
Di situs arkeologi Sanxingdui yang berlokasi di Cekungan Sichuan, Tiongkok, ditemukan 11 manik-manik karneol merah yang sudah berusia 3.000 tahun. Manik-manik ini ditemukan di dalam sebuah lubang pemujaan yang berisi berbagai artefak berharga seperti wadah perunggu dan gading gajah. Keberadaan batu merah yang dikenal sebagai karneol ini menjadi sebuah misteri karena batu ini jarang ditemukan di peninggalan prasejarah Cina pada masa itu.
Karneol merupakan batu permata yang sangat dihargai di dunia kuno, terutama di wilayah seperti Lembah Indus, Timur Tengah, dan Mediterania. Namun, di Cina tradisional, warna merah lebih sering diwakili oleh bahan lain seperti oker atau cinnabar. Fakta bahwa karneol ditemukan di Sanxingdui menunjukkan adanya hubungan dan pertukaran budaya dengan wilayah lain.
Sebelumnya, para ahli berhipotesis bahwa manik-manik karneol ini mungkin berasal dari dua jalur utama perdagangan, yaitu melalui Sungai Yangtze bagian tengah atau lewat jaringan perdagangan maritim dari Asia Selatan menuju wilayah Tiongkok barat daya. Hipotesis ini menandakan betapa luas dan kompleks jalur perdagangan kuno di wilayah ini.
Penemuan ini penting karena membuka wawasan baru tentang bagaimana masyarakat Zaman Perunggu di Sanxingdui berinteraksi dengan dunia luar. Keberadaan karneol ini menunjukkan bahwa wilayah Sanxingdui bukanlah kawasan terpencil, melainkan bagian dari jaringan hubungan ekonomi dan budaya luas yang menghubungkan Asia dan dunia kuno lainnya.
Dengan penelitian lebih lanjut, kemungkinan besar kita akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang rute perdagangan dan pertukaran budaya kuno di Asia. Ini akan membantu kita memahami bagaimana teknologi, kepercayaan, dan bahan berharga seperti karneol menyebar melintasi benua, serta kontribusi penting Sanxingdui dalam sejarah peradaban manusia.