Sensor Mikrochip Tahan Suhu Ekstrem dan Radiasi untuk Reaktor Nuklir Canggih
Sains
Fisika dan Kimia
28 Okt 2025
295 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengembangan sensor baru dapat merevolusi pemantauan reaktor nuklir di AS.
Sensor ini mampu bertahan pada suhu ekstrem dan radiasi tinggi, yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh teknologi yang ada.
Dukungan lanjutan diharapkan dapat menjadikan Universitas Maine sebagai pemain kunci dalam teknologi reaktor canggih.
Para peneliti di University of Maine berhasil mengembangkan sensor mikroelektronik baru yang mampu bertahan pada suhu sangat tinggi hingga 832 derajat Celsius dan paparan radiasi intens yang biasanya ada di dalam reaktor nuklir canggih. Sensor ini dapat mengukur berbagai parameter penting seperti daya reaktor, suhu, dan fluks neutron secara langsung dan real-time, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan efisiensi operasi reaktor.
Sebelumnya, sensor komersial yang digunakan untuk memantau reaktor tidak mampu bekerja pada suhu lebih dari 800 derajat Celsius, sehingga membatasi pengembangan reaktor generasi baru yang dirancang untuk beroperasi pada kondisi yang lebih ekstrem. Dengan sensor baru ini, hambatan tersebut dapat diatasi, membuka peluang untuk pengoperasian reaktor nuklir yang lebih efisien dan aman.
Sensor yang dikembangkan menggunakan teknologi nano dan telah diuji selama dua tahun secara ekstensif. Pengujian lanjutan di Laboratorium Riset Nuklir Ohio State University menunjukkan bahwa sensor ini dapat berfungsi selama seminggu penuh tanpa penurunan kinerja meskipun berada di dalam kondisi radiasi nuklir yang sangat intens sekaligus suhu tinggi.
Selain kemampuannya yang hebat bertahan dalam kondisi ekstrim, para peneliti juga berencana mengembangkan teknologi sensor ini agar bisa beroperasi secara nirkabel tanpa perlu baterai. Sensor ini akan menggunakan sinyal penginterogasian nirkabel untuk daya dan pengoperasian, sehingga memudahkan pemasangan dan pemeliharaan di dalam reaktor.
Dengan keberhasilan ini, para peneliti berharap bahwa teknologi sensor tahan suhu dan radiasi akan menghilangkan berbagai hambatan teknis yang selama ini menghambat penyebaran reaktor nuklir canggih, membantu Amerika Serikat memenuhi kebutuhan energi yang semakin besar secara lebih aman dan efisien.
Analisis Ahli
Mauricio Pereira de Cunha
Ini adalah terobosan pertama dalam teknologi sensor mikrochip yang mampu bekerja pada suhu sangat tinggi hingga 800 derajat Celsius, yang sebelumnya belum pernah terjadi.Luke Doucette
Memastikan sensor dapat berfungsi di bawah efek gabungan suhu tinggi dan radiasi intens merupakan tantangan besar dalam pemilihan material dan desain sensor.

