
Para ilmuwan di Xinjiang Technical Institute of Physics and Chemistry berhasil menciptakan laser dengan panjang gelombang terpendek yang pernah dibuat, yaitu 158,9 nanometer. Laser ini menggunakan kristal bernama ammonium fluorooxoborate (ABF) yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun. Keberhasilan ini menandai pencapaian energi output tertinggi dalam jenis laser all-solid-state yang berukuran kecil dan mudah dipelihara.
Teknologi laser ini berbeda dari sistem laser besar yang biasa digunakan, seperti laser berbasis gas plasma dan sinkrotron, karena ukurannya yang kecil seperti desktop dan biaya produksinya yang lebih rendah. Selain itu, sistem ini memiliki kemudahan dalam perawatan dan penggunaan di berbagai kondisi lingkungan termasuk suhu ruang.
Panjang gelombang laser yang sangat pendek ini memungkinkan penggunaan teknologi ini di bidang-bidang canggih, antara lain komputasi kuantum, platform antariksa, manufaktur presisi, dan industri semikonduktor. Teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam proses manufaktur dan pengolahan data kuantum.
Kristal ABF yang menjadi inti dari teknologi laser ini adalah hasil kerja keras para ilmuwan Tiongkok selama lebih dari satu dekade. Pengembangan ini merupakan bukti kemampuan riset yang maju dalam bidang fisika dan kimia yang bisa membawa kemajuan besar dalam teknologi laser.
Dengan hasil penelitian ini, berbagai industri yang memerlukan teknologi laser canggih dapat menikmati keuntungan penggunaan sistem yang lebih kecil, stabil, dan hemat biaya. Terobosan ini membuka pintu bagi pengembangan alat dan teknologi masa depan yang lebih efisien dan berdaya guna tinggi.