Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Terobosan Teknologi Energi Nuklir yang Muncul

Share

Cerita ini membahas inovasi terkini di bidang energi nuklir, mulai dari pencapaian rekor suhu plasma fusi di AS, lisensi pertama bagi perusahaan nuklir generasi baru yang didukung Amazon, hingga eksperimen LED reaktor surrogate yang meniru fisi nuklir tanpa radiasi. Apabila solusi ini berkembang, bisa mengurangi emisi karbon dan menyediakan alternatif energi bersih untuk masa depan.

14 Feb 2026, 13.36 WIB

Helion Capai Terobosan Energi Fusi Swasta Pertama dengan Suhu 150 Juta Derajat

Helion Capai Terobosan Energi Fusi Swasta Pertama dengan Suhu 150 Juta Derajat
Helion, sebuah perusahaan energi fusi yang berbasis di Washington, telah mencapai tonggak sejarah penting sebagai perusahaan swasta pertama yang berhasil mendemonstrasikan fusi deuterium-tritium yang dapat diukur. Dengan mesin prototipe generasi ketujuh yang bernama Polaris, Helion mampu mencapai suhu plasma sebesar 150 juta derajat Celsius, tingkat yang sangat tinggi dan sangat menantang untuk dicapai pada teknologi fusi. Perusahaan ini mengikuti pendekatan pengembangan yang cepat dan berulang dengan membangun serta menguji tujuh prototipe secara berturut-turut. Strategi ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan kemampuan teknis dan rekayasa pada setiap tahapan, sehingga mesin fusi mereka semakin mendekati performa yang dibutuhkan untuk operasi komersial. Helion juga menjadi pelopor dalam mendapatkan izin regulasi untuk memiliki dan menggunakan tritium, bahan bakar penting dalam proses fusi yang menghasilkan energi besar. Keberhasilan ini menandai kemajuan bukan hanya dalam sisi teknis tetapi juga dalam kepatuhan terhadap regulasi yang ketat, yang merupakan hambatan utama dalam pengembangan teknologi fusi. Saat ini, Helion sedang membangun Orion, mesin fusi komersial pertamanya yang terletak di Malaga, Washington. Mesin ini direncanakan untuk mulai memasok listrik dari energi fusi ke jaringan listrik yang digunakan oleh Microsoft, menandai langkah besar dalam komersialisasi energi fusi yang bersih dan berkelanjutan. Meskipun fokus awal adalah pada penggunaan bahan bakar deuterium-tritium, Helion juga mengembangkan kemampuan untuk melakukan fusi menggunakan bahan bakar deuterium-helium-3 yang lebih optimal untuk operasi komersial karena potensi penghasilannya yang lebih efisien dan bersih. Ini membuka jalan bagi masa depan energi fusi yang lebih murah dan ramah lingkungan.
14 Feb 2026, 08.30 WIB

AS Setujui Produksi Bahan Bakar Nuklir Canggih TRISO untuk Reaktor Modular

AS Setujui Produksi Bahan Bakar Nuklir Canggih TRISO untuk Reaktor Modular
Amerika Serikat telah memberikan izin kepada perusahaan TRISO-X untuk memproduksi bahan bakar nuklir canggih di dalam negeri. Izin ini dikeluarkan oleh US Nuclear Regulatory Commission setelah proses peninjauan keselamatan dan lingkungan yang ketat. TRISO-X adalah anak perusahaan dari X-energy yang didukung oleh Amazon dan fokus mengembangkan reaktor nuklir modular kecil. Izin ini memungkinkan TRISO-X mengoperasikan dua fasilitas produksi, yaitu TX-1 yang sedang dibangun dan TX-2 yang masih dalam tahap desain. Kedua fasilitas ini dapat beroperasi selama 40 tahun ke depan dan akan menjadi yang pertama dalam lima puluh tahun terakhir yang mendapat izin resmi dari pihak regulator nuklir AS. Bahan bakar TRISO memiliki desain unik dengan partikel bahan bakar berlapis pelindung kecil yang membuatnya lebih tahan terhadap suhu tinggi dan kerusakan material. Ini menjadikan bahan bakar tersebut sangat cocok untuk reaktor modular kecil yang sedang dikembangkan oleh X-energy dan program Advanced Reactor Demonstration Program dari Departemen Energi AS. Pemakaian bahan bakar berjenis HALEU (high-assay low-enriched uranium) yang lebih kaya uranium-235 daripada bahan bakar tradisional, membuat bahan bakar ini bisa mendukung efisiensi dan kinerja reaktor masa depan. Dengan fasilitas ini, AS bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan bahan bakar nuklir dari luar negeri. Setelah inspeksi akhir oleh NRC untuk memastikan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia, TRISO-X akan mulai memproduksi bahan bakar nuklir secara komersial dengan kapasitas besar. Langkah ini dipandang sebagai kemajuan penting untuk memperkuat kemandirian energi dan keamanan nuklir Amerika Serikat.
13 Feb 2026, 23.12 WIB

Inovasi Reaktor Nuklir Aman: Simulasi dengan LED untuk Perkembangan Lebih Cepat

Inovasi Reaktor Nuklir Aman: Simulasi dengan LED untuk Perkembangan Lebih Cepat
Para ilmuwan di Amerika Serikat mengembangkan sebuah reaktor nuklir tiruan yang aman bernama ViBRANT. Reaktor ini menggunakan ribuan LED sebagai pengganti bahan bakar nuklir yang berbahaya. LED ini memancarkan cahaya yang meniru fisika dan perilaku reaktor nuklir asli, sehingga memungkinkan simulasi yang aman dan mudah dipahami. ViBRANT dikontrol oleh sistem bernama MACS (Microreactor Automated Control System), yang menggunakan teknologi sama dengan kontrol pada reaktor mikro MARVEL. Sistem ini memungkinkan simulasi yang realistis dari suhu dan reaktivitas inti reaktor lewat perubahan warna dan intensitas LED secara real-time. Keunggulan dari ViBRANT adalah kemampuannya mensimulasikan kondisi operasi reaktor dalam waktu singkat. Proses yang biasanya memakan waktu sehari pada reaktor nyata bisa disimulasikan hanya dalam 10 menit. Hal ini mendorong pengembangan reaktor mikro menjadi lebih cepat dan efisien. Selain sebagai alat simulasi, ViBRANT membantu dalam pelatihan dan pengujian komponen reaktor seperti aktuator. Dalam pengujian, ditemukan masalah pada desain aktuator MARVEL yang kemudian diperbaiki sebelum pembuatan prototipe, menunjukkan betapa pentingnya penggunaan simulasi yang aman ini. Secara keseluruhan, ViBRANT adalah inovasi penting dalam teknologi nuklir mikro yang menggabungkan teknologi cahaya dan kontrol canggih. Inovasi ini meningkatkan keselamatan, efisiensi pengembangan, serta memberikan alat pelatihan yang mudah dipahami untuk semua pihak yang terlibat dalam pengembangan reaktor nuklir.

Baca Juga

  • Terobosan Teknologi Energi Nuklir yang Muncul

  • Menerobos Batas Astrofisika: Menguji Relativitas dan Paradigma Materi Gelap

  • Mengungkap Peradaban Kuno: Bukti-Bukti Baru dari Indonesia dan Tiongkok

  • Fenomena Komet: Mengungkap Asal-usul Kehidupan dan Perjalanan Antarbintang

  • Peringatan Bencana yang Meningkat di Indonesia: Mempersiapkan Diri untuk Skenario Apokaliptik