Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perkembangan Regulasi AI di Korea Selatan, China, dan Indonesia: Peluang dan Tantangan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1mo ago) artificial-intelligence (1mo ago)
15 Feb 2026
295 dibaca
2 menit
Perkembangan Regulasi AI di Korea Selatan, China, dan Indonesia: Peluang dan Tantangan

Rangkuman 15 Detik

Korea Selatan, China, dan Indonesia sedang merumuskan regulasi terkait kecerdasan buatan.
Regulasi AI di Korea Selatan mencakup hukuman bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan.
Meutya Hafid menyatakan bahwa Indonesia hampir menyelesaikan Peta Jalan AI dan Etika AI untuk mendukung industri digital.
Beberapa negara di dunia mulai mengatur penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan teknologi ini digunakan secara aman dan bertanggung jawab. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang telah menerbitkan undang-undang AI yang memberikan aturan jelas terkait pelabelan produk dan layanan AI yang berdampak tinggi atau bersifat generatif. Aturan di Korea Selatan menetapkan denda cukup besar bagi perusahaan yang tidak mematuhi, seperti denda 30 juta won untuk tidak memberikan label AI generatif, dan denda yang dapat mencapai 7% dari omset global untuk pelanggaran terkait AI berisiko tinggi. Hal ini bertujuan meningkatkan transparansi serta keamanan bagi pengguna. Sementara itu, China juga memperkenalkan aturan yang fokus pada perlindungan masyarakat dari kecanduan AI. Perusahaan penyedia layanan AI wajib dapat mengidentifikasi emosi dan ketergantungan pengguna serta melakukan intervensi jika diperlukan. Aturan ini juga menuntut adanya sistem untuk menjaga keamanan data dan privasi pengguna. Di Indonesia, pemerintah sedang menyusun Peta Jalan AI dan Etika AI sebagai payung regulasi yang akan memudahkan kementerian dan lembaga terkait membuat aturan AI sesuai kebutuhan sektor masing-masing. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan peta jalan ini sudah hampir selesai dan diharapkan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun ini. Meskipun upaya regulasi ini positif, masih terdapat kritik terutama di Korea Selatan dimana beberapa pelaku startup merasa aturan yang ada kurang jelas dan dapat membuat mereka memilih jalur yang aman tapi kurang inovatif. Hal ini menjadi tantangan agar regulasi bisa mendukung keamanan sekaligus mendorong perkembangan teknologi AI yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

Lim Jung-wook
Regulasi yang tidak jelas detailnya membuat banyak pendiri startup frustrasi karena mereka harus memilih pendekatan aman yang kurang inovatif untuk menghindari risiko hukum.