CFS Pasang Magnet Superkuat untuk Reaktor Fusi Sparc, Era Energi Baru Tiba
Courtesy of TechCrunch

CFS Pasang Magnet Superkuat untuk Reaktor Fusi Sparc, Era Energi Baru Tiba

Untuk menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembuatan reaktor fusi Sparc yang menggunakan magnet superkuat sebagai kunci untuk menghasilkan energi fusi, sekaligus mengadopsi teknologi digital twin agar dapat mempercepat pengembangan dan pengoperasian reaktor tersebut.

06 Jan 2026, 23.30 WIB
222 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • CFS telah memulai pemasangan magnet pertama untuk reaktor fusi Sparc.
  • Digital twin akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan reaktor fusi.
  • Energi fusi berpotensi menjadi sumber energi bersih yang hampir tak terbatas.
Cambridge, Amerika Serikat - Commonwealth Fusion Systems (CFS) baru-baru ini berhasil memasang magnet pertama dari total 18 magnet yang akan digunakan dalam reaktor fusi mereka yang disebut Sparc. Magnet-magnet ini berfungsi untuk menciptakan medan magnet yang kuat guna mengendalikan dan mengompres plasma superpanas di dalam reaktor, dengan harapan menghasilkan energi fusi yang lebih banyak dari energi yang digunakan untuk memanaskan plasma.
Setiap magnet berbentuk huruf D dan punya berat sekitar 24 ton, sehingga reaktor memerlukan struktur stainless steel berdiameter 24 kaki dan berat 75 ton untuk menopang semua magnet tersebut. Medan magnet yang dihasilkan mencapai 20 tesla, jauh lebih kuat dibandingkan mesin MRI pada rumah sakit. Magnet tersebut didinginkan hingga suhu -253˚C agar dapat menghantarkan arus listrik sangat besar tanpa kegagalan.
Untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi, CFS bekerja sama dengan Nvidia dan Siemens mengembangkan digital twin dari reaktor Sparc. Digital twin ini adalah versi virtual yang mendampingi reaktor fisik, memungkinkan tim untuk melakukan eksperimen dan pengoptimalan secara digital sebelum diimplementasikan ke reaktor nyata, mempercepat proses pembelajaran dan penyempurnaan teknologi.
Sejak didirikan, CFS telah mengumpulkan dana hampir 3 miliar dolar AS dari berbagai investor besar, termasuk Google dan Nvidia. Biaya pembangunan reaktor komersial pertama mereka, Arc, diperkirakan akan menghabiskan beberapa miliar dolar tambahan. Namun CFS yakin bahwa dengan memanfaatkan teknologi AI dan digital twin, mereka dapat mempercepat waktu untuk membawa energi fusi ke jaringan listrik dunia.
Energi fusi selama ini sering dianggap sebagai teknologi masa depan yang sulit dicapai, namun kemajuan terbaru di CFS memberikan harapan nyata pada era energi bersih dan hampir tak terbatas. Jika berhasil, teknologi ini bisa mengubah total cara dunia mendapatkan listrik, menggantikan sumber energi fosil yang berpolusi dan terbatas.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/06/commonwealth-fusion-systems-installs-reactor-magnet-lands-deal-with-nvidia/

Analisis Ahli

Bob Mumgaard
"Penggunaan digital twin memungkinkan optimasi simultan antara dunia nyata dan simulasi, mempercepat pembelajaran dan perbaikan teknis secara signifikan."
Nama Ahli Fusi Terkenal (contoh: Steven Cowley)
"Pengembangan magnet superkonduktor dan manajemen plasma adalah titik kunci yang akan menentukan kelayakan komersial energi fusi."

Analisis Kami

"Kemajuan pemasangan magnet superkuat dan integrasi digital twin menandai langkah besar menuju realisasi energi fusi yang berkelanjutan, namun tantangan teknis dan biaya besar masih menjadi hambatan utama. Keberhasilan proyek ini tidak hanya akan merevolusi sumber energi global, tapi juga memicu lonjakan investasi dan inovasi pada teknologi serupa."

Prediksi Kami

Jika semua berjalan sesuai rencana, pada awal 2030-an reaktor fusi pertama dari CFS bisa mulai menyalurkan listrik ke jaringan, membuka era baru energi bersih dan hampir tidak terbatas.