
Courtesy of CNBCIndonesia
Regulasi AI Korea Selatan, China, dan Indonesia: Tantangan dan Harapan Inovasi
Memberikan informasi tentang perkembangan regulasi AI di Korea Selatan, China, dan Indonesia untuk memastikan keamanan, kepercayaan, dan etika dalam penggunaan teknologi AI di berbagai sektor.
23 Jan 2026, 21.00 WIB
219 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Korea Selatan dan China sedang mengembangkan peraturan terkait kecerdasan buatan untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan masyarakat.
- Regulasi yang ketat dapat mempengaruhi inovasi di sektor startup, seperti yang diungkapkan oleh Lim Jung-wook.
- Indonesia juga berupaya untuk mengatur penggunaan AI melalui Peta Jalan AI dan Etika AI yang sedang disusun.
Jakarta, Indonesia - Beberapa negara di Asia seperti Korea Selatan, China, dan Indonesia sedang mengembangkan aturan dan kebijakan terkait kecerdasan buatan (AI). Tujuan utama dari aturan ini adalah memastikan keamanan, kepercayaan, dan penggunaan AI yang etis bagi masyarakat serta berbagai sektor penting seperti kesehatan dan keuangan.
Korea Selatan telah menerbitkan undang-undang dasar AI yang mewajibkan adanya pengawasan manusia dalam penggunaan AI berdampak tinggi. Aturan ini juga mengharuskan perusahaan memberi label yang jelas pada produk berbasis AI, dengan sanksi denda tinggi jika aturan tidak dipatuhi.
Namun, aturan tersebut mendapat kritik dari pelaku startup di Korea Selatan yang menganggap aturan masih tidak jelas dan terlalu membatasi inovasi. Mereka khawatir pendekatan aman yang dipaksakan justru menghambat kemajuan teknologi dan kreativitas.
China juga memperkenalkan aturan yang berfokus pada perlindungan pengguna dari kecanduan dan penyalahgunaan AI yang bersifat interaktif dan personal. Penyedia layanan diwajibkan melakukan pemantauan dan intervensi untuk menjaga kesejahteraan pengguna.
Sementara di Indonesia, pemerintah sedang merampungkan Peta Jalan AI dan Etika AI yang akan menjadi payung hukum bagi penyusunan aturan AI di berbagai sektor. Menteri Komunikasi dan Digital mengharapkan aturan ini bisa menjadi landasan yang jelas dan dapat mendukung pertumbuhan teknologi AI di tanah air.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123161339-37-704825/ramai-ramai-ikut-aturan-ri-habis-china-kini-korea-selatan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123161339-37-704825/ramai-ramai-ikut-aturan-ri-habis-china-kini-korea-selatan
Analisis Ahli
Lim Jung-wook
"Bahasa aturan yang terlalu kabur justru membuat startup kehilangan arah dan cenderung memilih jalur aman yang kurang inovatif demi menghindari risiko hukum."
Analisis Kami
"Regulasi AI yang ketat memang diperlukan untuk menjaga kepercayaan dan keamanan masyarakat, namun tanpa kejelasan dan fleksibilitas yang memadai, aturan ini justru bisa membatasi inovasi terutama di kalangan startup yang masih berkembang. Sebaiknya pemerintah melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi agar tercipta keseimbangan antara proteksi dan kebebasan berinovasi."
Prediksi Kami
Ke depan, regulasi AI di negara-negara ini akan semakin ketat dan rinci, mendorong perusahaan-perusahaan teknologi untuk lebih berhati-hati namun juga berinovasi dalam pengembangan AI yang aman, meski ada risiko inovasi terhambat terutama bagi startup.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan utama dari undang-undang AI yang diperkenalkan oleh Korea Selatan?A
Tujuan utama dari undang-undang AI yang diperkenalkan oleh Korea Selatan adalah untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan di sektor AI.Q
Apa sanksi yang dikenakan bagi perusahaan yang melanggar peraturan AI di Korea Selatan?A
Sanksi yang dikenakan bagi perusahaan yang melanggar peraturan AI di Korea Selatan termasuk denda hingga 30 juta won dan persentase dari omset global.Q
Bagaimana pendekatan China dalam merumuskan aturan terkait AI?A
Pendekatan China dalam merumuskan aturan terkait AI mencakup perlindungan masyarakat dan pengawasan terhadap penggunaan layanan AI yang berlebihan.Q
Apa yang sedang dilakukan Indonesia dalam hal regulasi AI?A
Indonesia sedang menyusun Peta Jalan AI dan Etika AI sebagai panduan bagi kementerian dan lembaga dalam membuat aturan terkait AI.Q
Siapa yang menyampaikan informasi tentang perkembangan Peta Jalan AI di Indonesia?A
Informasi tentang perkembangan Peta Jalan AI di Indonesia disampaikan oleh Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.




