
Baru-baru ini, xAI, perusahaan AI milik Elon Musk, berhasil mengumpulkan 20 miliar dolar dalam putaran pendanaan Seri E. Menariknya, Tesla, perusahaan otomotif yang juga dipimpin oleh Musk, adalah salah satu investor utama yang menyumbang 2 miliar dolar. Meski mayoritas pemegang saham Tesla sempat menolak investasi ini dalam suara nonbinding, Tesla tetap melanjutkan investasi karena melihat adanya potensi sinergi jangka panjang dengan xAI.
Tesla menjelaskan bahwa investasi ini bagian dari Master Plan Part IV mereka, yang fokus pada integrasi AI ke produk fisik, seperti kendaraan dan robot. xAI mengembangkan teknologi digital AI seperti chatbot Grok, yang telah mulai diintegrasikan ke dalam beberapa kendaraan Tesla. Selain itu, Tesla juga telah memasok baterai Megapack untuk pusat data milik xAI, menandakan adanya kerja sama erat antara kedua perusahaan.
Kerjasama ini juga diperluas melalui kesepakatan kerangka kerja yang memungkinkan dua perusahaan untuk mengeksplorasi kolaborasi teknologi AI secara lebih luas. Rencana jangka panjang meliputi pengembangan AI untuk robot humanoid Optimus, kendaraan truk listrik, dan teknologi otonom lainnya yang akan mempercepat kemampuan Tesla dalam inovasi fisik dan digital.
Meskipun ada kontroversi dari para pemegang saham, Tesla menganggap investasi ini sebagai bagian dari strategi untuk terus mendominasi pasar dengan produk yang lebih cerdas dan terintegrasi. Keberhasilan Tesla menggandeng xAI juga didukung oleh para investor besar seperti Nvidia, Cisco, serta perusahaan investasi internasional lainnya yang menaruh harapan besar pada masa depan AI.
Investasi ini diharapkan resmi selesai pada kuartal pertama tahun ini dan akan membawa dampak besar pada pengembangan AI fisik yang menyentuh banyak aspek kehidupan manusia. Dengan teknologi seperti robot humanoid dan kendaraan otonom, masa depan penggabungan AI dan teknologi fisik menjadi semakin nyata dan mendekat.