Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Film Pendek Ancestra dan Kontroversi Penggunaan AI dalam Industri Film

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TheVerge TheVerge
19 Jun 2025
58 dibaca
2 menit
Film Pendek Ancestra dan Kontroversi Penggunaan AI dalam Industri Film

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan generatif AI dalam film dapat mengubah cara pembuatan film tradisional.
Ada kekhawatiran tentang dampak AI terhadap pekerjaan di industri film.
Film 'Ancestra' menunjukkan potensi dan batasan teknologi generatif AI saat ini.
Ancestra adalah film pendek yang menggunakan teknologi AI generatif untuk membuat visual unik yang sulit dibuat dengan cara tradisional. Film ini berfokus pada kisah seorang ibu yang berharap bayinya yang mengalami cacat jantung sembuh secara ajaib. Teknologi AI dari Google DeepMind digunakan untuk menciptakan gambaran visual dalam pikiran sang ibu serta detail bayi yang tidak bisa dilakukan dengan aktor manusia secara langsung. Proses pembuatan film ini menunjukkan bagaimana AI bisa membuat produksi menjadi lebih cepat dan lebih murah. Namun, visual yang dihasilkan terasa seperti montase stok yang datar dan kurang kuat dalam menyampaikan narasi yang mendalam. McNitt bahkan menggunakan foto masa kecilnya sendiri untuk membuat wajah bayi digital, menunjukkan pendekatan personal dalam penggunaan teknologi ini. Meskipun AI dapat membantu mengatasi tantangan produksi seperti sulitnya menggunakan bayi nyata, teknologi ini juga berisiko menggantikan berbagai pekerjaan kreatif dalam industri film. Hal ini menjadi topik panas yang memicu pemogokan dari para pekerja film dan video game yang merasa pekerjaan mereka terancam. Darren Aronofsky menekankan bahwa penggunaan teknologi baru selalu menjadi bagian dari pembaruan di dunia film, tetapi keterbatasan teknis seperti durasi klip AI yang pendek membuktikan bahwa teknologi saat ini belum sepenuhnya siap untuk menggantikan proses kreatif manusia. Ancestra juga dipandang lebih sebagai alat promosi untuk Google daripada karya seni revolusioner. Secara keseluruhan, Ancestra menggambarkan potensi dan batasan teknologi AI dalam dunia film. Film ini mengundang diskusi tentang masa depan industri kreatif, khususnya bagaimana mengimbanginya antara inovasi teknologi dengan nilai seni dan keberlangsungan pekerjaan manusia di sektor tersebut.