
Helion, sebuah perusahaan energi fusi yang berbasis di Washington, telah mencapai tonggak sejarah penting sebagai perusahaan swasta pertama yang berhasil mendemonstrasikan fusi deuterium-tritium yang dapat diukur. Dengan mesin prototipe generasi ketujuh yang bernama Polaris, Helion mampu mencapai suhu plasma sebesar 150 juta derajat Celsius, tingkat yang sangat tinggi dan sangat menantang untuk dicapai pada teknologi fusi.
Perusahaan ini mengikuti pendekatan pengembangan yang cepat dan berulang dengan membangun serta menguji tujuh prototipe secara berturut-turut. Strategi ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan kemampuan teknis dan rekayasa pada setiap tahapan, sehingga mesin fusi mereka semakin mendekati performa yang dibutuhkan untuk operasi komersial.
Helion juga menjadi pelopor dalam mendapatkan izin regulasi untuk memiliki dan menggunakan tritium, bahan bakar penting dalam proses fusi yang menghasilkan energi besar. Keberhasilan ini menandai kemajuan bukan hanya dalam sisi teknis tetapi juga dalam kepatuhan terhadap regulasi yang ketat, yang merupakan hambatan utama dalam pengembangan teknologi fusi.
Saat ini, Helion sedang membangun Orion, mesin fusi komersial pertamanya yang terletak di Malaga, Washington. Mesin ini direncanakan untuk mulai memasok listrik dari energi fusi ke jaringan listrik yang digunakan oleh Microsoft, menandai langkah besar dalam komersialisasi energi fusi yang bersih dan berkelanjutan.
Meskipun fokus awal adalah pada penggunaan bahan bakar deuterium-tritium, Helion juga mengembangkan kemampuan untuk melakukan fusi menggunakan bahan bakar deuterium-helium-3 yang lebih optimal untuk operasi komersial karena potensi penghasilannya yang lebih efisien dan bersih. Ini membuka jalan bagi masa depan energi fusi yang lebih murah dan ramah lingkungan.