AS Longgarkan Kebijakan Teknologi, Buka Jalan Ekspor Chip Nvidia ke China
Courtesy of CNBCIndonesia

AS Longgarkan Kebijakan Teknologi, Buka Jalan Ekspor Chip Nvidia ke China

Memberikan informasi terkini tentang perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap China yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional serta dinamika perdagangan teknologi tinggi antara kedua negara.

15 Feb 2026, 18.30 WIB
107 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemerintah AS menunjukkan sikap melunak terhadap China dengan mengizinkan ekspor chip AI.
  • Keputusan untuk menghapus beberapa perusahaan China dari daftar hitam memicu kecaman di kalangan politisi AS.
  • Ketegangan antara AS dan China terkait teknologi dan keamanan nasional terus berlanjut.
Jakarta, Indonesia - Amerika Serikat memperlihatkan sikap pelunakan terhadap China setelah Presiden Donald Trump mengizinkan ekspor chip AI canggih Nvidia H200 ke China pada akhir tahun 2025. Keputusan ini cukup kontroversial karena menghadapi kritik dari para politisi di kedua partai yang khawatir chip tersebut dapat memperkuat teknologi militer China.
Tidak hanya ekspor chip, AS juga menarik kembali beberapa perusahaan China dari daftar hitam yang sebelumnya dianggap membantu militer Beijing, termasuk produsen chip CXMT dan YMTC. Langkah ini diambil secara mendadak dengan penghapusan daftar perusahaan tersebut dari publikasi resmi, tanpa alasan yang jelas.
Keputusan pelunakan tersebut memicu kecaman dan kekhawatiran di Washington, terutama dari kelompok yang mendukung kebijakan tegas terhadap China. Mereka menilai kemajuan teknologi perusahaan-perusahaan China bisa meningkatkan kemampuan militer negara tersebut dan mengancam keamanan nasional AS.
Langkah ini juga sejalan dengan usaha pemerintahan Trump menghindari permusuhan dengan China melalui gencatan senjata perdagangan yang dicapai antara Trump dan Xi Jinping pada Oktober 2025. Beberapa kebijakan pembatasan dan larangan sebelumnya pun ditunda atau direvisi demi meredakan ketegangan.
Meski demikian, Daftar Hitam Pentagon sebenarnya tidak otomatis menjatuhkan sanksi, tetapi menjadi signal bahwa perusahaan-perusahaan itu tidak dibolehkan melakukan kontrak dengan pemerintah AS. Beberapa perusahaan China yang masuk daftar tersebut, seperti Alibaba, tetap membantah tuduhan keterlibatan militer dan siap mengambil tindakan hukum.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260215145638-37-711311/trump-menyerah-china-mendadak-keluar-dari-daftar-hitam-amerika

Analisis Ahli

Chris McGuire
"Penghapusan CXMT dan YMTC dari daftar hitam adalah kesalahan yang bisa merugikan keamanan nasional Amerika Serikat."

Analisis Kami

"Keputusan AS untuk melonggarkan aturan ekspor chip dan menarik beberapa perusahaan China dari daftar hitam menunjukkan adanya pergeseran strategis yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan keamanan. Namun, kebijakan ini berisiko mengundang kritik keras dan menimbulkan ketidakpastian di kedua negara terkait kontrol teknologi kritis."

Prediksi Kami

Sikap pelunakan kebijakan AS terhadap China akan berlanjut dengan kemungkinan peningkatan kerjasama teknologi dan dialog diplomatik yang lebih intens, serta potensi kontroversi keamanan nasional yang terus berlangsung di dalam negeri AS.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa keputusan kontroversial yang diambil oleh Donald Trump terkait China?
A
Donald Trump mengizinkan ekspor chip AI H200 buatan Nvidia ke China.
Q
Mengapa beberapa kelompok di AS menentang ekspor chip H200 ke China?
A
Mereka khawatir aliran chip ke China dapat memperkuat kemampuan militer China dalam pengembangan AI.
Q
Apa yang terjadi dengan daftar hitam perusahaan-perusahaan China oleh pemerintah AS?
A
Pemerintah AS menarik kembali beberapa perusahaan China dari daftar hitam, termasuk CXMT dan YMTC.
Q
Siapa saja perusahaan yang disebutkan dalam daftar hitam tersebut?
A
Perusahaan yang disebutkan termasuk Alibaba, Baidu, CXMT, dan YMTC.
Q
Apa dampak dari keputusan pemerintah AS terhadap perusahaan teknologi China?
A
Keputusan ini dapat meningkatkan kemampuan produksi chip di China dan mengurangi ketegangan perdagangan.