Fokus
Sains

Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

Share

Para pakar dan ilmuwan mengeluarkan peringatan tentang potensi terjadi megatsunami dengan gelombang setinggi 200 meter yang dapat melanda Greenland. Penemuan ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan penelitian untuk mengantisipasi bencana besar yang dapat mengancam keselamatan global.

01 Feb 2026, 08.15 WIB

Prediksi Kiamat 2026 dan Dampak Perubahan Iklim di Asia yang Mengerikan

Prediksi Kiamat 2026 dan Dampak Perubahan Iklim di Asia yang Mengerikan
Populasi manusia yang terus bertambah memunculkan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan, yang dulu diprediksi oleh Thomas Malthus. Namun, ramalan ini dianggap salah karena kemajuan teknologi mampu meningkatkan produksi makanan dengan cepat. Meski demikian, ahli fisika Heinz von Foerster justru memperingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun kiamat karena pertumbuhan manusia yang tidak terkendali pada akhirnya akan melampaui kemampuan bumi menampungnya. Menurut Foerster, teknologi tidak mampu mengimbangi pertumbuhan populasi yang sangat pesat sehingga tanpa intervensi pemerintah, situasi ini bakal semakin memburuk. Salah satu solusi adalah kebijakan pengendalian populasi misalnya pajak tinggi bagi keluarga yang memiliki lebih dari dua anak. Prediksi ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dunia agar lebih sadar akan konsekuensi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan regulasi. Selain masalah populasi, laporan Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun terhangat kedua di Asia dengan gelombang panas yang meluas dan berkepanjangan. Fenomena ini sangat mempengaruhi berbagai wilayah pesisir dimana kenaikan muka air laut dan suhu permukaan laut yang tinggi menimbulkan risiko bencana yang semakin besar seperti banjir dan kekeringan yang merusak lahan pertanian dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Berbagai bencana alam termasuk banjir besar di Asia Tengah, gelombang panas hebat di India, dan badai tropis menghantam beberapa negara Asia pada tahun 2024. Jumlah korban dan kerusakan cukup besar sehingga memperlihatkan dampak serius dari perubahan iklim yang harus segera diatasi secara global, khususnya di wilayah yang rentan mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata dunia. Kajian dari USAID memperingatkan kenaikan air laut bisa menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050, yang akan merugikan sekitar 42 juta penduduk. Informasi ini harus menjadi pengingat dan motivasi bagi pemerintah serta masyarakat di seluruh dunia untuk melakukan langkah nyata dan terkoordinasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan mengendalikan pertumbuhan populasi agar hidup bersama bumi tetap berkelanjutan.