Serangan Siber Rusia Membobol Pembangkit Energi Polandia Lewat Celah Keamanan Dasar
Courtesy of TechCrunch

Serangan Siber Rusia Membobol Pembangkit Energi Polandia Lewat Celah Keamanan Dasar

Melaporkan dan mengungkap serangan siber yang dialami infrastruktur energi Polandia oleh hacker pemerintah Rusia, serta menyoroti kelemahan keamanan yang menjadi celah serangan tersebut, demi meningkatkan kesadaran perlunya keamanan siber yang lebih baik.

30 Jan 2026, 23.50 WIB
218 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Infrastruktur energi Polandia mengalami serangan siber dari hacker Rusia.
  • Serangan tersebut menunjukkan kelemahan dalam keamanan siber yang mendasar.
  • Meskipun serangan bersifat destruktif, tidak ada gangguan pada pasokan energi yang signifikan.
Polandia, Polandia - Pada akhir tahun lalu, hacker yang diduga dari pemerintah Rusia berhasil meretas beberapa fasilitas energi penting di Polandia, seperti pembangkit listrik tenaga angin dan surya serta pembangkit panas. Serangan ini terjadi karena sistem keamanan yang digunakan masih sangat lemah, memakai username dan password standar serta tanpa perlindungan autentikasi multi-faktor.
Para hacker mencoba menyebarkan malware yang mampu menghapus data dan merusak sistem pengendalian pembangkit energi tersebut. Tujuan utama serangan diduga untuk menghancurkan sistem agar bisa mematikan listrik, walaupun belum dipastikan apakah benar berhasil atau tidak.
Serangan tersebut berhasil dicegah di pembangkit panas, namun sayangnya sistem kontrol di pembangkit angin dan surya menjadi tidak bisa berfungsi akibat malware yang berhasil masuk. Untungnya, tidak ada gangguan yang cukup besar untuk mengancam kestabilan pasokan listrik nasional Polandia saat itu.
Laporan dari Polandia berbeda dengan laporan perusahaan keamanan siber lain yang menuding grup hacker Sandworm sebagai pelaku serangan. Polandia justru menuduh grup hacker bernama Berserk Bear yang biasanya lebih dikenal dengan aktivitas pengintaian siber, bukan serangan destruktif.
Serangan ini menimbulkan perhatian besar bahwa keamanan infrastruktur energi harus ditingkatkan secara drastis, mengingat potensi kerusakan dan gangguan yang bisa terjadi bila sistem dibiarkan memiliki celah keamanan yang sangat mendasar.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/30/russian-hackers-breached-polish-power-grid-thanks-to-bad-security-report-says/

Analisis Ahli

Mikko Hyppönen (Chief Research Officer F-Secure)
"Serangan terhadap infrastruktur energi ini menegaskan bahwa pelaku negara akan terus menggunakan metode destruktif untuk mengganggu stabilitas nasional, sehingga sangat penting bagi setiap negara untuk memelihara pertahanan siber yang kuat dan selalu memperbarui sistem keamanan mereka."
Krebs on Security (Brian Krebs, jurnalis keamanan siber)
"Penggunaan password default dan kurangnya fitur keamanan dasar menunjukkan kelalaian yang serius. Infrastruktur penting harus menganggap keamanan sebagai prioritas utama, bukan sebagai pengeluaran sekunder."

Analisis Kami

"Serangan ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur penting terhadap kesalahan dasar dalam keamanan siber, yang sebenarnya mudah diperbaiki. Kejadian ini harus menjadi peringatan besar bagi negara-negara lain agar jangan pernah meremehkan pentingnya pengamanan dengan standar modern seperti autentikasi multi-faktor."

Prediksi Kami

Penguatan keamanan siber di infrastruktur kritikal Polandia akan menjadi prioritas utama, dengan kemungkinan peningkatan anggaran dan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah serangan serupa di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang diduga melakukan peretasan terhadap infrastruktur energi Polandia?
A
Hacker Rusia, khususnya kelompok Sandworm dan Berserk Bear, diduga melakukan peretasan.
Q
Apa tujuan dari serangan yang dilakukan oleh hacker tersebut?
A
Tujuan serangan tersebut tampaknya adalah untuk merusak sistem dan mungkin mematikan daya.
Q
Apa efek dari serangan malware yang digunakan oleh hacker?
A
Serangan malware mengakibatkan sistem di ladang angin dan solar menjadi tidak berfungsi, meskipun tidak mempengaruhi pasokan daya.
Q
Mengapa Polandia dianggap rentan terhadap serangan ini?
A
Polandia dianggap rentan karena penggunaan nama pengguna dan kata sandi default serta ketiadaan otentikasi multi-faktor.
Q
Siapa yang bertanggung jawab untuk menangani insiden keamanan siber di Polandia?
A
CERT, yang merupakan bagian dari Kementerian Urusan Digital, bertanggung jawab untuk menangani insiden keamanan siber.