Airtable, sebuah perusahaan pengembang platform tanpa kode yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi sendiri, menghadapi penurunan nilai pasar dari 11,7 miliar dolar AS menjadi sekitar 4 miliar dolar AS. Meski harga saham jatuh, perusahaan tetap kuat secara finansial dengan modal besar dan arus kas positif.
CEO Airtable, Howie Liu, memutuskan meluncurkan produk baru bernama Superagent, AI agent pertama yang berdiri sendiri dalam sejarah perusahaan selama 13 tahun. Produk ini didesain untuk mengubah cara pengguna mendapatkan analisis pasar dengan menggunakan agen AI yang bekerja bersama dalam koordinasi, bukan hanya step by step sederhana.
Superagent dapat mengambil tugas secara paralel lewat beberapa agen spesialis, seperti memeriksa keuangan, posisi kompetitif, dan berita terbaru, lalu menggabungkan semua informasi itu menjadi laporan interaktif yang mudah dipahami, lengkap dengan visual dan data yang bisa diolah pengguna.
Perbedaan utama Superagent dengan produk lain adalah kemampuannya untuk beradaptasi secara otonom, memperbaiki, dan merubah rencana jika diperlukan. Superagent juga memiliki akses ke sumber data premium seperti FactSet, Crunchbase, dan SEC filings yang memberikan kredibilitas tinggi pada hasilnya.
Dengan membawa CTO baru dari OpenAI dan mengakuisisi startup AI DeepSky, Airtable menegaskan arah transformasi menjadi platform AI-native. Harga Superagent direncanakan terjangkau dan fleksibel dengan fokus pada pertumbuhan, membuka peluang besar meski kompetisi di pasar AI agent semakin ketat.