AI summary
Rusia mulai membatasi WhatsApp karena masalah keamanan dan penyelidikan. Beberapa negara telah memblokir atau membatasi akses WhatsApp untuk mengontrol informasi. Pembatasan ini sering kali berkaitan dengan keamanan nasional dan regulasi komunikasi digital. Banyak negara di dunia kini membatasi layanan WhatsApp, terutama terkait fitur panggilan suara dan video, dengan berbagai alasan seperti keamanan nasional dan pengendalian arus informasi. Salah satu negara terbaru yang memberlakukan pembatasan ini adalah Rusia pada tanggal 14 Agustus 2025.Beberapa negara, seperti China dan Korea Utara, memblokir WhatsApp secara penuh sebagai bagian dari sistem sensor internet yang sangat ketat. Hal ini membuat warga di negara tersebut menggunakan aplikasi lokal untuk berkomunikasi sehari-hari.Di Uni Emirat Arab dan Qatar, akses ke panggilan VoIP melalui WhatsApp dibatasi, tetapi pesan teks tetap diizinkan. Negara-negara lain seperti Mesir dan Yordania juga memberlakukan pembatasan serupa pada fitur tertentu.Ada juga negara yang pernah memblokir WhatsApp dalam situasi khusus, seperti Iran, Turki, Uganda, dan Kuba, tetapi beberapa di antaranya kemudian melonggarkan atau mencabut larangan tersebut untuk memperbaiki akses komunikasi masyarakat.Di Amerika Serikat, penggunaan WhatsApp dalam perangkat resmi pemerintah dilarang sejak Juni 2025 sebagai langkah keamanan internal. Fenomena ini menunjukkan tren global bagaimana negara berusaha mengatur penggunaan teknologi komunikasi lewat regulasi yang ketat.
Pembatasan WhatsApp oleh berbagai negara mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara perusahaan teknologi global dengan kebijakan nasional yang mengutamakan pengawasan dan kontrol informasi. Ini bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga tentang bagaimana kedaulatan digital menjadi medan pertempuran baru dalam geopolitik modern.