AS Buka Kembali Ekspor Chip AI ke China, Dimulai Dari Kesepakatan Logam Langka
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Jul 2025
300 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah AS mencabut pembatasan ekspor chip AI ke China sebagai bagian dari kesepakatan dagang.
Nvidia berencana untuk melanjutkan penjualan chip H20 yang sebelumnya diblokir.
Kritik muncul dari legislator AS mengenai dampak kesepakatan ini terhadap keamanan nasional.
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mencabut pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) ke China yang sebelumnya diberlakukan sejak masa pemerintahan Trump dan dilanjutkan oleh Biden. Langkah ini diungkap oleh Nvidia, produsen chip AS, yang berencana melanjutkan penjualan chip AI H20 ke China setelah sebelumnya diblokir karena aturan ekspor.
Pencabutan aturan ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang yang lebih luas antara AS dan China, yakni China akan mulai menjual logam tanah jarang ke manufaktur AS. Logam tanah jarang adalah bahan penting untuk berbagai teknologi seperti ponsel dan kendaraan listrik, dan China adalah produsen dominan di pasar ini.
Namun, keputusan membuka akses chip ini menimbulkan kritik dan kekhawatiran dari beberapa anggota parlemen AS. Mereka merasa bahwa eksportasi chip AI canggih bisa memberikan keuntungan teknologi kepada China yang berpotensi menjadi pesaing berat AS, terutama di bidang AI dan inovasi militer.
Nvidia dan AMD, dua perusahaan chip besar AS, mengajukan permohonan resmi untuk mengirimkan produknya ke China setelah pembatasan dicabut. Pasar China sangat besar dan penting bagi Nvidia, dimana mereka meraih pendapatan miliaran dolar. Beberapa perusahaan teknologi China seperti ByteDance dan Tencent juga tertarik untuk membeli chip tersebut.
Meski ada harapan membaiknya hubungan dagang dan kolaborasi, ketegangan terkait keamanan teknologi dan perlombaan kecerdasan buatan tetap ada. Pemerintah AS dan para investor terus mengamati bagaimana kebijakan ini memengaruhi dominasi teknologi dan persaingan global antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Analisis Ahli
Raja Krishnamoorthi
Pelonggaran ekspor chip AI sangat berbahaya karena dapat memberikan teknologi canggih kepada musuh asing dan mengancam keunggulan teknologi AS.John Moolenaar
Penting untuk memastikan kontrol ketat agar AS tetap memimpin dalam perkembangan AI dan tidak kehilangan inovasi penting kepada China.


