Fokus
Teknologi

Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis

Share

Sejumlah kemajuan terbaru menunjukkan adanya upaya membangun ekosistem robotik yang mendukung implementasi AI secara praktis. Inovasi mulai dari 'robot otak' yang dikembangkan oleh veteran Stripe, dorongan Ant Group untuk memindahkan robot dari demo lab ke aplikasi dunia nyata, serta peluncuran app store khusus robot, menandakan kolaborasi yang dapat membuka jalan bagi revolusi industri robotik dan penerapan AI yang lebih luas.

02 Feb 2026, 22.00 WIB

Teknologi AI Baru dari Carbon Robotics Memudahkan Petani Membasmi Gulma Secara Instan

Teknologi AI Baru dari Carbon Robotics Memudahkan Petani Membasmi Gulma Secara Instan
Petani sering menghadapi kesulitan dalam membedakan tanaman yang harus dilindungi dengan gulma yang harus dihilangkan di ladang mereka. Carbon Robotics, sebuah perusahaan teknologi asal Seattle, menghadirkan solusi dengan membuat robot yang bisa membasmi gulma menggunakan laser dan sebuah model AI canggih yang disebut Large Plant Model (LPM). Model LPM ini dilatih menggunakan lebih dari 150 juta foto tanaman yang dikumpulkan dari lebih dari 100 peternakan di 15 negara. Dengan data sebesar ini, model ini dapat mengenali berbagai jenis tanaman secara instan bahkan jika tanaman tersebut belum pernah dilihat sebelumnya. Sebelum adanya LPM, robot pembasmi gulma harus dilatih ulang selama sekitar 24 jam setiap kali ditemukan jenis gulma baru atau variasi tampilan gulma. Kini, dengan LPM, petani bisa memberi perintah langsung untuk membunuh gulma baru tanpa harus menunggu proses pelatihan ulang. Founder dan CEO Carbon Robotics, Paul Mikesell, mengatakan bahwa teknologi ini memungkinkan petani untuk berinteraksi secara real time dengan robot dan menentukan apa yang ingin dibasmi dan dilindungi. Penggunaan teknologi ini dibuat mudah dengan pembaruan perangkat lunak pada robot yang sudah ada. Carbon Robotics telah mendapatkan pendanaan lebih dari 185 juta dolar AS dari investor besar seperti Nvidia NVentures dan Bond. Perusahaan ini terus menyempurnakan model LPM dengan data baru yang diperoleh dari robot yang beroperasi di berbagai ladang di seluruh dunia.
31 Jan 2026, 07.09 WIB

Physical Intelligence: Masa Depan Robot Pintar yang Belum Siap Dijual

Physical Intelligence: Masa Depan Robot Pintar yang Belum Siap Dijual
Physical Intelligence adalah perusahaan yang sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk robot yang dapat melakukan berbagai tugas sehari-hari. Mereka menguji robot-robot kecil yang berusaha melipat pakaian atau mengupas sayur secara otomatis di markasnya yang sederhana di San Francisco. Pendekatan mereka berbeda dari perusahaan lain yang sudah mulai menghasilkan robot untuk tahap komersial saat ini. Pendiri Physical Intelligence, Sergey Levine, menjelaskan bahwa mereka membuat model fondasi robot yang dilatih dari data robotik nyata di berbagai lokasi. Model ini kemudian diuji coba di markas mereka agar robot dapat belajar berbagai tugas. Salah satu contoh inovasi mereka adalah robot yang bisa mengupas zucchini dengan cukup baik, walaupun masih dalam tahap awal. Perusahaan ini sangat fokus pada riset dan menghindari tekanan dari investor untuk cepat menghasilkan keuntungan. CEO Lachy Groom dan timnya percaya bahwa membuat kecerdasan robotik yang umum dan dapat diaplikasikan pada berbagai platform robot akan mempermudah adopsi teknologi ini dalam jangka panjang. Mereka sudah mendapat dukungan dari beberapa perusahaan dan investor besar. Tidak mudah bagi Physical Intelligence mengembangkan robot yang murah dan aman digunakan. Mereka menggunakan hardware yang sederhana dengan harga sekitar 3,500 dolar Amerika Serikat, namun dengan kecerdasan buatan yang canggih. Hal ini merupakan terobosan karena biasanya robot dengan kemampuan serupa jauh lebih mahal. Namun, tantangan terbesar masih dari segi hardware yang mudah rusak dan risiko keselamatan. Persaingan juga berlangsung ketat dengan perusahaan lain seperti Skild AI yang sudah mulai menghasilkan pendapatan dengan pendekatan berbeda. Namun, Physical Intelligence optimis karena mereka percaya riset mendalam dan pengembangan kecerdasan robotik umum akan membuka peluang lebih besar di masa depan. Dengan pendanaan lebih dari 1 miliar dolar, mereka siap berjuang mengatasi tantangan jangka panjang.
30 Jan 2026, 20.00 WIB

Ant Group Rilis AI Terbuka untuk Robot Cerdas yang Lebih Mandiri

Ant Group Rilis AI Terbuka untuk Robot Cerdas yang Lebih Mandiri
Ant Group, perusahaan fintech besar asal Tiongkok, meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) open-source yang dirancang khusus untuk robotik. Model baru ini dinamakan LingBot-VLA yang menggabungkan kemampuan penglihatan, bahasa, dan tindakan dalam satu sistem. Model ini bertujuan membantu robot memiliki kemampuan 'otak universal' agar bisa menjalankan berbagai tugas di dunia nyata secara lebih fleksibel. Robot humanoid sekarang ini di Tiongkok sudah banyak digunakan dan dapat melakukan aktivitas keren seperti menari atau melakukan backflip. Namun, kebanyakan robot tersebut masih menggunakan program gerakan yang sudah ditentukan sebelumnya, sehingga mereka tidak sepenuhnya mampu beradaptasi dengan situasi baru atau menyelesaikan berbagai tugas berbeda secara mandiri. Ant Group melalui divisi robotiknya, Ant Lingbo Technology atau Robbyant, ingin mengatasi masalah tersebut dengan menciptakan model AI yang tidak hanya canggih secara teori, tetapi juga bisa berjalan dengan baik di perangkat keras nyata. Hal ini penting agar robot bisa digunakan secara luas dan praktis di berbagai industri yang membutuhkan automasi dan kecerdasan fisik. Perusahaan dan para pakar robotika di Tiongkok menyadari bahwa kemampuan robot untuk menggeneralisasi tugas dan bertindak secara otonom adalah hambatan utama yang harus diatasi. Dengan meluncurkan model AI open-source yang bisa dijalankan secara langsung di robot, Ant Group berharap dapat mempercepat adopsi kecerdasan buatan yang terwujud dalam bentuk fisik di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Langkah ini juga menandakan posisi Tiongkok sebagai pemimpin di bidang robotik industri dan humanoid. Dengan inovasi seperti ini, masa depan robot yang mampu bekerja secara mandiri dan produktif di berbagai bidang bukan sekadar mimpi, melainkan menjadi kenyataan yang semakin dekat.
30 Jan 2026, 05.27 WIB

OpenMind Luncurkan Robot App Store Kedua untuk Perluas Kemampuan Robot

OpenMind Luncurkan Robot App Store Kedua untuk Perluas Kemampuan Robot
Industri robotika kini memasuki era baru dengan kehadiran robot app store yang memungkinkan pengguna menambah kemampuan robot mereka lewat aplikasi. Setelah Unitree meluncurkan app store pertama untuk robot pada Desember tahun lalu, kini OpenMind hadir sebagai pelaku baru yang menyediakan platform sejenis untuk berbagai jenis robot seperti humanoid dan berkaki empat. Konsep ini diharapkan dapat mengubah robot menjadi alat serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna melalui ribuan aplikasi. OpenMind bekerja sama dengan berbagai perusahaan robot terkenal seperti UBbtech, Agibot, dan Deep Robotics untuk meluncurkan robot app store mereka. Platform ini dibangun di atas OM1, sistem operasi modular yang mendukung pengembangan dan distribusi aplikasi yang bisa digunakan pada banyak jenis robot. Sistem ini memungkinkan pengembang membuat aplikasi yang fokus pada skill spesifik, mulai dari pendidikan, perawatan lansia, sampai keamanan rumah. Walaupun saat ini aplikasi yang tersedia masih sebagian besar sederhana dan banyak yang berupa aplikasi tes atau ‘my first app’, ini merupakan fase awal yang mirip dengan peluncuran app store pada perangkat mobile beberapa tahun lalu yang juga diisi dengan aplikasi kurang bermutu. Target ke depan adalah memperkaya aplikasi yang benar-benar berguna untuk tugas sehari-hari pengguna, sehingga robot dapat melakukan fungsi yang lebih kompleks dan praktis. Jan Liphardt, CEO OpenMind, menekankan bahwa evolusi software dan kecerdasan robot harus berjalan lebih cepat daripada upgrade hardware agar robot bisa terus mendapatkan kemampuan baru tanpa harus membeli perangkat baru. Dengan model app store, robot dapat dikustomisasi layaknya smartphone dan komputer, sehingga masing-masing robot bisa menjadi unik sesuai kebutuhan pemiliknya. Visi jangka panjang OpenMind dengan robot app store ini adalah membuat robot menjadi platform universal untuk segala kebutuhan manusia, mulai dari pendidikan anak, perawatan lansia, hingga keamanan rumah. Meskipun saat ini masih belum ada aplikasi untuk tugas berat seperti mencuci piring atau membersihkan rumah, kehadiran app store ini membuka peluang pengembangan aplikasi lebih banyak dan lebih bermanfaat di masa depan.