilmiah."
Paul Ginsparg
"AI slop sulit dideteksi dengan metode tradisional, sehingga menjadi ancaman eksistensial bagi sistem publikasi ilmiah seperti arXiv."
Nancy Chen
"Model publikasi berbasis jurnal yang berjalan terus menerus bisa jadi solusi, tetapi harus diimbangi dengan keinginan peneliti untuk tetap mendapatkan manfaat dari konferensi, seperti prestige dan jaringan."
Analisis Kami
"Masalah AI slop dan lonjakan jumlah paper bukan hanya soal volume, tetapi juga soal kualitas dan validitas ilmiah yang harus dijaga agar penelitian tetap bermakna. Penggunaan AI dalam review bisa membantu, tapi tanpa regulasi ketat dan edukasi etika penelitian, krisis kepercayaan akan makin meluas."
Prediksi Kami
Jumlah paper AI berkualitas rendah akan terus meningkat jika tidak ada perubahan besar dalam sistem publikasi dan evaluasi, yang akhirnya dapat mengurangi kredibilitas dan integritas ilmu komputer secara global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu 'AI slop' dan mengapa menjadi masalah dalam publikasi ilmiah?A
'AI slop' adalah istilah untuk makalah ilmiah berkualitas rendah atau palsu yang dihasilkan oleh alat kecerdasan buatan. Ini menjadi masalah karena dapat mengganggu proses publikasi ilmiah dan menurunkan kualitas penelitian.Q
Mengapa jumlah pengajuan makalah di konferensi AI meningkat tajam?A
Jumlah pengajuan makalah di konferensi AI meningkat tajam karena adopsi model bahasa besar yang meningkatkan produktivitas peneliti. Penelitian menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 89,3%.Q
Apa langkah yang diambil oleh arXiv untuk mengatasi masalah pengajuan makalah berkualitas rendah?A
arXiv telah menambahkan pemeriksaan kelayakan untuk pengirim baru dan melarang makalah tinjauan ilmu komputer yang belum diterima di outlet yang telah ditinjau sejawat. Ini bertujuan untuk menurunkan jumlah makalah berkualitas rendah yang diajukan.Q
Siapa Raphael Wimmer dan apa yang dilakukannya terkait dengan penggunaan AI dalam penelitian?A
Raphael Wimmer adalah peneliti di bidang interaksi manusia-komputer yang menggunakan alat AI untuk menulis makalah dalam waktu singkat. Pengalamannya menunjukkan betapa mudahnya membuat makalah yang mungkin tidak mencerminkan penelitian yang sebenarnya.Q
Apa dampak meningkatnya penggunaan AI terhadap kepercayaan publik terhadap penelitian ilmiah?A
Meningkatnya penggunaan AI dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap penelitian ilmiah jika masalah kualitas tidak ditangani secara efektif. Jika tidak, ada risiko erosi kepercayaan dalam komunitas ilmiah, terutama di bidang ilmu komputer.



