
Courtesy of InterestingEngineering
OpenStar Technologies Ciptakan Magnet Superkonduktor Melayang untuk Energi Fusi
Menunjukkan bahwa magnet superkonduktor berat dapat melayang dan mengendalikan plasma bersuhu sangat tinggi untuk mendukung desain reaktor fusi yang lebih stabil dan efisien, membuka jalan bagi energi fusi komersial di masa depan.
18 Feb 2026, 18.54 WIB
182 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- OpenStar Technologies telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi fusi nuklir.
- Konfigurasi dipole terangkat memiliki potensi untuk meningkatkan stabilitas dan pengendalian plasma.
- Levitasi magnet merupakan langkah penting menuju efisiensi dan efektivitas reaktor fusi di masa depan.
New Zealand - Startup asal Selandia Baru, OpenStar Technologies, berhasil mengembangkan prototipe reaktor fusi bernama 'Junior' yang menempatkan magnet superkonduktor berat melayang di dalam plasma bersuhu sangat tinggi. Ini adalah kemajuan yang penting dalam teknologi fusi nuklir, yang bertujuan menghasilkan energi bersih dan melimpah.
Desain reaktor ini berbeda dari tokamak tradisional karena magnet yang digunakan berada di tengah plasma dan melayang tanpa penyangga mekanis. Pendekatan ini meniru medan magnet planet seperti Jupiter, yang membantu menjaga plasma tetap stabil dan panas.
Dengan medan magnet yang dihasilkan oleh magnet yang melayang ini, plasma dengan suhu lebih dari 1.000.000 derajat Celsius dapat dikendalikan. Hal ini menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan kondisi penting bagi proses fusi agar berlangsung secara berkelanjutan.
Meskipun saat ini reaktor Junior belum menghasilkan lebih banyak energi daripada yang digunakan, stabilitas magnet dan kemampuan levitasi yang ditunjukkan menjadi bukti konsep yang kuat untuk mengembangkan versi yang lebih besar dan efisien.
Keberhasilan ini membuka peluang untuk reaktor fusi yang lebih kecil dan lebih murah dibandingkan desain konvensional, yang dapat mempercepat pengembangan energi fusi sebagai sumber energi karbon bebas di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/first-plasma-confinement-via-levitated-magnet
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/first-plasma-confinement-via-levitated-magnet
Analisis Ahli
Dr. Maria Hernandez (Fisikawan Plasma)
"Pendekatan levitated dipole membuka jalan bagi desain reaktor yang lebih sederhana dan berpotensi lebih stabil dibandingkan tokamak, tetapi transisi dari prototipe ke sistem komersial memerlukan inovasi besar dalam material dan kontrol magnetik."
Analisis Kami
"Penggunaan magnet superkonduktor yang melayang memang menjanjikan dalam meningkatkan stabilitas plasma dibandingkan tokamak konvensional. Namun, tantangan teknis dan biaya produksi tetap besar, sehingga keberhasilan komersial masih sangat bergantung pada kemampuan untuk mempertahankan levitasi dan medan magnet dalam skala yang lebih besar dan waktu yang lebih lama."
Prediksi Kami
Jika teknologi magnet levitasi ini dapat diskalakan dengan baik, sistem reaktor fusi yang lebih kecil, lebih stabil, dan lebih murah dapat muncul dalam satu dekade mendatang, mempercepat komersialisasi energi fusi sebagai sumber energi bersih.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dicapai oleh OpenStar Technologies dalam pengujian terbaru mereka?A
OpenStar Technologies berhasil mengangkat magnet superkonduktor di dalam ruang vakum dan mengkonfinasi plasma yang dipanaskan hingga lebih dari 1.000.000 derajat Celsius.Q
Bagaimana konfigurasi dipole terangkat berbeda dari desain tokamak?A
Konfigurasi dipole terangkat menempatkan magnet superkonduktor di dalam awan plasma, sedangkan tokamak menggunakan kumparan eksternal besar untuk mengatur plasma.Q
Apa tujuan jangka panjang dari penelitian ini?A
Tujuan jangka panjang adalah untuk mereplikasi proses fusi nuklir untuk menyediakan sumber energi bebas karbon.Q
Mengapa levitasi magnet diperlukan dalam proses fusi nuklir?A
Levitasi magnet diperlukan untuk menjaga kestabilan plasma dan mencegah kehilangan energi melalui struktur fisik yang mendukung magnet.Q
Apa tantangan yang masih dihadapi sebelum sistem ini dapat digunakan untuk pembangkit energi komersial?A
Tantangan yang dihadapi termasuk menghasilkan lebih banyak energi daripada yang dikonsumsi dan mengatasi masalah teknis lainnya sebelum sistem dapat digunakan secara komersial.




