Fokus
Teknologi

Akuisisi Strategis AI Pengenalan Suara Sunyi oleh Apple

Share

Apple melakukan serangkaian akuisisi strategis terhadap startup AI yang mengembangkan teknologi 'silent speech'. Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan inovasi tersebut ke dalam produknya dengan fokus pada peningkatan interaksi pengguna, privasi, dan efisiensi komunikasi.

30 Jan 2026, 02.22 WIB

Apple Akuisisi Q.ai 2 Miliar, Teknologi Micro Facial Movement untuk AI Baru

Apple Akuisisi Q.ai 2 Miliar, Teknologi Micro Facial Movement untuk AI Baru
Apple baru saja melakukan salah satu akuisisi terbesar dalam sejarahnya dengan membeli startup AI audio bernama Q.ai. Startup ini sudah berdiri selama empat tahun dan memiliki teknologi canggih yang dapat membaca gerakan mikro pada kulit wajah sehingga memungkinkan interaksi tanpa suara dengan asisten AI seperti Siri. Meskipun Apple tidak mengumumkan rincian biaya, laporan menyebut nilai akuisisi sekitar 2 miliar dolar. Teknologi Q.ai merupakan sensor optik yang bisa diaplikasikan pada perangkat seperti headphone atau kacamata pintar. Sensor ini mampu mengenali gerakan sangat kecil pada kulit wajah, yang bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan AI tanpa harus berbicara keras. Penggunaan teknologi semacam ini membuat interaksi dengan AI menjadi lebih alami dan lebih cepat tanpa perlu menyentuh perangkat apapun. CEO Q.ai, Aviad Maizels, yang juga pendiri PrimeSense, akan bergabung dengan Apple. PrimeSense adalah perusahaan yang pernah diakuisisi Apple untuk mengembangkan teknologi pengenalan wajah FaceID pada iPhone. Hal ini menandakan Apple berencana mengembangkan teknologi yang lebih canggih lagi dengan perpaduan teknologi sensor baru dari Q.ai. Teknologi ini diperkirakan akan diintegrasikan ke dalam perangkat Apple seperti AirPods, kacamata Vision Pro, iPhone, dan juga Mac. Dengan ini, pengguna bisa berbicara dengan asisten AI secara lebih rahasia, misalnya dengan suara berbisik atau bahkan tanpa suara sama sekali, melalui gerakan wajah saja. Ini adalah langkah maju dalam integrasi AI generatif pada produk Apple. Di sisi lain, tokoh penting Apple, Johnny Srouji, menyatakan bahwa Q.ai merupakan perusahaan yang sangat inovatif di bidang imaging dan machine learning. Google Ventures juga mendukung Q.ai sebelumnya, dan menurut mereka teknologi ini bisa membuat perangkat komputer benar-benar ‘menghilang’ dalam kehidupan sehari-hari manusia, menjadikan teknologi AI makin terintegrasi dan tidak mengganggu pengguna.
30 Jan 2026, 01.58 WIB

Apple Akuisisi Q.ai, Perkuat AI Audio untuk Perangkat Cerdas Masa Depan

Apple Akuisisi Q.ai, Perkuat AI Audio untuk Perangkat Cerdas Masa Depan
Apple kini sedang berlomba dengan Meta dan Google untuk memimpin perkembangan kecerdasan buatan (AI) berikutnya dengan fokus besar pada perangkat keras. Baru-baru ini, Apple mengumumkan akuisisi perusahaan startup AI bernama Q.ai yang berbasis di Israel. Akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan teknologi pengolahan suara dan kemampuan perangkat memahami ucapan dengan lebih baik, khususnya di lingkungan bising. Q.ai dikenal mengembangkan teknologi yang memungkinkan perangkat mendengar ucapan dengan bisikan dan mengolah audio secara cerdas agar tetap berkualitas meski di lingkungan yang banyak gangguan suara. Teknologi ini dipandang sangat cocok untuk produk Apple seperti AirPods yang telah memiliki fitur terjemahan secara langsung, serta headset Vision Pro yang memerlukan interaksi pengguna lebih dekat. Akuisisi ini bernilai hampir 2 miliar dolar AS, menjadikannya akuisisi terbesar kedua dalam sejarah Apple setelah akuisisi Beats Electronics senilai 3 miliar dolar AS pada tahun 2014. Tim pendiri Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels, akan bergabung bersama Apple. Menariknya, ini adalah kali kedua Maizels berhasil menjual startupnya ke Apple setelah PrimeSense pada tahun 2013. Apple semakin fokus memadukan AI canggih dengan teknologi perangkat kerasnya untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang meningkatkan kualitas suara dan visual, terutama pada produk wearable mereka. Dalam laporan kuartalannya, Apple juga diprediksi mencatat pertumbuhan penjualan iPhone terbaik dalam empat tahun terakhir, menunjukkan momentum positif bagi perusahaan. Akuisisi ini menunjukkan strategi jangka panjang Apple dalam bersaing di industri teknologi yang semakin mengandalkan AI dan integrasi antar perangkat. Kemajuan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produk yang ada, tapi juga membuka peluang inovasi baru yang bakal memengaruhi cara manusia berinteraksi dengan teknologi sehari-hari.