AI summary
Pentagon mempertimbangkan beberapa perusahaan teknologi China sebagai potensi dukungan militer. Daftar 1260H memperingatkan perusahaan AS mengenai risiko kemitraan dengan perusahaan China. Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar tidak otomatis diblokir, tetapi reputasi mereka dapat terpengaruh. Pentagon telah mengungkap bahwa tiga perusahaan teknologi besar asal China, yaitu Alibaba, Baidu, dan BYD, diduga memiliki keterkaitan dengan militer China. Tuduhan ini diumumkan melalui surat resmi Wakil Menteri Pertahanan AS kepada anggota parlemen pada bulan Oktober 2025, menjelang kesepakatan perdagangan antara AS dan China.Daftar 1260H yang diterbitkan oleh Pentagon berisi perusahaan-perusahaan China yang dianggap memiliki hubungan dengan militer dan beroperasi di Amerika Serikat. Walaupun masuk daftar ini tidak serta merta berarti larangan bisnis, hal ini berdampak pada reputasi dan kepercayaan perusahaan di pasar Amerika dan global.Selain ketiga perusahaan tersebut, ada lima perusahaan teknologi China lain yang juga dinilai layak masuk ke daftar hitam, termasuk Eoptolink Technology dan Hua Hong Semiconductor. Hingga Januari 2025, total ada 134 perusahaan China dalam daftar tersebut, contohnya Tencent dan CATL.Alibaba menanggapi tuduhan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada dasar yang valid menghadapkan mereka ke dalam daftar 1260H, dan mereka yakin hal tersebut tidak akan mempengaruhi operasi bisnis mereka secara global. Sementara itu, Pentagon dan pihak Baidu serta BYD belum memberikan komentar.Keberadaan dan pembaruan daftar 1260H secara rutin menunjukkan meningkatnya ketegangan antara AS dan China dalam ranah teknologi dan keamanan. Hal ini juga memperingatkan perusahaan-perusahaan AS untuk hati-hati berbisnis dengan perusahaan China yang masuk daftar tersebut.
Penunjukan perusahaan seperti Alibaba, Baidu, dan BYD dalam daftar 1260H mencerminkan meningkatnya kewaspadaan AS terhadap keterlibatan teknologi China dalam kegiatan militer. Meski begitu, pernyataan dari pihak Alibaba menunjukkan bahwa dampak langsung pada operasional bisnis masih dapat diminimalkan, namun reputasi perusahaan bisa terancam di pasar global.