Asetat Dapat Tingkatkan Memori Pada Tikus Betina Lewat Perubahan Epigenetik
Courtesy of NatureMagazine

Asetat Dapat Tingkatkan Memori Pada Tikus Betina Lewat Perubahan Epigenetik

Menjelaskan bagaimana pemberian asetat dapat meningkatkan kemampuan memori pada tikus betina melalui perubahan epigenetik di otak, dan menunjukkan efek spesifik berdasarkan jenis kelamin dan aktivitas belajar.

26 Feb 2026, 07.00 WIB
102 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Asetat dapat meningkatkan memori pada tikus betina dengan memengaruhi ekspresi gen di hipokampus.
  • Pengaruh asetat terhadap memori berbeda antara jenis kelamin, menunjukkan respon spesifik pada tikus betina.
  • Histon dan modifikasi epigenetik memainkan peran penting dalam proses belajar dan memori yang dipengaruhi oleh asetat.
St. Louis, Amerika Serikat - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa asetat, produk metabolik yang dihasilkan saat tubuh memecah alkohol, glukosa, dan makanan berserat tinggi, dapat meningkatkan memori pada tikus betina. Penelitian ini menguji kemampuan tikus untuk mengingat lokasi dan perubahan objek dalam tugas yang melibatkan daerah otak penting untuk pembentukan memori.
Dalam eksperimen tersebut, tikus betina yang diberi injeksi asetat menunjukkan performa lebih baik dalam mengingat perbedaan lokasi objek dibandingkan tikus yang diberi placebo. Tikus jantan, sebaliknya, tidak menunjukkan manfaat signifikan dari pemberian asetat, mengindikasikan efek yang bergantung pada jenis kelamin.
Para peneliti menemukan bahwa asetat bekerja dengan memodifikasi protein histon di otak, khususnya varian H2A.Z, yang berperan dalam menyesuaikan cara gen dibuka dan bisa dibaca selama proses belajar. Modifikasi ini meningkatkan ekspresi gen yang berhubungan dengan kemampuan belajar dan memori pada tikus betina.
Studi juga menunjukkan bahwa efek asetat hanya muncul ketika tikus sedang dalam proses belajar dan mengaktifkan otaknya, bukan ketika asetat diberikan tanpa stimulasi belajar. Ini menegaskan bahwa asetat bukan hanya suplemen umum untuk meningkatkan memori, tapi berfungsi dalam konteks neural tertentu.
Penemuan ini penting karena membuka pemahaman baru tentang bagaimana metabolit alami bisa mempengaruhi fungsi otak dan memori secara spesifik berdasarkan jenis kelamin, yang bisa berpotensi mengarah pada terapi baru yang disesuaikan dengan perbedaan biologis antara pria dan wanita.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00603-y

Analisis Ahli

Gabor Egervari
"Asetat secara spesifik meningkatkan memori dengan mengubah cara gen diekspresikan melalui modifikasi histon, memberikan bukti kuat mekanisme epigenetik dalam proses belajar."
Razia Zakarya
"Respons otak terhadap asetat adalah spesifik terhadap saat belajar saja, menekankan bahwa metabolit tidak bekerja sebagai suplemen pasif melainkan membutuhkan konteks aktivitas neural untuk efek optimal."

Analisis Kami

"Penelitian ini secara cerdas menggabungkan aspek metabolik dan epigenetik dalam memahami memori, namun masih perlu dikaji lebih dalam untuk memastikan apakah hasil pada tikus bisa diterjemahkan ke manusia. Pendekatan yang menyoroti perbedaan jenis kelamin sangat penting untuk menghindari generalisasi yang kurang akurat dalam terapi berbasis memori."

Prediksi Kami

Penemuan ini dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi yang menggunakan metabolit alami seperti asetat untuk meningkatkan fungsi memori, terutama pada wanita, dan memicu penelitian lebih lanjut tentang perbedaan jenis kelamin dalam neurologi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa efek asetat terhadap memori tikus dalam penelitian ini?
A
Asetat dapat meningkatkan memori tikus, khususnya pada tikus betina, dengan memengaruhi aktivitas di hipokampus.
Q
Mengapa penelitian ini menunjukkan perbedaan antara tikus jantan dan betina?
A
Tikus betina menunjukkan peningkatan kinerja memori yang signifikan setelah diberikan asetat, sementara tikus jantan tidak menunjukkan manfaat yang sama.
Q
Apa peran histon dalam pengaruh asetat terhadap ekspresi gen?
A
Histon, khususnya varian H2A.Z, terlibat dalam modifikasi epigenetik yang memungkinkan gen yang berkaitan dengan pembelajaran untuk diekspresikan lebih baik.
Q
Bagaimana metode penelitian yang digunakan untuk menguji memori tikus?
A
Metode penelitian melibatkan pengenalan tikus dengan dua objek dan pengujian ingatan mereka 24 jam kemudian berdasarkan interaksi mereka dengan objek tersebut.
Q
Apa kesimpulan dari penelitian tentang penggunaan asetat dalam konteks pembelajaran?
A
Penelitian menyimpulkan bahwa asetat memiliki efek yang spesifik terhadap jenis kelamin dan terbatas pada daerah tertentu di otak yang terlibat dalam pembelajaran.