
SpaceX sedang bersiap melakukan IPO pada tahun 2026 yang bisa menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah dengan valuasi yang dijuluki mencapai 1,5 triliun dolar AS. Perusahaan baru saja selesai melakukan tender offer dengan valuasi 800 miliar dolar AS, dan terlihat ada permintaan sangat besar dari pasar sekunder untuk saham perusahaan ini.
Jika SpaceX berhasil IPO dengan valuasi setinggi itu, hal ini dapat menjadi momentum penting untuk pasar modal, khususnya di sektor teknologi. Ini akan memberikan energi baru dan kepercayaan terhadap IPO perusahaan unicorn yang sudah lama menunggu seperti OpenAI, Stripe, dan Databricks.
Diskusi dalam program Equity antara pembawa acara Rebecca Bellan dan Greg Martin dari Rainmaker Securities menyoroti bagaimana IPO SpaceX diharapkan berbeda dari IPO sebelumnya. Terutama karena ada minat besar dari karyawan teknologi yang ingin melepas saham melalui pasar sekunder sebelum IPO resmi.
Banyak karyawan perusahaan teknologi yang memiliki saham perusahaan sebelum IPO biasanya menghadapi keterbatasan likuiditas. Namun, dengan pasar sekunder yang kuat, mereka bisa mulai menguangkan sahamnya lebih awal, ini menjadi peluang dan faktor penting dalam dinamika pasar pra-IPO.
Untuk para investor, peluang membeli saham pra-IPO menjadi menarik, tapi mereka harus berhati-hati dengan valuasi dan risiko yang ada. IPO SpaceX ini bisa menjadi indikator penting bagi perusahaan teknologi besar lainnya dan pasar modal secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan.