TLDR
Proyek Fable untuk merekonstruksi 'The Magnificent Ambersons' menunjukkan ambisi besar untuk menggunakan AI dalam seni film. Ketidakpuasan dari warisan Orson Welles menunjukkan pentingnya menghormati hak kekayaan intelektual dan warisan kreator. Meskipun teknologi AI dapat menciptakan konten baru, hasilnya tidak akan pernah sama dengan karya asli yang dihasilkan oleh kreator aslinya. Fable, sebuah startup teknologi yang mengusung platform AI untuk membuat kartun, berambisi merekonstruksi 43 menit hilang dari film klasik Orson Welles, "The Magnificent Ambersons," menggunakan model AI terbaru mereka. Film ini terkenal karena versi asli yang dirilis telah dipotong secara drastis oleh studio dan dianggap sebagai mahakarya yang hilang dalam sejarah perfilman.Meskipun Fable belum mendapatkan hak resmi atau izin dari keluarga Orson Welles, mereka tetap melanjutkan proyek ini sebagai demo teknologi dengan bantuan Brian Rose, pembuat film yang sudah lima tahun berusaha merekonstruksi visi asli Welles. Rose ingin menghidupkan kembali bagian film yang paling berharga, seperti adegan pengambilan gambar panjang yang kini hanya tersisa 50 detik.Keluarga Welles, melalui perwakilan David Reeder, mengecam proyek ini sebagai tindakan oportunistik yang tidak ada nilai kreativitas asli dari Orson Welles. Meski mereka mengadopsi teknologi AI untuk proyek suara lain, mereka kecewa akibat kurangnya komunikasi dan izin untuk proyek ini, yang berpotensi merusak warisan sang sutradara legendaris.Fable menggunakan kombinasi teknologi AI dan teknik tradisional, termasuk dengan memperbarui adegan lama menggunakan aktor baru dan mengganti wajah mereka dengan digitalisasi wajah pemeran asli. Namun, pendekatan ini dipandang kontroversial dan dianggap tidak mampu menggantikan nilai seni asli Welles, apalagi tanpa rekaman asli yang utuh.Walaupun proyek ini memicu banyak perdebatan etis dan hukum, ada keinginan nyata dari Brian Rose untuk menghormati karya asli Welles. Tetapi secara luas diyakini bahwa tanpa adanya rekaman asli yang ditemukan kembali, versi film ini yang benar-benar mewakili visi Welles tidak akan pernah terwujud kembali.