Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

Share

Dinamika global di dunia riset terlihat dari perpindahan peneliti serta investasi besar-besaran yang memindahkan pusat-pusat inovasi antara AS dan Cina. Kolaborasi internasional di tengah tantangan geopolitik menciptakan era baru pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat membawa manfaat besar bagi umat manusia.

03 Feb 2026, 11.01 WIB

Peneliti Otak Terkemuka Gao Berpindah ke Universitas Baru di Shenzhen

Peneliti Otak Terkemuka Gao Berpindah ke Universitas Baru di Shenzhen
Gao Zhonghua, peneliti terkenal di bidang perkembangan otak dan regulasi gen, telah meninggalkan Pennsylvania State University di Amerika Serikat setelah lebih dari dua dekade berkarir. Ia kini bergabung dengan Shenzhen University of Advanced Technology yang baru dibentuk di kota Shenzhen, Tiongkok. Universitas ini resmi didirikan pada tahun 2024 dan fokus pada penelitian serta pengembangan talenta untuk industri masa depan seperti biomedis dan kecerdasan buatan. Gao menjadi profesor riset penuh waktu di universitas ini mulai bulan lalu. Sebelum kembali ke Tiongkok, Gao adalah profesor asosiasi tetap di College of Medicine Pennsylvania State University dan memimpin proyek multi-juta dollar yang didanai oleh National Institutes of Health AS. Proyek tersebut meneliti bagaimana sel menentukan dan mempertahankan identitasnya, yang penting untuk perkembangan otak. Salah satu penelitian penting Gao yang diterbitkan tahun 2012 di jurnal Cell tentang cara kerja protein pengatur gen telah dikutip lebih dari 1.000 kali. Penelitiannya membantu memahami proses yang bila terganggu bisa menyebabkan autisme dan kanker. Dengan kepindahan Gao ke SUAT, diharapkan akan ada akselerasi dalam riset biomedis dan kecerdasan buatan di Tiongkok serta peningkatan kolaborasi internasional yang berdampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
30 Jan 2026, 16.00 WIB

Kolaborasi Teknologi China dan Israel Terus Berjalan Meski Konflik Memanas

Kolaborasi Teknologi China dan Israel Terus Berjalan Meski Konflik Memanas
Perang yang terjadi di Gaza memberi dampak besar pada hubungan diplomatik antara China dan Israel. China yang mendukung Palestina menimbulkan ketegangan dengan Israel, terutama karena kedekatan Israel dengan Amerika Serikat yang menjadi lawan utama China dalam persaingan global. Meski begitu, kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antara kedua negara di tingkat masyarakat sipil masih terus berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa di balik konflik diplomatik, ada ruang untuk kerjasama dalam bidang yang penting seperti teknologi dan inovasi. Yaroslav Efimov, seorang kepala ilmu pengetahuan dari PLANETech yang tergabung dalam Israel Innovation Institute, melakukan kunjungan ke China untuk mempromosikan teknologi dan sistem inovasi Israel. Dia bertemu dengan berbagai lembaga di China untuk mencari peluang kolaborasi yang saling menguntungkan. Efimov menekankan pentingnya pemahaman bersama tentang kebutuhan dari kedua belah pihak. Dia percaya bahwa sektor energi dan pertanian sangat berpotensi untuk dijadikan lahan kerja sama antar China dan Israel, apalagi fokus mereka adalah pada teknologi perubahan iklim dan perkembangan inovasi. Para ahli hubungan internasional memperingatkan bahwa konflik di Gaza dan rivalitas antara China dan Amerika Serikat dapat membuat hubungan diplomatik China dan Israel menjadi lebih rumit. Namun, Efimov optimis bahwa dunia ilmu pengetahuan berbicara dalam bahasa universal yang dapat mempererat kerjasama meski ada perbedaan politik.
29 Jan 2026, 19.50 WIB

AstraZeneca Investasi 15 Miliar Dolar di China Perkuat Hubungan Inggris-China

AstraZeneca Investasi 15 Miliar Dolar di China Perkuat Hubungan Inggris-China
AstraZeneca, perusahaan farmasi Inggris-Swedia, mengumumkan rencana investasi sebesar 15 miliar dolar Amerika Serikat di China hingga tahun 2030. Investasi ini ditujukan untuk memperluas produksi obat-obatan serta meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan di negara tersebut. Pengumuman ini diluncurkan di tengah kunjungan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang merupakan kunjungan perdana pimpinan Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir. Tujuan utama kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama ekonomi antara dua negara tersebut. Presiden China, Xi Jinping, memberikan sambutannya dengan mengajak Inggris dan China untuk membuka 'babak baru' dalam hubungan bilateral yang stabil dan saling menguntungkan. Dia menekankan pentingnya dialog lebih dalam di tengah tantangan global yang kompleks. Starmer menegaskan bahwa kemitraan strategis jangka panjang antara Inggris dan China penting untuk mendorong kemajuan kedua negara. Investasi AstraZeneca juga dipandang dapat menciptakan ribuan lapangan pekerjaan di sektor ilmu hayat di Inggris. Langkah ini disebut sebagai sinyal positif yang dapat memperkuat hubungan ekonomi bilateral di masa depan. Investasi besar AstraZeneca di China juga diharapkan memicu perusahaan-perusahaan Inggris lain untuk mengeksplorasi peluang di pasar Asia yang luas dan berkembang pesat.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova