Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Inisiatif Farmasi China untuk Melawan Wabah Virus Nipah

Share

Kumpulan riset mengungkapkan peran strategis obat asal China dalam menghadapi wabah virus Nipah yang melanda India. Kerja sama antara institusi riset, seperti Wuhan Institute of Virology, dan studi independen menunjukkan potensi solusi lintas negara untuk krisis kesehatan yang serius ini.

28 Jan 2026, 14.45 WIB

Obat Covid-19 VV116 Berpotensi Atasi Wabah Virus Nipah Mematikan

Obat Covid-19 VV116 Berpotensi Atasi Wabah Virus Nipah Mematikan
Virus Nipah adalah virus yang sangat berbahaya dengan tingkat kematian tinggi hingga 75 persen dan saat ini belum ada vaksin atau obat resmi yang mampu mengobatinya. Baru-baru ini, ada laporan wabah virus ini di wilayah West Bengal, India yang telah menginfeksi setidaknya lima orang. Para peneliti di Wuhan Institute of Virology melakukan penelitian dengan menggunakan obat antiviral oral bernama VV116, yang awalnya dikembangkan untuk menangani Covid-19. Obat ini diuji pada hamster yang terinfeksi virus Nipah untuk melihat efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VV116 dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hamster hingga 66,7 persen setelah diberikan dosis virus yang biasanya mematikan. Selain itu, obat tersebut juga berhasil menurunkan jumlah virus di beberapa organ penting seperti paru-paru, limpa, dan otak. Peneliti menyatakan bahwa VV116 tidak hanya dapat digunakan sebagai obat pencegahan bagi kelompok yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan pekerja laboratorium, tetapi juga bisa menjadi pilihan pengobatan yang tersedia dan siap pakai untuk menangani wabah Nipah yang terjadi saat ini atau di masa depan. Penemuan ini memberi harapan baru dalam melawan virus Nipah yang sampai kini belum ada pengobatan atau vaksinnya, dan dapat menjadi alternatif solusi yang efektif untuk mencegah penyebarannya secara cepat dan meluas.
28 Jan 2026, 09.07 WIB

Obat Covid-19 VV116 Bisa Jadi Penangkal Wabah Mematikan Virus Nipah

Obat Covid-19 VV116 Bisa Jadi Penangkal Wabah Mematikan Virus Nipah
Virus Nipah adalah virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian hingga 75 persen pada orang yang terinfeksi. Saat ini, belum ada vaksin atau obat yang resmi untuk menyembuhkan penyakit ini. Wabah virus Nipah baru-baru ini tercatat di negara bagian West Bengal, India, dengan setidaknya lima orang terinfeksi. Para peneliti dari Wuhan Institute of Virology melakukan penelitian terhadap obat antiviral bernama VV116, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Covid-19. Dalam uji coba pada hewan, yakni hamster emas, obat ini meningkatkan tingkat kepulihan dari virus Nipah dengan hasil sangat positif. Pemberian obat VV116 secara oral meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hamster yang terinfeksi virus tersebut hingga dua pertiga dari jumlah yang diuji, yang sebelumnya dosis virus tersebut dipastikan sangat mematikan. Selain itu, obat ini juga berhasil mengurangi jumlah virus di organ tubuh penting seperti paru-paru, limpa, dan otak. Peneliti menyatakan bahwa VV116 tidak hanya bisa berguna untuk mencegah infeksi pada kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan petugas laboratorium, tetapi juga dapat digunakan sebagai opsi pengobatan yang siap saji untuk menghadapi wabah virus Nipah yang akan datang. Penelitian ini membuka peluang besar dalam pengendalian wabah virus Nipah secara efektif menggunakan obat yang sudah ada. Meski hasilnya sangat menjanjikan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk pengujian pada manusia agar dapat digunakan secara luas di masa depan.
27 Jan 2026, 09.00 WIB

Virus Nipah Mematikan, Tiongkok Yakin Risiko Wabah Tetap Kecil Saat Imlek

Virus Nipah Mematikan, Tiongkok Yakin Risiko Wabah Tetap Kecil Saat Imlek
Virus Nipah yang sangat mematikan dengan tingkat kematian mencapai 75 persen kini telah muncul di negara bagian Benggala Barat, India. Virus ini belum memiliki vaksin atau pengobatan yang efektif. Meskipun demikian, hanya ada lima kasus yang dilaporkan sejauh ini, satu di antaranya berada dalam kondisi kritis. Kekhawatiran terkait virus ini tumbuh di Tiongkok karena menjelang liburan Tahun Baru Imlek, saat jutaan orang melakukan perjalanan. Namun, para ahli kesehatan di Tiongkok menilai virus Nipah sulit menyebar dari satu orang ke orang lain sehingga risiko terjadi wabah besar di Tiongkok dinilai kecil. Masyarakat Tiongkok aktif membahas virus ini di media sosial dengan rasa takut akan terjadi lockdown lagi seperti saat pandemi Covid-19. Beberapa orang juga menyarankan agar saluran perjalanan dengan India sementara waktu ditutup untuk mencegah masuknya virus. Situasi semakin relevan karena China dan India baru-baru ini telah melonggarkan aturan visa untuk meningkatkan perjalanan antar kedua negara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan di kala musim perjalanan besar yang dikenal dengan nama chunyun mulai dari 2 Februari hingga 13 Maret. Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan fokus pada langkah pencegahan. Pemerintah disarankan meningkatkan pengawasan kesehatan terutama pada pelaku perjalanan internasional untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova