
Courtesy of CNBCIndonesia
Rusia Perketat Blokir WhatsApp, Ubah Akses Pesan ke Aplikasi Buatan Negara
Memberikan informasi tentang pembatasan akses WhatsApp di Rusia yang dapat memaksa lebih dari 100 juta pengguna beralih ke aplikasi milik negara sekaligus menyoroti dampaknya terhadap kebebasan komunikasi warga dan keamanan pribadi.
12 Feb 2026, 16.15 WIB
129 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pemerintah Rusia sedang memperketat kontrol terhadap aplikasi komunikasi asing seperti WhatsApp dan Telegram.
- Aplikasi Max diluncurkan sebagai alternatif buatan pemerintah yang tidak menawarkan privasi yang sama.
- Pembatasan ini dapat memicu ancaman keamanan bagi warga Rusia yang mengandalkan komunikasi privat.
Moskow, Rusia - Pemerintah Rusia sedang memperketat pembatasan akses terhadap aplikasi pesan seperti Telegram dan WhatsApp. Setelah sebelumnya membatasi Telegram, kini WhatsApp menghadapi ancaman pemblokiran total karena dianggap menolak menyimpan data pengguna sesuai aturan Rusia.
Roskomnadzor, badan regulator komunikasi Rusia, sudah melayangkan peringatan kepada WhatsApp untuk memenuhi persyaratan lokal. Namun, sampai sekarang belum ada respons dari Kremlin terhadap tekanan yang kian ketat tersebut.
Rusia mendorong warganya untuk beralih menggunakan Max, aplikasi pesan buatan pemerintah yang menggabungkan layanan pesan dan layanan publik lainnya. Aplikasi ini tidak menyediakan enkripsi sehingga memberi peluang pemerintah melakukan pengawasan yang mudah.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, menganggap langkah ini sebagai kemunduran bagi kebebasan komunikasi lebih dari 100 juta pengguna di Rusia, yang justru bisa meningkatkan risiko keamanan jika dipaksa menggunakan aplikasi tanpa proteksi kuat.
CEO Telegram, Pavel Durov, juga mengkritik tindakan Rusia yang dianggap sebagai cara untuk mengendalikan rakyatnya melalui sensor dan pengawasan digital. Meski demikian, upaya memblokir aplikasi asing seperti Telegram pernah mengalami kegagalan karena pengguna menemukan cara mengakali pembatasan tersebut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260212131817-37-710577/whatsapp-diblokir-warga-diminta-pakai-aplikasi-buatan-pemerintah
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260212131817-37-710577/whatsapp-diblokir-warga-diminta-pakai-aplikasi-buatan-pemerintah
Analisis Ahli
Pavel Durov
"Pembatasan ini merupakan upaya pemerintah untuk memaksa penggunaan aplikasi yang sepenuhnya dapat diawasi dan disensor, yang secara efektif mengurangi kebebasan warga dan akses terhadap layanan komunikasi privat."
Analisis Kami
"Langkah Rusia ini merupakan contoh nyata bagaimana negara bisa menggunakan regulasi dan teknologi untuk mengendalikan arus informasi dan mengekang kebebasan digital. Namun, pembatasan ini justru berpotensi mendorong warga mencari cara-cara alternatif seperti VPN untuk mempertahankan kebebasan komunikasi mereka."
Prediksi Kami
Di masa depan, kemungkinan besar Rusia akan memblokir total WhatsApp dan menekan pengguna untuk beralih ke aplikasi Max, yang dapat meningkatkan pengawasan pemerintah dan membatasi privasi komunikasi warga Rusia secara signifikan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa alasan pemerintah Rusia membatasi akses ke WhatsApp?A
Pemerintah Rusia membatasi akses ke WhatsApp dengan alasan keamanan dan untuk mendorong penggunaan aplikasi buatan negara.Q
Berapa jumlah pengguna WhatsApp di Rusia yang terancam akibat pembatasan ini?A
Lebih dari 100 juta pengguna WhatsApp di Rusia terancam akibat pembatasan ini.Q
Apa itu aplikasi Max yang dikembangkan oleh Rusia?A
Aplikasi Max adalah aplikasi komunikasi buatan pemerintah Rusia yang mengintegrasikan layanan pesan dan layanan pemerintah tanpa enkripsi.Q
Siapa yang dipimpin oleh Vladimir Putin dalam konteks pembatasan aplikasi?A
Vladimir Putin memimpin Rusia, yang telah menerapkan langkah-langkah untuk memperketat kontrol terhadap aplikasi komunikasi.Q
Apa yang dikatakan CEO Telegram mengenai pembatasan akses terhadap layanannya?A
CEO Telegram, Pavel Durov, menyatakan bahwa pembatasan akses adalah upaya untuk memaksa rakyat menggunakan aplikasi yang dapat diawasi oleh negara.


