Fosun Pharma dan Eisai Jalin Kolaborasi Besar Untuk Obat Kanker Baru
Courtesy of SCMP

Fosun Pharma dan Eisai Jalin Kolaborasi Besar Untuk Obat Kanker Baru

Menjelaskan kesepakatan lisensi senilai 1,55 miliar dolar AS antara Fosun Pharma dan Eisai untuk mengkomersialkan dan mengembangkan obat kanker serplulimab di Jepang, serta tren baru perusahaan farmasi Tiongkok yang lebih aktif berkolaborasi secara global dalam pengembangan obat baru.

06 Feb 2026, 16.00 WIB
69 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Fosun Pharma berhasil menjalin kesepakatan besar dengan Eisai untuk pengembangan obat kanker.
  • Serplulimab merupakan contoh obat inovatif yang menunjukkan potensi dalam memenuhi kebutuhan medis yang signifikan.
  • Perkembangan kolaborasi jangka panjang antara perusahaan farmasi Cina dan mitra global menunjukkan perubahan paradigma dalam pengembangan obat.
Shanghai, China dan Jepang - Fosun Pharma, melalui anak perusahaannya Shanghai Henlius Biotech, menandatangani kesepakatan senilai 1,55 miliar dolar AS dengan perusahaan Jepang, Eisai, untuk mengembangkan dan mengkomersialkan obat kanker serplulimab di Jepang. Kesepakatan ini merupakan bagian dari tren baru di mana perusahaan farmasi asal Tiongkok semakin berperan aktif dalam pengembangan obat mereka bersama mitra global.
Eisai membayar uang muka sebesar 75 juta dolar AS untuk mendapatkan hak eksklusif memasarkan serplulimab di Jepang, sekaligus berbagi hak dalam mengembangkan dan memproduksi obat tersebut di sana. Ini menandai langkah besar dalam penempatan obat kanker buatan Tiongkok ke pasar Jepang yang sangat kompetitif.
Henlius saat ini sedang menjalani uji klinis fase dua di Jepang untuk menguji efektivitas serplulimab pada pengobatan kanker paru paru kecil. Selain itu, mereka berencana melakukan studi baru untuk menguji potensi obat ini mengobati kanker lambung, yang menunjukkan komitmen mereka untuk memperluas indikasi terapinya.
Selain uang muka, Fosun Pharma dan Henlius berkesempatan menerima pembayaran milestone hingga 80 juta dolar AS dan bonus penjualan hingga 233 juta dolar AS. Selain itu, mereka juga akan mendapat royalti ganda digit dari penjualan obat di masa mendatang, memperlihatkan potensi keuntungan jangka panjang dari kerjasama ini.
Serplulimab telah mendapat persetujuan penggunaan di Cina dan Uni Eropa berdasarkan potensi obat ini dalam memenuhi kebutuhan medis yang belum terpenuhi secara signifikan. Dengan kolaborasi bersama Eisai, diharapkan pasien di Jepang dapat segera mendapatkan akses terhadap pengobatan inovatif ini.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3342652/fosun-pharmas-us155-billion-eisai-deal-signals-shift-long-term-partnerships?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Prof. Dr. Agus Santoso (Ahli Farmakologi)
"Kesepakatan ini menjadi titik balik penting bagi farmasi Tiongkok dan menandai pergeseran strategi pengembangan obat yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Hal ini akan memacu inovasi dan mempercepat proses regulasi di berbagai negara."

Analisis Kami

"Kesepakatan ini menunjukkan kematangan perusahaan farmasi Tiongkok dalam menegosiasikan peran yang lebih strategis daripada hanya menjual lisensi. Kolaborasi jangka panjang seperti ini akan memperkuat ekosistem riset dan pengembangan mereka serta memperluas dampak obat inovatif di berbagai pasar global."

Prediksi Kami

Kerja sama dan lisensi obat antara perusahaan farmasi Tiongkok dan perusahaan global akan semakin meningkat, mempercepat akses obat inovatif ke pasar internasional dan meningkatkan kekuatan industri farmasi Tiongkok di dunia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus utama kesepakatan antara Fosun Pharma dan Eisai?
A
Fokus utama kesepakatan adalah lisensi obat kanker buatan sendiri milik Fosun Pharma, serplulimab, kepada Eisai untuk pengembangan dan komersialisasi di Jepang.
Q
Berapa nilai kesepakatan yang dicapai oleh Fosun Pharma dengan Eisai?
A
Nilai kesepakatan yang dicapai oleh Fosun Pharma dengan Eisai adalah US$1,55 miliar.
Q
Apa itu serplulimab dan untuk apa digunakan?
A
Serplulimab adalah antibodi monoklonal yang digunakan untuk pengobatan kanker.
Q
Apa yang diharapkan Shanghai Henlius Biotech dengan serplulimab di Jepang?
A
Shanghai Henlius Biotech berharap dapat menguji efektivitas serplulimab dalam pengobatan kanker paru-paru sel kecil dan mendapatkan persetujuan di Jepang.
Q
Mengapa kolaborasi jangka panjang dianggap lebih menguntungkan bagi pengembang obat di Tiongkok?
A
Kolaborasi jangka panjang memungkinkan pengembang obat di Tiongkok untuk mendapatkan lebih banyak kontrol dan dukungan selama proses pengembangan obat.