Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Transformasi Digital Indonesia: Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Siber

Share

Indonesia sedang mengalami percepatan transformasi ekonomi digital yang diiringi dengan tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Pemerintah dan perusahaan besar seperti Telkom serta Grab memainkan peranan penting dalam mendongkrak pertumbuhan sekaligus merumuskan strategi untuk mengatasi risiko serangan dan pencurian data, yang jika tertangani akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

28 Jan 2026, 07.11 WIB

Registrasi SIM Card dengan Biometrik untuk Cegah Kejahatan Digital di Indonesia

Registrasi SIM Card dengan Biometrik untuk Cegah Kejahatan Digital di Indonesia
Pemerintah Indonesia memperkenalkan cara baru untuk registrasi SIM Card dengan menggunakan data biometrik dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang semakin marak, seperti penipuan online dan manipulasi nomor telepon. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa banyak tindak kejahatan digital terjadi karena nomor seluler yang tidak tervalidasi, sehingga pelaku kejahatan bisa menyamarkan identitasnya dan berpindah nomor dengan mudah. Kerugian akibat penipuan digital sangat besar, mencapai Rp 9,1 triliun sejak November 2024. Fraud di ekosistem pembayaran juga menimbulkan kerugian ratusan triliun rupiah, sementara 22% atau lebih dari 50 juta pengguna internet di Indonesia pernah menjadi korban penipuan. Registrasi SIM Card dengan biometrik mulai diberlakukan penuh enam bulan setelah peraturan resmi diundangkan pada Januari 2026. Registrasi ini bisa dilakukan lewat website, gerai, dan vending machine yang tersedia di berbagai outlet. Penerapan program ini diharapkan bisa mengurangi kejahatan digital yang berulang karena penyalahgunaan nomor anonim. Namun, pemerintah memberi waktu hingga Juni 2026 agar seluruh wilayah di Indonesia, khususnya daerah terpencil, bisa mengakses dan melakukan registrasi biometrik.
27 Jan 2026, 17.25 WIB

Dian Siswarini: Penegakan Hukum dan Investasi Jadi Kunci Keamanan Data

Dian Siswarini: Penegakan Hukum dan Investasi Jadi Kunci Keamanan Data
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa isu keamanan data sangat penting di dunia digital saat ini karena risiko kebocoran data dan serangan siber semakin meningkat, tidak hanya terhadap perusahaan tetapi juga individu. Dian menyoroti adanya undang-undang Perlindungan Data Pribadi di Indonesia yang sudah ada, namun penegakan hukum tersebut masih menjadi tantangan dan perlu diperbaiki agar dapat berjalan efektif. Ia menegaskan bahwa keamanan data bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab perusahaan, termasuk Telkom Indonesia, untuk menjaga data pribadi pelanggan baik dalam segmen ritel maupun korporasi. Menurut Dian, memperkuat sistem keamanan data memerlukan investasi besar, perubahan proses operasional, perbaikan sistem, serta disiplin tenaga kerja agar privasi dan keamanan siber dapat terjaga dengan baik. Kesadaran akan pentingnya keamanan data harus terus ditingkatkan agar perusahaan dan pemerintah dapat bersama-sama melindungi data pribadi pengguna dari ancaman yang semakin kompleks.
27 Jan 2026, 16.18 WIB

Telkom Optimalkan Forum Davos 2026 untuk Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia

Telkom Optimalkan Forum Davos 2026 untuk Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia
PT Telkom Indonesia berpartisipasi aktif dalam World Economic Forum Annual Meeting 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, Telkom menegaskan perannya sebagai BUMN yang menyediakan infrastruktur digital penting untuk mendukung ekonomi digital Indonesia yang sedang berkembang. Direktur Utama Telkom, Dian Siwarini, menyatakan bahwa WEF menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak dari banyak negara. Pada acara Indonesia Pavilion dengan tema "Endless Horizons with Indonesia", Telkom mendapatkan banyak kesempatan untuk menjalin kemitraan global demi mendukung transformasi dan inovasi digital Indonesia. Dian menjelaskan bahwa situasi dunia saat ini sedang dalam fase fragmentation yang menimbulkan ketidakpastian, sehingga keputusan bisnis harus mempertimbangkan banyak faktor geopolitik. Telkom sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi tidak bisa mengisolasi diri dan perlu memahami berbagai perspektif global untuk memilih arah investasi dan teknologi yang tepat. Teknologi yang terus berkembang dengan cepat membuat keputusan investasi menjadi sangat krusial untuk menjaga daya saing Telkom di masa depan. Ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) mencapai US$ 90 miliar pada tahun 2024. Hal ini didukung oleh sekitar 220 juta pengguna internet di seluruh Indonesia, menjadikan pasar digital Indonesia sangat potensial. Oleh karena itu, Telkom berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur yang paling handal dan berkualitas bagi pengguna digital tersebut. Kepedulian Telkom terhadap keamanan data pribadi dan perlindungan siber sangat tinggi, mengingat tingginya risiko di era digital. Indonesia sudah memiliki regulasi perlindungan data pribadi, dan Telkom terus meningkatkan sistem serta disiplin SDM agar keamanan data pelanggan dapat terjamin. Hal ini penting agar kepercayaan konsumen dan stabilitas layanan digital tetap terjaga.
26 Jan 2026, 16.09 WIB

Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi AI dengan Fokus Kesejahteraan dan Lingkungan

Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi AI dengan Fokus Kesejahteraan dan Lingkungan
Indonesia sedang menghadapi era percepatan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang membawa peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi digital. Namun, peningkatan kebutuhan kapasitas komputasi juga menimbulkan tantangan terkait penggunaan energi dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dengan nilai keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa AI bukan hanya bagian dari infrastruktur teknologi, tetapi juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi di masa depan. Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan regulasi dan aturan agar investasi di sektor teknologi semakin menarik dan pasti. Data menunjukkan investasi global di sektor infrastruktur AI akan mencapai lebih dari 500 miliar dolar AS pada tahun 2027, meningkat signifikan dari tahun 2023. Lonjakan investasi ini membuka peluang besar bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk mendapatkan modal dan teknologi, terutama jika didukung dengan kebijakan yang stabil dan kerangka regulasi yang jelas. Indonesia juga menempatkan ekonomi digital sebagai pilar strategis dengan proyeksi nilai mencapai 100 miliar dolar AS pada 2025 dan potensi hingga 340 miliar dolar AS pada 2030, menjadikannya pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu, berbagai kebijakan insentif dan reformasi perizinan terus didorong untuk memperkuat kapasitas lokal dan menarik investasi dalam bidang teknologi tinggi. Diskusi global dan kemitraan internasional menjadi fokus utama dalam mendorong pembiayaan inovatif atau blended finance yang menggabungkan dana publik dan swasta untuk membangun infrastruktur digital yang scalable dan berkelanjutan. Indonesia ingin menjadi mitra investasi yang terbuka, stabil, dan berkomitmen jangka panjang dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
26 Jan 2026, 15.40 WIB

Grab dan AI di WEF 2026 Dorong Digitalisasi dan Kesejahteraan Indonesia

Grab dan AI di WEF 2026 Dorong Digitalisasi dan Kesejahteraan Indonesia
Pada World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Indonesia menjadi fokus utama dalam pembahasan tentang teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan keterampilan di tanah air. Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menekankan bahwa potensi pasar Indonesia yang besar dan kemajuan digitalisasi membuat negara ini diminati oleh banyak investor internasional. Grab Indonesia sudah rutin mengikuti perhelatan WEF dan kali ini membawa perwakilan UMKM Indonesia, yakni Coffeenatics, sebuah merchant kopi dari Medan yang sudah memiliki kualitas internasional dan bahkan telah melakukan ekspor. Hal ini menunjukkan kemampuan produk lokal Indonesia yang mampu bersaing dan diapresiasi di pasar global. Neneng Goenadi juga aktif dalam panel diskusi di Pavilion Indonesia untuk membahas bagaimana Grab membantu digitalisasi para mitra merchant dan driver agar mereka semakin melek digital. Dengan digitalisasi, masyarakat tidak hanya memudahkan pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Perusahaan ini telah memberikan dampak positif kepada jutaan masyarakat Indonesia dengan memberikan peluang penghasilan sekaligus membantu mereka yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Grab bahkan menyiapkan dana hingga Rp 100 miliar untuk meningkatkan kualitas mitra mereka melalui tiga tahap pengembangan, termasuk pemberian jaminan sosial, makna sosial di momen penting seperti Ramadan, dan pengembangan kemampuan lebih lanjut seperti beasiswa dan peluang membuka bisnis. Grab Indonesia optimis bahwa perjalanan digitalisasi di Indonesia masih panjang namun peluangnya besar. Melalui kolaborasi di WEF dan adopsi AI, mereka ingin mendorong transformasi digital yang inklusif sehingga dapat meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis