Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Captain Arctic: Yacht Ekspedisi Ramah Lingkungan Yang Mengubah Industri Kapal Pesiar

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
29 Jan 2026
1237 dibaca
2 menit
Captain Arctic: Yacht Ekspedisi Ramah Lingkungan Yang Mengubah Industri Kapal Pesiar

TLDR

Captain Arctic adalah contoh inovasi dalam desain yacht yang berkelanjutan.
Sophie Galvagnon berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari pelayaran melalui teknologi baru.
Yacht ini tidak hanya menawarkan pengalaman mewah, tetapi juga mendukung penelitian dan perlindungan lingkungan.
Captain Arctic adalah kapal pesiar baru karya perusahaan Selar dari Prancis yang digadang-gadang sebagai kapal ekspedisi paling ramah lingkungan di dunia. Panjang kapalnya mencapai 229,7 kaki dengan teknologi layar tenaga surya yang unik untuk mengurangi emisi karbon hingga 90 persen. Kapal ini juga dilengkapi dengan hull yang diperkuat sehingga bisa berlayar di perairan es dengan aman.Proyek ini dipimpin oleh Sophie Galvagnon, seorang kapten Arktik termuda yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di bidang pelayaran di wilayah kutub. Bersama dua rekan pengusaha, mereka ingin mengubah cara dunia melihat pariwisata di daerah dingin yang kini semakin ramai dikunjungi, demi menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisir dampak negatif kapal konvensional.Captain Arctic akan menyediakan layanan mewah bagi hingga 36 tamu dengan fasilitas seperti spa, bar bergaya tahun 1920-an, serta laboratorium ilmiah untuk mendukung penelitian lingkungan. Selain itu, kapal ini akan mengajak para tamu untuk menikmati aktivitas yang otentik dan edukatif seperti mendaki dan mengamati fenomena alam seperti cahaya utara dan kehidupan laut orca.Selain teknologi layar tenaga surya, kapal ini menggunakan dua baling-baling yang dapat bekerja seperti turbin air, serta memanfaatkan reverse osmosis dan boiler pelet kayu daur ulang untuk menghasilkan air bersih dan pemanas tanpa kerak bahan bakar fosil. Semua ini menjadikan Captain Arctic sebagai kapal yang sangat hening dan minim getaran dengan jejak karbon rendah.Captain Arctic akan mulai beroperasi pada November 2026 di perairan Norwegia, Svalbard, dan Greenland. Kapten Galvagnon berharap proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi industri pelayaran dunia untuk beralih ke teknologi hijau dan mendukung perlindungan lingkungan wilayah kutub yang semakin terancam oleh pariwisata dan pengoperasian kapal konvensional.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.