Spyware Intellexa Digunakan untuk Sadap Jurnalis di Angola, Amnesty Ungkap
Courtesy of TechCrunch

Spyware Intellexa Digunakan untuk Sadap Jurnalis di Angola, Amnesty Ungkap

Mengungkap dan memperingatkan masyarakat tentang penggunaan spyware berbahaya oleh pemerintah terhadap jurnalis dan aktivis, serta menyoroti pelanggaran terhadap kebebasan pers dan privasi di era digital.

18 Feb 2026, 07.01 WIB
174 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perusahaan spyware seperti Intellexa semakin banyak digunakan oleh pemerintah untuk mengawasi jurnalis dan aktivis.
  • Amnesty International terus menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi akibat penggunaan teknologi pengawasan.
  • Kasus Teixeira Cândido menunjukkan bahwa individu dalam masyarakat sipil dapat menjadi target utama dalam konflik politik.
Angola - Amnesty International mengungkap bahwa jurnalis dan aktivis kebebasan pers di Angola, Teixeira Cândido, menjadi korban serangan spyware Predator dari perusahaan Intellexa. Spyware ini dipasang lewat tautan berbahaya yang dikirimkan melalui WhatsApp dan berhasil menginfeksi iPhone korban saat tautan tersebut diklik.
Intellexa dikenal sebagai pembuat spyware yang kontroversial dan beroperasi tersembunyi lewat berbagai entitas perusahaan agar bisa menghindari hukum ekspor. Perusahaan ini tetap aktif meski sudah dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, termasuk terhadap pendirinya, Tal Dilian dan mitranya Sara Fayssal Hamou.
Peneliti Amnesty melakukan analisis forensik pada perangkat Cândido dan menghubungkan infeksi spyware dengan server-server yang sebelumnya diketahui milik Intellexa. Spyware ini menyamar sebagai proses iOS asli untuk menghindari deteksi di telepon korban, dan hanya hilang setelah ponselnya di-reboot.
Amnesty juga menemukan beberapa domain yang terkait dengan spyware ini di Angola sejak Maret 2023, yang menandakan bahwa Intellexa mungkin telah menguji atau menggunakan spyware ini di negara tersebut sejak awal tahun. Namun, mereka belum bisa memastikan siapa pelanggan Intellexa yang menjalankan serangan di Angola.
Kasus ini memperlihatkan tren bagaimana spyware komersial kini semakin sering digunakan oleh pemerintah untuk mengawasi dan menekan jurnalis, politikus, dan warga biasa yang mengkritik pemerintah. Amnesty mengingatkan masih banyak penyalahgunaan yang belum terungkap di berbagai negara dunia.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/17/intellexas-predator-spyware-used-to-hack-iphone-of-journalist-in-angola-research-says/

Analisis Ahli

Donncha Ó Cearbhaill
"Abuse of spyware like Intellexa's Predator confirms the urgent need for global regulation to protect civil society from covert digital attacks."

Analisis Kami

"Kasus ini menunjukkan bagaimana teknologi pengawasan canggih sering disalahgunakan oleh pemerintah untuk membungkam suara kritis, terutama di negara-negara dengan sedikit pengawasan kemerdekaan media. Tanpa regulasi yang lebih ketat serta transparansi dari perusahaan spyware, risiko pelanggaran hak asasi manusia secara masif akan terus meningkat."

Prediksi Kami

Penggunaan spyware dan perangkat pengawasan yang bersifat komersial akan semakin meningkat dan menyebar ke banyak negara, mendorong peningkatan pengawasan global serta kontroversi tentang pelanggaran hak privasi dan kebebasan berekspresi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan Teixeira Cândido di Angola?
A
Teixeira Cândido, seorang jurnalis, menjadi target peretasan menggunakan spyware Intellexa setelah mengklik tautan jahat di WhatsApp.
Q
Siapa yang mengembangkan spyware yang digunakan untuk meretas Cândido?
A
Spyware yang digunakan untuk meretas Cândido dikenal sebagai Predator, yang dikembangkan oleh Intellexa.
Q
Apa tujuan dari Intellexa sebagai perusahaan?
A
Intellexa adalah perusahaan yang menyediakan spyware kepada pemerintah untuk mengawasi individu, termasuk jurnalis dan aktivis.
Q
Mengapa Amnesty International mengeluarkan laporan tentang kasus ini?
A
Amnesty International mengeluarkan laporan untuk mengungkap penyalahgunaan spyware oleh pemerintah dan untuk menyoroti pelanggaran hak asasi manusia.
Q
Apa respon pemerintah AS terhadap Intellexa?
A
Pemerintah AS telah mengenakan sanksi terhadap Intellexa dan beberapa eksekutifnya sebagai respons terhadap kegiatan mereka yang melanggar hak asasi manusia.