Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mikroplastik Dalam Air Hujan Surabaya: Ancaman Baru Bagi Kesehatan Dan Lingkungan

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
19 Nov 2025
1327 dibaca
2 menit
Mikroplastik Dalam Air Hujan Surabaya: Ancaman Baru Bagi Kesehatan Dan Lingkungan

TLDR

Mikroplastik telah ditemukan dalam air hujan di Surabaya, menunjukkan pencemaran lingkungan yang serius.
Paparan mikroplastik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia.
Penting untuk mengambil langkah pencegahan dan mendukung regulasi yang ketat terkait pengelolaan sampah dan penggunaan plastik.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa air hujan di kota Surabaya mengandung partikel mikroplastik yang sangat kecil. Partikel ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari sampah plastik yang dibakar hingga produk kecantikan yang mengandung mikrobead. Karena ukurannya yang hanya 1 sampai 5 milimeter, mikroplastik bisa dengan mudah tersebar di udara dan terbawa oleh hujan hingga ke tanah dan perairan.Mikroplastik terbagi menjadi dua jenis utama: mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder. Mikroplastik primer biasanya ditemukan dalam produk kosmetik dan kesehatan, sedangkan mikroplastik sekunder muncul akibat pelapukan dan kerusakan plastik dari proses fisik maupun kimia. Kedua jenis ini dapat terancam menyebar luas lewat hujan yang membawa partikel-partikel tersebut ke lingkungan.Bahaya mikroplastik terhadap kesehatan manusia sangat mengkhawatirkan. Partikel ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terpapar, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai masalah seperti peradangan jaringan, gangguan hormon, masalah reproduksi, dan komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, kontaminasi ini bukan hanya ancaman bagi lingkungan tapi juga bagi kehidupan manusia.Dalam menghadapi masalah ini, para ahli mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan. Masyarakat disarankan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, dan tidak membakar sampah plastik sembarangan. Bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, memakai masker filtrasi dan menggunakan payung saat hujan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi kontak langsung dengan mikroplastik.Selain langkah pencegahan secara individu, dibutuhkan juga regulasi dan kebijakan yang tegas terkait pengelolaan sampah plastik dari pemerintah dan produsen. Larangan pembakaran sampah terbuka serta pengelolaan sampah yang lebih baik dan sistematis merupakan kunci untuk mengurangi penyebaran mikroplastik yang saat ini sudah menjadi masalah global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.