
Courtesy of CNBCIndonesia
China Gunakan AI Untuk Perangi Korupsi Dalam Tender Proyek Publik
Memperkenalkan penggunaan kecerdasan buatan untuk mengawasi dan memberantas praktik korupsi dalam proses tender proyek publik secara lebih efektif dan efisien, mengingat sulitnya pengawasan manual terhadap banyak proyek.
12 Feb 2026, 17.25 WIB
134 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pemerintah China semakin mengandalkan teknologi untuk memberantas korupsi.
- Penggunaan AI dalam pengawasan tender telah menunjukkan hasil yang signifikan.
- Kampanye antikorupsi di bawah Xi Jinping berfokus pada penggunaan big data dan teknologi modern.
Zhejiang, China - Pemerintah China kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi proses tender proyek publik. Hal ini dilakukan karena jumlah tender yang sangat banyak membuat pengawasan manual menjadi tidak efektif dan rawan terjadi korupsi.
Sistem AI yang dirancang bisa mendeteksi berbagai kejanggalan, seperti dokumen palsu, pengaturan tender, dan praktik suap. AI juga memberikan rekomendasi yang hampir setara dengan penalaran manusia untuk membantu aparat penegak hukum.
Langkah ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping dan kebijakan terbaru yang melibatkan beberapa lembaga pemerintah guna memperketat pengawasan dan memanfaatkan big data.
Hasil pemanfaatan AI sudah terlihat, seperti penangkapan Feng Jiang di Provinsi Zhejiang karena menerima suap ratusan ribu yuan. Ia terlibat dalam pengaturan tender dengan menyuap anggota komite penilai agar memenangkan pihak tertentu.
Karena banyak proyek yang harus diawasi, penggunaan teknologi AI dan big data dianggap sebagai solusi praktis untuk memeriksa berbagai indikasi awal korupsi sehingga kasus bisa diungkap lebih cepat dan jelas.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260212143351-37-710638/koruptor-bisa-tamat-gara-gara-temuan-baru-di-china
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260212143351-37-710638/koruptor-bisa-tamat-gara-gara-temuan-baru-di-china
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Ahli Teknologi Informasi dan Etika Digital)
"Penggunaan AI untuk pemberantasan korupsi membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi pengawasan tetapi juga harus dibarengi dengan regulasi ketat agar tidak menimbulkan pelanggaran privasi atau kesalahan identifikasi."
Prof. Zhang Min (Pengamat Kebijakan Publik China)
"Langkah ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah China terhadap transparansi dan integritas, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi alat ampuh dalam reformasi birokrasi dan tata kelola negara."
Analisis Kami
"Integrasi AI dalam pengawasan tender adalah langkah maju yang sangat penting, karena teknologi ini mampu menangani volume data yang besar dan mengidentifikasi pola korupsi yang sulit dideteksi manusia. Namun, perlu kehati-hatian agar algoritma tetap transparan dan tidak disalahgunakan demi kepentingan tertentu."
Prediksi Kami
Penggunaan AI dan big data akan semakin meluas di berbagai sektor pemerintahan China sebagai alat utama dalam pemberantasan korupsi dan peningkatan transparansi proses administrasi publik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan pemerintah China untuk memberantas korupsi?A
Pemerintah China menggunakan kecerdasan buatan untuk memantau dan mendeteksi praktik korupsi dalam proses tender proyek publik.Q
Siapa yang memimpin kampanye antikorupsi di China?A
Kampanye antikorupsi di China dipimpin oleh Presiden Xi Jinping.Q
Apa peran kecerdasan buatan dalam proses tender proyek publik?A
Kecerdasan buatan digunakan untuk mendeteksi kejanggalan dalam dokumen tender dan mengawasi keputusan komite penilai.Q
Apa hasil yang diperoleh dari penggunaan AI dalam pengawasan tender?A
Penggunaan AI telah membuahkan hasil, termasuk penangkapan seorang pejabat yang terlibat dalam praktik suap.Q
Siapa Feng Jiang dan apa yang terjadi padanya?A
Feng Jiang adalah pejabat yang ditangkap karena menerima suap dalam proses tender dan dijatuhi hukuman penjara.




