Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terapi Baru Fokus Glukosa Tembus Gejala Alzheimer Pada Tikus

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
05 Jan 2026
1227 dibaca
1 menit
Terapi Baru Fokus Glukosa Tembus Gejala Alzheimer Pada Tikus

TLDR

Perawatan eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan dalam memperbaiki gejala Alzheimer pada tikus.
Penelitian ini mengusulkan bahwa kekurangan glukosa dapat menjadi faktor penyebab dalam perkembangan Alzheimer.
Obat yang menargetkan GLUT1 dapat membantu mengembalikan metabolisme energi di otak dan mengurangi plak amyloid-beta.
Penyakit Alzheimer dikenal sebagai bentuk demensia yang paling umum dan disebabkan oleh penumpukan protein tertentu di otak yang mengganggu fungsi saraf. Namun, penyebab sebenarnya dari penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.Sebuah tim peneliti dari Kunming Institute of Zoology, China, mencoba pendekatan berbeda dengan fokus pada suplai glukosa sebagai sumber energi utama otak. Mereka menganggap bahwa kekurangan glukosa bisa menyebabkan gangguan metabolisme otak dan memicu gejala Alzheimer.Para peneliti mengembangkan obat eksperimen yang menargetkan protein GLUT1, sebuah transporter glukosa penting di otak, untuk meningkatkan pasokan glukosa di jaringan otak. Uji coba pada tikus yang mengalami gejala tahap akhir Alzheimer menunjukkan hasil yang menjanjikan.Dalam beberapa minggu setelah pengobatan, tikus menunjukkan perbaikan memori dan pengurangan plak otak secara signifikan. Temuan ini memberikan harapan baru dalam pengembangan terapi yang dapat mengatasi penyakit neurodegeneratif tersebut melalui pendekatan metabolik.Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Advanced Science pada 8 Desember, menandai kemajuan penting dalam pemahaman dan penanganan Alzheimer melalui strategi pengembalian energi otak.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.