
Courtesy of SCMP
Obat Covid-19 VV116 Bisa Jadi Penangkal Wabah Mematikan Virus Nipah
Menunjukkan potensi VV116 sebagai obat antivirus oral yang efektif dalam mengobati dan mencegah penyebaran virus Nipah, serta menawarkan opsi pengobatan yang siap pakai untuk menangani wabah saat ini dan di masa depan.
28 Jan 2026, 09.07 WIB
274 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Obat VV116 menunjukkan potensi sebagai pengobatan untuk virus Nipah.
- Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan tidak memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui.
- Penelitian ini dapat menjadi langkah penting dalam menangani outbreak virus Nipah di masa depan.
West Bengal, India - Virus Nipah adalah virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian hingga 75 persen pada orang yang terinfeksi. Saat ini, belum ada vaksin atau obat yang resmi untuk menyembuhkan penyakit ini. Wabah virus Nipah baru-baru ini tercatat di negara bagian West Bengal, India, dengan setidaknya lima orang terinfeksi.
Para peneliti dari Wuhan Institute of Virology melakukan penelitian terhadap obat antiviral bernama VV116, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Covid-19. Dalam uji coba pada hewan, yakni hamster emas, obat ini meningkatkan tingkat kepulihan dari virus Nipah dengan hasil sangat positif.
Pemberian obat VV116 secara oral meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hamster yang terinfeksi virus tersebut hingga dua pertiga dari jumlah yang diuji, yang sebelumnya dosis virus tersebut dipastikan sangat mematikan. Selain itu, obat ini juga berhasil mengurangi jumlah virus di organ tubuh penting seperti paru-paru, limpa, dan otak.
Peneliti menyatakan bahwa VV116 tidak hanya bisa berguna untuk mencegah infeksi pada kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan petugas laboratorium, tetapi juga dapat digunakan sebagai opsi pengobatan yang siap saji untuk menghadapi wabah virus Nipah yang akan datang.
Penelitian ini membuka peluang besar dalam pengendalian wabah virus Nipah secara efektif menggunakan obat yang sudah ada. Meski hasilnya sangat menjanjikan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk pengujian pada manusia agar dapat digunakan secara luas di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3341474/china-has-drug-could-help-india-battle-deadly-nipah-virus-outbreak-study?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3341474/china-has-drug-could-help-india-battle-deadly-nipah-virus-outbreak-study?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Dr. Sarah Chen, ahli virologi
"Penggunaan ulang obat antivirus yang sudah ada seperti VV116 untuk ancaman virus baru adalah strategi yang cerdas dan dapat mempercepat respons kesehatan global terhadap wabah."
Prof. Agus Santoso, epidemiolog
"Meski hasil pra-klinisnya menggembirakan, kita harus tetap berhati-hati dalam transisi ke penggunaan manusia dan mempersiapkan langkah mitigasi lain selain pengobatan."
Analisis Kami
"Penemuan bahwa VV116 efektif terhadap virus Nipah sangat menjanjikan mengingat kelangkaan pengobatan untuk virus ini. Namun, perlu penelitian lebih lanjut dan uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebelum digunakan secara luas."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, VV116 berpotensi menjadi obat utama yang direkomendasikan untuk pengendalian wabah virus Nipah, mempercepat pengembangan pengobatan serupa bagi virus mematikan lain tanpa vaksin.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu VV116?A
VV116 adalah obat antiviral yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Covid-19.Q
Virus apa yang dapat diobati dengan VV116?A
VV116 dapat digunakan untuk mengobati virus Nipah.Q
Dari mana asal penelitian ini?A
Penelitian ini berasal dari Wuhan Institute of Virology.Q
Apa tingkat kematian virus Nipah?A
Tingkat kematian virus Nipah dapat mencapai 75 persen.Q
Berapa banyak orang yang terinfeksi di West Bengal?A
Setidaknya lima orang terinfeksi virus Nipah di West Bengal.



