
Courtesy of NatureMagazine
Latihan Rutin Membuat Neuron Otak Tikus Lebih Cepat Aktif dan Daya Tahan Meningkat
Mengungkap bagaimana latihan fisik berulang mengubah aktivitas dan struktur neuron di otak untuk meningkatkan daya tahan, sehingga memberikan wawasan baru mengenai peran otak dalam adaptasi fisik yang dapat diaplikasikan pada manusia.
12 Feb 2026, 07.00 WIB
194 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Latihan fisik tidak hanya menguntungkan bagi fisik, tetapi juga mengubah cara kerja otak.
- Neuron dalam ventromedial hypothalamus menjadi lebih responsif setelah latihan berulang, mendukung peningkatan ketahanan.
- Penelitian ini menunjukkan pentingnya peran otak dalam adaptasi tubuh terhadap latihan fisik.
Philadelphia, Amerika Serikat - Sebuah studi baru menemukan bahwa latihan berulang tidak hanya menguatkan otot dan sistem kardiovaskular, tetapi juga memengaruhi otak tikus dengan membuat beberapa neuron lebih mudah untuk diaktifkan.
Penelitian yang dipimpin oleh Nicholas Betley dari University of Pennsylvania ini menargetkan kelompok neuron di area ventromedial hypothalamus yang dikenal mengatur metabolisme dan daya tahan tubuh.
Saat tikus melakukan latihan treadmill berulang-ulang, neuron yang memproduksi protein SF1 mulai menunjukkan peningkatan aktivitas terutama setelah sesi latihan selesai, yang membuat mereka lebih responsif dengan latihan berikutnya.
Setelah tiga minggu latihan konsisten, para peneliti melihat perubahan pada properti listrik neuron dan peningkatan jumlah sinaps excitatory yang menguatkan komunikasi antar neuron, yang berkontribusi pada peningkatan daya tahan berlari.
Hasil ini memberi bukti bahwa otak secara aktif berperan dalam mengoordinasi perubahan fisik selama latihan dan memungkinkan tubuh menjadi lebih efisien untuk aktivitas fisik berulang, membuka pemahaman baru tentang hubungan otak dan latihan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00414-1
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00414-1
Analisis Ahli
Nicholas Betley
"Penemuan ini menunjukkan bahwa ventromedial hypothalamus dan neuron SF1 adalah kunci untuk memahami bagaimana otak mendukung peningkatan daya tahan melalui latihan berulang."
Analisis Kami
"Penemuan ini sangat menarik karena mengubah paradigma bahwa adaptasi latihan hanya terjadi di otot dan organ tubuh lainnya, dengan menempatkan otak sebagai pusat pengendali utama. Studi lebih lanjut bisa membuka potensi intervensi neurologis untuk mengoptimalkan kemampuan fisik manusia."
Prediksi Kami
Penelitian ini bisa membuka jalan pada pengembangan metode latihan dan terapi yang menargetkan otak untuk meningkatkan performa fisik dan kesehatan secara keseluruhan di masa depan.




