Astrocytes: Sel Otak Kunci Penstabil Memori Emosional Jangka Panjang
Sains
Neurosains and Psikologi
15 Okt 2025
31 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Astrosit memiliki peran aktif dalam stabilisasi memori jangka panjang.
Pengalaman emosional berulang dapat memicu aktivitas astrosit dalam penyimpanan memori.
Penelitian ini membuka kemungkinan baru untuk pengobatan kondisi memori seperti PTSD dan Alzheimer.
Kenangan tentang peristiwa emosional seringkali lebih mudah diingat dibanding kenangan biasa. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa sel otak bernama astrocytes berperan penting dalam menstabilkan ingatan jangka panjang tersebut.
Sebelumnya, astrocytes dianggap hanya sebagai pendukung neuron yang menyimpan memori. Namun penelitian ini menunjukkan astrocytes aktif dipicu oleh pengalaman emosional yang berulang dan berkontribusi pada penguatan memori.
Penelitian dilakukan dengan memantau aktivitas gen Fos sebagai penanda aktivasi sel di otak tikus saat mereka menjalani tugas memori berbasis ketakutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan aktivitas astrocytes pada tahap pengingatan ulang, bukan pada fase pembelajaran awal.
Sel astrocytes terutama aktif di area otak seperti amygdala, yang sangat terkait dengan pengolahan emosi dan memori ketakutan, memberi gambaran bagaimana memori penting disaring dan disimpan secara selektif.
Temuan ini membuka peluang baru untuk merancang terapi yang menargetkan astrocytes guna membantu penderita gangguan memori seperti PTSD dan Alzheimer, yang hingga kini pengobatannya masih sangat terbatas.
Analisis Ahli
Jun Nagai
Astrocytes tidak hanya mendukung neuron tapi juga secara aktif memediasi penyimpanan memori jangka panjang melalui aktivitas genetik yang diatur oleh pengalaman emosional berulang.

