Trump Melunak: AS Cabut Larangan Ekspor Chip AI ke China untuk Kurangi Ketegangan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Jul 2025
109 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan sikap Trump menunjukkan upaya untuk meredakan ketegangan dengan China.
Pencabutan kontrol ekspor chip AI dapat berdampak pada hubungan ekonomi antara AS dan China.
Reaksi dalam negeri terhadap keputusan ini menunjukkan adanya kekhawatiran tentang keamanan nasional.
Pemerintahan Donald Trump sempat memperketat penjualan chip kecerdasan buatan dari Amerika Serikat ke China pada April 2025, dengan alasan menjaga keamanan nasional. Namun, beberapa bulan kemudian, sikap tersebut berubah dan kebijakan pembatasan itu dicabut.
Perubahan sikap tersebut bertujuan agar ketegangan dagang antara AS dan China mereda, terutama di tengah berlangsungnya negosiasi dagang yang penting antara kedua negara. Bahkan, Trump berencana bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas isu tersebut.
Kementerian Perdagangan AS mendapat instruksi untuk tidak bertindak keras terkait kontrol ekspor ke China agar situasi tidak semakin memburuk. Sebagai hasilnya, perusahaan chip seperti Nvidia kembali diizinkan menjual chip AI terbaru mereka ke China.
Keputusan mencabut pembatasan ini juga didasari kebutuhan AS untuk memperoleh logam tanah jarang dari China yang sangat penting bagi teknologi tinggi di AS. Namun, kebijakan ini tidak diterima dengan baik oleh semua pihak di dalam negeri Amerika Serikat.
Para ahli keamanan, termasuk Matt Pottinger, menganggap pencabutan kontrol ekspor ini sebagai kesalahan yang dapat merugikan posisi ekonomi dan militer AS di bidang kecerdasan buatan. Mereka bahkan berencana mengajukan protes resmi terkait keputusan tersebut.
Analisis Ahli
Matt Pottinger
Langkah ini adalah kesalahan strategis yang mengancam keunggulan Amerika Serikat di bidang ekonomi dan militer dalam kecerdasan buatan.

