AI summary
Indosat Ooredoo Hutchison mendukung regulasi terkait kecerdasan buatan untuk menciptakan ekosistem AI yang baik. Peraturan Presiden mengenai AI diharapkan dapat memperkuat adopsi teknologi baru di Indonesia. Aspek moral dan etika harus menjadi perhatian utama dalam penerapan kecerdasan buatan. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kecerdasan buatan atau AI sebagai bagian dari visi menjadikan Indonesia sebagai AI nation di masa depan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatur penggunaan AI secara etis dan terarah agar teknologi ini dapat memberi manfaat maksimal bagi bangsa.Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Mereka juga aktif mengembangkan talenta AI di dalam negeri melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia dan kolaborasi dengan mitra global.Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer IOH, menekankan pentingnya regulasi AI yang tidak hanya membatasi, namun juga mengatur pemakaian teknologi ini secara moral dan etis sesuai nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.Proses pembuatan Perpres AI melibatkan berbagai kementerian seperti Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Hukum untuk memastikan aturan yang dihasilkan tidak tumpang tindih dengan regulasi lain seperti UU ITE dan UU PDP, sekaligus mengakomodasi perkembangan teknologi terbaru.Dengan dukungan dari industri dan regulasi yang jelas, Indonesia berharap dapat memperkuat ekosistem AI yang berkelanjutan dan beretika, yang akan menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target Indonesia Emas 2045.
Langkah pemerintah yang melibatkan pelaku industri seperti Indosat sangat tepat untuk memastikan regulasi AI berjalan seimbang antara inovasi dan etika. Namun, pengawasan dan edukasi berkelanjutan pada masyarakat serta pelaku bisnis harus menjadi prioritas agar teknologi AI benar-benar bermanfaat dan tidak disalahgunakan.