Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Virus Nipah Mematikan, Tiongkok Yakin Risiko Wabah Tetap Kecil Saat Imlek

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
27 Jan 2026
1266 dibaca
2 menit
Virus Nipah Mematikan, Tiongkok Yakin Risiko Wabah Tetap Kecil Saat Imlek

TLDR

Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan tidak ada pengobatan atau vaksin yang tersedia.
Wabah di India menyebabkan kekhawatiran di negara-negara tetangga seperti China, terutama menjelang musim perjalanan tinggi.
Kekhawatiran akan penyebaran virus dapat mempengaruhi keputusan perjalanan internasional dan kebijakan kesehatan.
Virus Nipah yang sangat mematikan dengan tingkat kematian mencapai 75 persen kini telah muncul di negara bagian Benggala Barat, India. Virus ini belum memiliki vaksin atau pengobatan yang efektif. Meskipun demikian, hanya ada lima kasus yang dilaporkan sejauh ini, satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.Kekhawatiran terkait virus ini tumbuh di Tiongkok karena menjelang liburan Tahun Baru Imlek, saat jutaan orang melakukan perjalanan. Namun, para ahli kesehatan di Tiongkok menilai virus Nipah sulit menyebar dari satu orang ke orang lain sehingga risiko terjadi wabah besar di Tiongkok dinilai kecil.Masyarakat Tiongkok aktif membahas virus ini di media sosial dengan rasa takut akan terjadi lockdown lagi seperti saat pandemi Covid-19. Beberapa orang juga menyarankan agar saluran perjalanan dengan India sementara waktu ditutup untuk mencegah masuknya virus.Situasi semakin relevan karena China dan India baru-baru ini telah melonggarkan aturan visa untuk meningkatkan perjalanan antar kedua negara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan di kala musim perjalanan besar yang dikenal dengan nama chunyun mulai dari 2 Februari hingga 13 Maret.Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan fokus pada langkah pencegahan. Pemerintah disarankan meningkatkan pengawasan kesehatan terutama pada pelaku perjalanan internasional untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.