Amnesty International Ungkap Serangan Spyware Pegasus ke Jurnalis Serbia
Teknologi
Keamanan Siber
28 Mar 2025
151 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
NSO Group menghadapi tantangan dalam menyembunyikan aktivitas spyware mereka.
Amnesty International dan organisasi lain terus melacak penggunaan spyware untuk melindungi hak asasi manusia.
Serangan terhadap jurnalis menunjukkan risiko yang dihadapi oleh anggota masyarakat sipil dalam era digital.
Pada hari Kamis, Amnesty International merilis laporan baru yang mengungkapkan upaya peretasan terhadap dua jurnalis Serbia, yang diduga dilakukan dengan spyware Pegasus dari NSO Group. Kedua jurnalis tersebut, yang bekerja untuk Balkan Investigative Reporting Network (BIRN), menerima pesan teks mencurigakan yang berisi tautan, yang merupakan serangan phishing. Peneliti Amnesty berhasil mengklik tautan tersebut dan menemukan bahwa itu mengarah ke domain yang terkait dengan infrastruktur NSO Group.
Amnesty International telah lama memantau penggunaan spyware Pegasus untuk menyerang aktivis dan jurnalis. Peneliti seperti Donncha Ó Cearbhaill mengatakan bahwa mereka kini sangat terampil dalam mengenali tanda-tanda spyware NSO Group, sehingga mereka bisa dengan cepat mengidentifikasi domain yang terlibat dalam serangan. Hal ini menunjukkan bahwa NSO Group dan pelanggannya semakin kesulitan untuk tetap tersembunyi.
Banyak korban spyware Pegasus telah diidentifikasi oleh berbagai organisasi, termasuk Amnesty dan Citizen Lab. NSO Group menghadapi masalah karena menjual spyware kepada negara-negara yang menggunakannya secara sembarangan, termasuk untuk menyerang jurnalis. Ini menunjukkan bahwa mereka membuat kesalahan dalam menjaga keamanan operasional mereka.
Analisis Ahli
Donncha Ó Cearbhaill
Kemampuan kami dalam melacak domain berbahaya Pegasus membuktikan bahwa penyebaran spyware ini bisa dideteksi, yang membuat operasi NSO Group semakin sulit disembunyikan.John Scott-Railton
NSO Group dan pelanggannya membuat kesalahan operasional besar dengan terus menargetkan jurnalis, sehingga mengungkap aktivitas mereka dan merusak reputasi mereka sendiri.
